Results 1 to 13 of 13

Thread: Lolicon sindrom ternyata "berbeda" dengan Pedophilia

  1. #1
    pelanggan tetap mobyokuzan's Avatar
    Join Date
    Jul 2012
    Posts
    1,981

    Lolicon sindrom ternyata "berbeda" dengan Pedophilia

    Istilah Lolicon atau Lolita Complex mungkin masih terdengar asing di Indonesia. Namun, sejak merebaknya kasus anak Nafa Urbach tempo hari, istilah Lolicon mulai banyak dibahas. Seperti diketahui, belakangan ini nama Mikhaela Lee menjadi sorotan karena foto-foto cantiknya dikomen oleh para pedophil yang menyebutnya ‘Loli’. Tak ayal panggilan tersebut membuat sang ibu murka, karena kata ‘Loli’ selama ini dianggap mengarah pada obsesi terhadap anak kecil.


    Lolita Complex alias Lolicon sendiri memiliki pengertian seseorang yang punya obsesi terhadap sesuatu yang imut, bisa jadi gadis kecil di bawah umur, menjelang atau sebelum pubertas yang biasanya disebut ‘Lolita’. Namun, makna obsesi tersebut tidak berhubungan dengan seksualitas, hanya suka saja. Lantas, apa sih Lolicon itu sebenarnya?

    Pada dasarnya Lolicon berbeda dengan pedophilia

    Istilah Lolicon sendiri sebenarnya berasal dari Jepang. Istilah tersebut banyak digunakan oleh para penggemar komik dan anime. Terlebih, saat ini memang nggak sedikit komik dan film kartun yang menampilkan tokoh anak kecil yang cantik dan imut atau disebut Loli. Bagi mereka para penggemar anime, Lolicon yang menyukai Loli mungkin bisa dikatakan biasa.


    Namun, banyak yang salah paham dan menuding Lolicon sama halnya dengan pedophilia. Memang, secara etimologi makna Lolicon hampir sama dengan pedophilia. Yang membedakan adalah, Lolicon mengarah pada kecintaan pada objek-objek loli seperti anak kecil. Nah, sementara untuk kasus pedophilia adalah kelainan seksual. Namun, sepertinya saat ini banyak yang kadung salah paham dengan para Lolicon. Tak sedikit yang menuding bahwa para Lolicon sudah dipastikan sebagai pedophilia, padahal sih belum tentu.

    Kasus Lolicon yang sekaligus pedophil


    Jika sebelumnya dibahas makna sebenarnya dari Lolicon, mungkin nggak ada salahnya dari suka anak-anak. Tapi, kasus yang terjadi pada Nafa Urbach yang lagi marak dibahas di media itu jauh berbeda. Dari beberapa hasil komen yang di-capture, memang banyak kata-kata tidak senonoh yang mengarah pada pedophil. Dan tentu saja para para netizen kurang ajar tersebut bukan Lolicon murni. Sebab, Kritikus budaya Hiroki Azuma mengatakan bahwa sangat sedikit sekali ‘Lolicon murni’ yang melakukan kejahatan. Mirisnya, saat ini banyak pedophil yang menggunakan istilah yang sama dengan para Lolicon, sehingga citra Lolicon sendiri jadi rusak.

    Lolicon adalah bagian dari industri hiburan di Jepang


    Kalau kembali pada makna asli, maka Lolicon merupakan sumber pendapatan bagi industri Jepang. Lolicon hanya menyukai sesuatu yang imut-imut seperti objek kecil. Kecintaan tersebut cenderung membuat mereka kerap mengoleksi sesuatu yang imut seperti komik dengan tokoh Loli, game, boneka dan juga film animasi. Namun hal itu tidak sama sekali tidak berhubungan dengan kelainan seksual seperti pedophil. Bisa diartikan bahwa para Lolicon adalah penggemar tokoh imut, seperti halnya para K-Poper yang mencintai para Oppa-Oppa boyband.

    Banyak pedophil yang mengatasnamakan Lolicon


    Jika sebelumnya istilah Loli hanya digunakan oleh para Lolicon, saat ini sepertinya penggunaan kata tersebut justru dipakai sebagai kode bagi para pedophil untuk menyebut objek. Lain kasus Nafa Urbach, di Jepang sendiri juga banyak kasus pedophil yang mengatasnamakan Lolicon. Bermula dari tertangkapnya seorang pemuda bernama Kaoru Kobayashi yang melakukan kejahatan seksual dan juga pembunuhan terhadap gadis tujuh tahun yang mengaku sebagai Lolicon. Namun, setelah ditelisik, tak ada koleksi komik, boneka, dan atau pun game yang merujuk sebagai tanda-tanda bahwa ia merupakan seorang Lolicon, maka dipastikan jika Kaoru sejatinya memang pedophil, bukan Lolicon.

