Keknya udah fenomena global yah pusat perbelanjaan ala dept store kalo nggak efisien bakal gulung tikar. Ke depannya palingan buat display fisik doang fungsinya. Siapa yang tidak mengikuti arus dia akan tenggelam.

Yang saya baca kalo dari analisa Bappenas, dept store yang terancam gulung tikar itu yang kelas menengah dan ke bawah semacam tanah abang, ramayana, matahari. Tanah abang sejak abis lebaran kabarnya sepi banget. Di satu pihak kasian sama penjualnya, di pihak lain tren belanja sekarang memang sudah beda. Orang males keluar panas2 dan pengeluaran buat wisata yang lebih penting. Saya pikir perlu ada peran pemerintah menyelamatkan pedagang2 kecil ini dengan semacam pelatihan e-commerce gitu supaya tidak tergilas perubahan zaman.

Kalo mall kelas atas cenderung tidak terpengaruh karena memang gak pernah rame2 bgt

- - - Updated - - -

Quote Originally Posted by etca View Post
Ketika melihat toko Gramedia langganan tutup kok berasa baper yah.
Soalnya di sana lumayan komplit buku, ATK, dll dll.
Intinya kala cari buku, pertamanya ya ke Gramed itu.

Bisnis retail makin sepi, toko buku segede Gramedpun kena imbasnya.
Gramed banyak bermunculan di mall-mall yang baru dibuka tapi hanya sebatas Expo
Barang jualannya pun sangat nanggung sekali.

Mungkin mulai saat ini bakalan mencoba pindah halauan.
ke Promexx dekat rumah kalau cari buku.
atau Gramedia Matraman yang bikin gempor di kaki.
Gramed ada nggak sih toko online sendiri? Jangan sampe tergilas amazon.