Results 1 to 20 of 99

Thread: Bahasa Mandarin

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    pelanggan tetap Parameswara Li's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    天京
    Posts
    1,093

    Talking Latar Belakang

    Latar Belakang Bahasa Mandarin

    Cina, salah satu negara tertua di dunia, yang terletak pada bagian timur benua Asia, di bagian barat pantai Samudera Pasifik adalah sebuah negara dengan wilayah yang luas yang dihuni oleh penduduk dengan jumlah yang sangat besar. Mempunyai luas kurang lebih 9,6 juta kilometer persegi. Negara ini dibagi menjadi 23 propinsi, 5 daerah otonomi, dan 3 kotamadya setingkat propinsi.

    Terdapat 56 suku bangsa yang mendiami negara tersebut. Namun secara garis besar, suku-suku bangsa itu digolongkan menjadi dua golongan besar, yaitu suku-suku bangsa Han, yaitu yang menurut data statistik resmi jumlahnya hampir 93% dari jumlah penduduk Cina, dan suku-suku bangsa minoritas (non Han).

    Bahasa-bahasa yang dipergunakan, juga terbagi atas bahasa-bahasa Han dan bahasa-bahasa Minoritas. Bahasa-bahasa minoritas, seperti Mongol, Tibet, Uighur, Miao, Yao, Korea, Zhuang, Naxi, Man, Gaoshan, dsb, merupakan bahasa-bahasa daerah yang digunakan oleh suku-suku bangsa minoritas tersebut. Walaupun demikian ada suku bangsa minoritas yang tidak mempunyai bahasa sendiri, yaitu suku bangsa Hui. Suku bangsa ini berbahasa Mandarin.

    Sedangkan yang disebut bahasa-bahasa Han adalah bahasa-bahasa yang termasuk dalam rumpun Sinitik yang diturunkan dari bahasa Cina kuno. Yaitu sebuah bahasa yang pada mulanya dipergunakan oleh masyarakat kuno yang berdiam di lembah Sungai Kuning / Huang He [ 黄 河 ]. Bahasa-bahasa Han ini sendiri masih terbagi atas dua bagian besar, yaitu bahasa Utara / Beifanghua [ 北 方 话 ] dan bahasa-bahasa Selatan / Nanfanghua [ 南 方 话 ].

    Sebagian besar dari suku bangsa Han tersebut, yaitu sekitar 67%, menggunakan bahasa Utara sebagai bahasa ibunya, sedangkan sisanya menggunakan bahasa-bahasa Selatan, yang juga disebut Fangyan [ 方 言 ], yang berarti dialek atau bahasa daerah. Baik Beifanghua, ataupun Fangyan ini sama-sama mempergunakan aksara Han, yang disebut Hanzi [ 汉 字 ], namun mempunyai lafal dan nada yang berbeda.

    Yang termasuk bahasa-bahasa Selatan ini diantaranya adalah bahasa Wu (Shanghai), bahasa Kejia (Hakka), bahasa Bei Min ( Hokkian Utara), bahasa Nan Min (Hokkian Selatan), bahasa Zhaojiu (Teochiu), bahasa Yue (Kanton), bahasa Hunan, dsb. Penyebaran Fangyan ini adalah di propinsi-propinsi di bagian tenggara dan selatan Cina. Perbedaan antara setiap fangyan ini sangat besar, sehingga di antara penutur dari masing - masing fangyan tersebut tidaklah dapat saling berkomunikasi bila penuturnya menggunakan bahasa masing-masing.

    Daerah bahasa Utara meliputi wilayah yang sangat luas, yaitu daerah-daerah utara dan tengah, juga beberapa propinsi di barat dan selatan seperti Yunnan, Sichuan, Guizhou. Berbeda dengan bahasa-bahasa selatan / fangyan yang satu sama lain sangat berbeda, dialek-dialek dalam bahasa utara tidak mempunyai perbedaan yang terlalu besar. Sehingga penutur satu dialek dari bahasa utara tetap dapat memahami lawan bicaranya yang memakai dialek lain yang juga termasuk bahasa utara.

    Di antara dialek-dialek bahasa utara ini, terdapat sebuah dialek, yaitu dialek daerah kota Beijing, yang kemudian dijadikan bahasa persatuan atau bahasa nasional seluruh Cina. Dialek Beijing yang diangkat menjadi bahasa nasional ini yang pada mulanya disebut Guoyu [ 国 语 ] (artinya bahasa negara atau bahasa nasional), kemudian disebut Putonghua [ 普 通 话 ], yang berarti bahasa umum. Di Taiwan (Republik Cina) istilah Guoyu masih digunakan hingga saat ini.

