yg kelas kakap awalnya juga bermula dari kelas teri dulu, jika banyak masyarakat yg menerima dan mengakui keberadaannya barulah mereka naik kelas.
kebetulan ILC mau menjadi media terlepas pamornya turun atau tdk, ini jadi kesempatan bagus utk kelas2 teri yg ingin menunjukkan kualitas perdana mereka.
yg berhasil berarti naik kelas, yg ga berhasil yah dibully
ini bukan soal menang-kalah, tapi soal bagaimana cara berargumen yg baik dan benar agar penonton dapat menerima argumen tersebut.
imo, yg dilakukan abu janda kemaren jelas fatal, blundernya besar banget...
dia ga ingin dipotong tapi ketika lawan mengeluarkan pendapatnya dia malah seenaknya main potong
yg lain serius, dia malah plonga plongo cengengesan sambil ngacung2kan tangan
pendapat dia ga sesuai dgn kapasitasnya, ibarat ada org bilang 1+1=2 dia ngeyel dan ngotot 1+1=3 merasa paling benar sambil sok sokan bilang punya sumber kredible dan bisa dipertanggung jawabkan
berita terbaru mengenai abu janda
http://makassar.tribunnews.com/2017/...etizen-traktir
"karena kalah debat dengan kokoh Felix.. maka bersama ini saya memutuskan untuk "gantung mic" pensiun dari dunia persilat lidahan eh maksudnya persilatan
adapun untuk mengisi masa pensiun ini, saya memutuskan untuk memulai usaha kuliner. saya namakan usaha Bakmi saya dengan nama orang yg mempensiunkan saya, sebagai pengakuan rasa salut saya
jadi buat para fans saya disini.. jangan lupa mampir, dijamin tidak akan kecewa karena bakmi saya lain daripada yg lain pakai resep spesial dari Timur Tengah yang bernama resep Turki Utsmani,
Jadi kokoh Felix boleh klaim jadi orang yg paling tahu soal Turki Utsmani.. tapi saya yakin saya satu-satunya orang Indonesia yang paling paham resep Bakmi Turki Utsmani.
felix kwetiau
felix suikiau
![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)





Reply With Quote