    Itulah sedikit penjabaran tentang Lolicon. Meski saat ini banyak yang menilainya buruk, bahkan sama dengan pedophil. Namun sebenarnya Lolicon berbeda dengan orang-orang yang memiliki kecenderungan seksual ngawur itu. Semoga kita makin bijak menyikapi perbedaan Lolicon dengan pedophil, hingga tak ada satu kaum yang merasa tersinggung karena disamakan dengan kaum lain.

    sumber : http://www.boombastis.com/sindrom-lolicon/117598

    "telling lies is sometimes acceptable,
    when the truth is too difficult to believe"

  2. #2
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    IMHO yes, memang harus dibedakan antara lolicon dan pedopil

    lolicon itu lebih kearah sexual fetism, para fans disana menyukai segala sesuatu yang youthfull, pure, innocent
    untuk di jepang segala sesuatu yang "pure" itu adalah segala2nya, itulah kenapa disana ada konsep idol yang digambarkan pure
    itulah kenapa (lagi) childlike appearance merupakan keuntungan yang luar biasa bagi para artis disana

    nah sayangnya, banyak yang mengarahkan fetish ini kepada menyukai anak2, atau bahkan menyamakan dengan novel "Lolita" dimana om om emang doyan ama anak kecil sexually
    padahal klo dilihat konteks nya lolita complex ini lebih kepada youthfull, pure, innocent addict, tidak pengaruh umur

  3. #3
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,653
    LOL, foto bule di atas, wrist rest di mousepadnya are those boobs?

  4. #4
    pelanggan setia Yuki's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Buitenzorg
    Posts
    6,360
    are those boobs?
    yes, empuknya sama

    sayang di c3 afa gak ada yg jual, takut digerebek kali LOL


    bagi pegiat hiburan jepang (buset sok keren) memang sudah memahami perbedaan antara lolicon dan pedo, itu bukan menjadi masalah
    masalahnya bagi orang "awam" yg tidak tahu nol sama sekali, menjelaskan hal ini bagaikan membentur jidat ke dinding karang, bakal percuma
    ELPHELT VALENTINE'S MARIONETTE.

  5. #5
    pelanggan setia Alethia's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    4,059
    nafa marahnya segitunya, mau cari para pedo dll
    komentnya bilang loli kan?

    terus lucu diarahin ke penggemar anime2...
    terus dia minta segala ahli IT buat cari keberadaan mereka
    lha, kamu sendiri naro anak kamu ditengah2 mereka nunggu disergap kawanan orang jahat? ya atuh neng, gusar sih boleh, tp jgn keliatan banget kita amatir apa ga tau apa apa tp kebakaran, mending selidikin dl, pelajarin dulu, yg paling penting, dont put your child under the spotlight.

    ga tau kenapa apa ini cuma pemikiran aneh gw..tp dah tau jaman sekarang byk predator, penculik dll..knp suka amat pajang foto anak kecil lagi ini itu, sekolah disini disitu, lagi mau kegiatan disini disitu, pose lg imut2, nungging2 segala hela nafas kudu diposting..giliran dikomenin org..ngamuk pecah deh.

    kalau gw pny anak sih, kayaknya ga bakal gw ekspos apalagi di socmed yg isinya ga inner circle.
    buat apa gitu kan
    heheheh

    gw lbh seneng gaya orang2 tua jaman dulu, foto anak dibingkai atau dikumpul dialbum keluraga, jd pas anak dah gede, tinggal kubuka balik album biru~~
    nah skrg, klo si anak mau liat foto2 dese jaman bebi, kudu buka fb, IG (ya kalau dimasa depan itu socmed masih eksis) atau buka hp mamahnya (itu jg klo sang HP kaga ilang apa kecopetan)
    Last edited by Alethia; 19-08-2017 at 02:13 PM.
    Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
    -Rendra

  6. #6
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,398
    Yang komen foto si anak sakit jiwa; yang pasang foto si anak untuk konsumsi publik juga sakit jiwa.
    "The two most important days in your life are the day you are born and the day you find out why." - Mark Twain

  7. #7
    pelanggan Casanova Love's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    451
    Ini mah sama aja bilang cewe diperkosa krn salah dia pakaiannya krg tertutup.

