Quote Originally Posted by tuscany View Post
Latihan debat juga gak bisa semalam. Padahal undangan kan paling datang seminggu sebelumnya atau kurang. Intinya Denny dan Abu Janda dipaksa keluar dari zona nyaman mereka sebagai keyboard warrior.

Look at the other side. Mereka sekarang punya tempat manggung baru, yaitu TV nasional. Sebelumnya kan cuma skala medsos, sekarang berapa puluh/ratus ribu pasang mata mulai kenal nama dan wajah mereka. Nyari FBnya. Makin terkenal. Sama kayak Fahri Hamzah dan Fadli Zon yang terus ngoceh meski gak mutu. Yang penting kan terkenal dan dikenal. Sebodo amat mau reputasinya gimana itu bisa dipoles entar-entar oleh konsultan pencitraan.
reputasi / nama baik itu penting, terutama untuk publik speaking jaman now
perbedaan yg gw amati,
sehebat apapun karya seseorang kalo dia sdh di cap jelek oleh masyarakat, kebanyakan ga bisa berkembang
sejelek apapun perilaku seseorang kalo dia sudah dicap baik (pencitraan) org org akan mudah mentolerir/menerima



https://www.kompasiana.com/imamprase...an-karni-ilyas

- - - Updated - - -

Quote Originally Posted by ndableg View Post
kalo seword tuh sapa?
Felix siauw kan ustadz, mosok diadu sama denny siregar?
sebenarnya yg mau diadu sama tv one itu si abu janda vs felix
ini pinter2nya tv one aja melihat konten menarik, makanya sampe disiapin ring tinju di ILC
sebelum rame di ILC ini kan awalnya dari kasus pembubaran kajian felix di bangil oleh banser yg dipimpin abu janda.