Quote Originally Posted by Casanova Love View Post
Di dalam kekristenan itu beda, bro/sis.

Saya coba ikutin analogimu ya, utk nambah wawasan aja.

Ada org dari lahir udah ada lampunya (smentara yg laen pake lilin),
Ada jg org yg sengaja membeli lampu tsb dari warung terdekat.

Skrg kita bahas yg dari lahir udh ada lampu.

Ptanyaannya, lampu ini siapa yg pasang?
Apakah yg pasang adalah toko resmi ataukah yg pasang adalah warung remang?

Maka diselidikilah riwayat turunan sampe nenek moyang.
Kl ternyata dari nenek moyangnya ada yg sengaja membeli dari warung remang, maka lampu itu harus dimatikan dan dilepas sampai smua instalasinya walaupun pijar terang kedua jenis lampu bisa jadi terlihat sama, walaupun pijar terang kedua jenis lama bisa jadi sama-sama digunakan utk menerangi orang lain.

Kl udah dilepas, maka minta lagi dari toko resmi.

Psoalannya, kl toko resmi itu ngga bisa pesan-beli.
Dia tergantung si empunya toko mau kasih apa ngga.

Klpun udah dikasih, juga ngga bisa punya saklar utk nyalain-matiin sendiri.
Lampu dari toko resmi hanya bisa nyala dan mati oleh si empunya toko pd saat si empunya mau.

Ini buat info tambahan aja, bukan utk diperdebatkan krn perspektifnya beda-beda.
Jadi membayangkan si Lampu, asisten-nya Lang Ling Lung.

[MENTION=471]Casanova Love[/MENTION]

Ada yang dari lahir sudah punya lampu? Kalau punya lampu, tentunya punya saklar juga, yang satu untuk instalasi tenaga dan satunya lagi untuk instalasi penerangan?

Atau, punya lampu tapi ndak punya saklar? Atau sebaliknya?