  8. #8
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    yup, IMHO dua2nya ada andil salah juga
    klo gw, jangankan foto2 keluarga, jabatan ama kerjaan aja gw males umbar di sosmed....itulah kenapa gw pengen tutup itu FB

    anw, klo yang di IG nya Nafa itu jelas pedopil, udah paham ama cara2 "memancing" calon korban, walopun itu dibilang becanda
    klo penggemar anime/ manga yang lolicon, mereka suka ama yg loli (childish, youth, innocent-like, bukan anak kecil dalam arti harfiah) itu malah ga pernah umbar2 soal fetish nya, kecuali ama circle dalam mereka

    sama kaya gw yang ogah ngomongin Gundam/ idols terlalu detil ama khayalak umum, males jelasin dari awal......

  9. #9
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,398
    Quote Originally Posted by Casanova Love View Post
    Ini mah sama aja bilang cewe diperkosa krn salah dia pakaiannya krg tertutup.
    Ndak sama. Analogi-mu dengan pemerkosaan juga ndak tepat. Dalam drama ini ndak ada unsur-unsur pemaksaan, penyalahgunaan kekuasaan, kekerasan, penyiksaan. Dalam drama ini yang memposting foto si anak ndak dalam kondisi yang terpaksa, yang komen juga dengan senang hati menerima. Intinya suka sama suka. Analogi yang tepat adalah consensual *** tapi kemudian salah satu pihak "merasa" sudah dirugikan.

    She posts those personal pics of her daughter knowing that there are a lot of predators out there. Ndak suka dikomen ya jangan posting. Simple.
    "The two most important days in your life are the day you are born and the day you find out why." - Mark Twain

  10. #10
    pelanggan Casanova Love's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    451
    Quote Originally Posted by mbok jamu View Post
    She posts those personal pics of her daughter knowing that there are a lot of predators out there. Ndak suka dikomen ya jangan posting. Simple.
    Still disagree, tp ya sudahlah i dont wanna debate over this.

  11. #11
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,350
    Err ga ngerti bahas lolita atau anaknya eh kelakuan si urbach
    Posted via Mobile Device
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  12. #12
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,049
    Saya sependapat dengan [MENTION=471]Casanova Love[/MENTION]
    Beberapa bulan lalu, kawan saya, temannya mBak Liza Azdad, mengungkap jaringan pedofilia yang salah satu modusnya adalah berbagi foto anak-anak kecil, termasuk yang mereka foto sendiri di tempat-tempat publik.

    Lalu apa kita harus memingit anak-anak perempuan kita, tidak memperbolehkannya ke tempat publik hanya karena takut difoto?

    Balik ke topik.
    Ya,
    memasang foto anak di media sosial harus dilakukan hati-hati.
    Tetapi kalau ada yang menyalahgunakan foto anak tersebut, tak bijak menyalahkan orang tua.

    Yang namanya kelainan, foto biasa-biasa saja juga bisa jadi obyek pelampiasan.


    Sama seperti cewek pakaian seksi, berjalan di jalan-jalan Jakarta, memang tindakan itu gak bijak, tetapi bukan berarti para cowok-cowok berhak mengomentari ingin nyentuh paha si cewek atau bersiul2 menggoda begitu.

    Komentar-komentar di tempat Nafa, itu sudah jelas tanda-tanda paedofilia. Kalau itu ternyata hanya candaan, jelas bukan lelucon yang lucu.

    Nah, balik ke Lolicon.
    Memangnya selama ini budaya lolicon sejauh apa?
    Karakter kartun + cosplay saja atau sudah merambah ke sosok nyata?
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  13. #13
    pelanggan tetap mobyokuzan's Avatar
    Join Date
    Jul 2012
    Posts
    1,981
    ^ gw juga bingung mengenai standar/parameter loli...sebelum gw buat/baca thread ini, pemahaman gw ttg pedo dan loli itu semuanya sama, org pedo sdh pasti punya kecenderungan yg mengarah loli, tapi org yg punya kecenderungan loli blm tentu menjadi pedo.

    jadi kalo diibaratin dokter umum dan spesialis, pada dasarnya sama2 dokter hanya saja krn mengambil spesialis, mrk dikhususkan kpd penyakit tertentu, sama halnya seperti loli dan pedo menurut pemahaman gw, mrk sama sama loli hanya saja pedo dikhusukan kpd lolicon yg mengalami kelainan jiwa.

    mungkin om yuki yg ngakunya sbg penggiat hiburan jepang, bisa kasih masukan mengenai parameter/standar lolicon disini ?

    yes, empuknya sama
    uhuk...uhuk duuuh yg sdh pernah "grepe grepe"

    "telling lies is sometimes acceptable,
    when the truth is too difficult to believe"

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •