
Originally Posted by
Yuki
Untuk kasus Nabi Sulaiman, harap diingat bahwa kepatuhan jin kepada beliau bukan dalam rangka kerjasama beliau dengan para jin, tapi semata mata karena kehendak YME, itu salah satu mukjizat
Dalam hal ini Nabi Sulaiman tidak ada peran sama sekali, sekali lagi itu adalah mukjizat
Bedakan dengan orang orang yg dengan sengaja mengadakan perjanjian dengan jin untuk mendapatkan kekuatan sihir
untuk hal ghaib, ada garis merah yg tidak boleh dilewati oleh manusia
manusia harus percaya bahwa segala hal yg bersifat ghaib itu nyata adanya, eksis
TETAPI HANYA SEBATAS ITU
manusia tidak boleh melangkah lebih jauh, manusia tidak boleh terlibat lebih jauh, manusia tidak boleh ikut campur lebih jauh, apalagi sampai-sampai ingin memiliki kemampuan ghaib
namanya juga ghaib, ghaib adalah segalas sesuatu yg tidak bisa dipahami oleh kemampuan manusia baik dari segi akal maupun kemampuan panca indra
apabila manusia ngotot ingin memiliki kekuatan ghaib, mau tidak mau dia harus mengadakan perjanjian dengan jin, dan itu sihir, padahal sihir adalah tipudaya jin yg akan membuat manusia menderita selamanya
sihir menurut bahasa asia timur (mandarin/jepang) adalah mahou, ma yg berarti raja setan dan hou yg berarti aturan, jadi sihir sebenarnya adalah aturan setan yg menyesatkan manusia supaya dia jauh dari Tuhannya
urusan yg berhubungan dengan ghaib harus langsung meminta kepada Tuhan
berbeda dengan urusan yg bersifat non ghaib, manusia harus berusaha terlebih dahulu walaupun itupun harus tetap berdoa kepada Tuhan, contoh apabila kita sakit maka kita harus pergi ke dokter berusaha untuk mendapatkan obat tidak bisa hanya dengan doa saja, walaupun ketika sembuh maka itu karena Tuhan, dokter dan obat adalah sebagai perantara saja