    Istilah Mandarin sendiri diberikan oleh orang-orang Barat untuk mengacu kepada pejabat-pejabat dinasti Qing (Mandaren / Pejabat Man). Dengan demikian istilah bahasa Mandarin mulanya ditujukan kepada bahasa yang digunakan oleh para pejabat tersebut. Pada waktu itu bahasa tersebut disebut Guanhua [ 官 话 ], yang berarti bahasa pejabat.
    Last edited by Parameswara Li; 21-08-2011 at 04:29 PM.

  2. #2
    pelanggan tetap Parameswara Li's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    天京
    Posts
    1,093

    Talking Transkripsi Fonetik dan Romanisasi

    Transkripsi Fonetik dan Romanisasi

    Transkripsi Fonetik adalah penggunaan labang-lambang atau huruf fonetik untuk mewakili bunyi-bunyi dari suatu bahasa. Sedangkan romanisasi, atau sering juga disebut latinisasi, adalah penggunaan huruf-huruf Roman/latin (Alphabet A-Z) untuk melambangkan bunyi suatu bahasa yang tidak memakai huruf latin sebagai catatan tertulisnya. Agar penutur suatu bahasa yang mempergunakan huruf latin sebagai simbol bunyi dalam bahasanya tersebut dapat lebih mudah mempelajari bahasa lain yang tidak berhuruf latin, maka latinisasi atau romanisasi ini mutlak diperlukan. Sehingga dapat juga dikatakan bahwa romanisasi/latinisasi adalah system transkripsi fonetik yang mempergunakan huruf latin sebagai lambang penulisan.
    Dalam bahasa Mandarin ini terdapat banyak sistem romanisasi yang telah dikembangkan. Diantaranya adalah Sistem Gwoyeu Romatzyh, Sistem Wade-Giles, Sistem Yale, dan Hanyu Pinyin, dsb. Saat ini yang digunakan secara resmi di RRC dan dunia internasional adalah Hanyu Pinyin. Oleh karena itu yang akan dibahas di sini hanyalah sistem tersebut. Sedangkan sistem-sistem lain akan disinggung secara sekilas apabila diperlukan sebagai bahan perbandingan.

    Sistem Wade-Giles

    Romanisasi Wade-Giles dikembangkan oleh Thomas Francis Wade (1818-1895). Sampai dengan tahun 1998, Wade-Giles adalah sistem utama yang digunakan dunia barat dalam melambangkan bunyi-bunyi dalam bahasa Mandarin. Saat ini di Taiwan sistem Wade-Giles masih dipergunakan untuk penulisan nama tempat, nama jalan, dan nama orang. Pada tahun 1988 pemerintah kota Taipei mengembangkan sistem baru yang merupakan modifikasi dari system Wade-Giles. Dalam system baru tersebut Taipei ditulis Taibei. Namun demikian di tempat lain di Taiwan (selain Taipei) system Wade-Giles masih digunakan.


    Sistem Yale

    Dikembangkan oleh Universitas Yale pada tahun 1950an dan 1960an sebagai alat Bantu untuk mengajarkan bahasa Mandarin dan Kanton kepada orang Amerika. Saat ini sudah jarang digunakan untuk transkripsi bahasa Mandarin di Amerika, namun masih dipakai dalam bahasa kanton.

    Sistem Gwoyeu Romatzyh

    Dirancang oleh Komite Romanisasi Bahasa nasional antara tahun 1926 dan 1928. Setelah itu sempat menjadi Sistem Romanisasi resmi bahasa mandarin di Cina. Pertama kali digunakan dalam Gwoin Charnyonq Tzyhuey (Guóyin Chángyòng Zìhuì – Kumpulan Kata-Kata Bahasa Cina Yang Sering Digunakan ) yang dipublikasikan tahun 1932. Sistem ini masih dipergunakan dalam buku pelajaran bahasa Mandarin yang dikeluarkan Gwoyeu Rhybaw di Taiwan. Ciri khas system ini adalah penggunaan ejaan yang berbeda untuk melambangkan nada yang berbeda.

    Sistem Hanyu Pinyin

    Hanyu Pinyin adalah system romanisasi resmi yang dipergunakan di Cina. Mula-mula dikembangkan di Uni Soviet pada tahun 1931 untuk digunakan oleh imigran Cina yang hidup di sana. Versi revisinya mulai diberlakukan di Cina pada tahun 1958.
    Di Cina Hanyu Pinyin digunakan untuk papan nama jalan, peta, merk, input pada keyboard computer, huruf Braille dalam bahasa Cina, Semaphore, dan banyak penggunaan lain seperti pada buku untuk anak-anak dan orang asing yang belajar bahasa Cina. PBB dan ISO (International Standards Organisation) memakai Hanyu Pinyin sebagai standar dalam romanisasi.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •