Iki opo tho, er??” tanya seorang kawan warga pendatang kepada saya, saat saya memperlihatkan foto ini.
Hehehe…inilah Jaring alias sebutan ‘olahan jengkol’ khas Samarinda. Sebelum saya melanjutkan review tentang ‘jaring ini (bukan jejaring sosial loh), saya akan infokan dulu harganya yang (bahkan menurut saya yang orang sini aja) MUAHAAALLL!!!! 1 porsi ‘jaring’ ini Rp. 6.000!! and guess what, meski di foto keliatan banyak, sebenarnya satu buntel plastik berharga 6rb ini, hanya berisi 7butir jengkol looohhh…. Mahal kaaann??? Tapi ya biarlah… udah LANGKA ini…
Beneran, yang jual emang udah sangat langka, yah selain si jengkol emang udah langka juga. Tapi herannya, makan ‘jaring’ ini rasanya kenyang bgt loh, nah kenapa ya?
Salah satu penjualnya ada di Jl. Antasari, di sekitaran kios-kios yang jualan Oleh-oleh Samarinda seperti amplang, dll. Cuma lapak kecil, buka mulai sekitar Jam 14.30 siang. Biarpun Jengkol, biarpun mahal, ‘Jaring’ ini banyak penggemarnya. Terbukti, ni lapak udah bertahan belasan tahun, dari saya kecil, dan seingat saya masih boleh beli Rp.500/porsi
Campuran dari menu ini adalah: keping-keping jengkol rebus yang ukurannya agak besar, saus khas ‘jaring Samarinda’, dan bubuk Lada yang cukup banyak. Saus Khas ini, terbuat dari santan kental & gula. Jadi rasa yang akan Anda nikmati dari menu ini, tentu saja, manis-gurih-rasajengkol-plus pedas lada. Bingung membayangkannya? Selamat mencoba saja yaa…