Ndak ada iklan, itu sebabnya. Pembeli/pembaca memang menurun drastis, tapi pada titik tertentu tetap masih ada pembaca loyal krn disini aspek "psikologis" ikut bermain, bukan se-mata2 aspek bisnis. Sedangkan penurunan (pemasang) iklan jauh lebih sadis, bisa sampai titik nol ndak ada iklan sama sekali, pertimbangan mereka (pemasang iklan) murni bisnis.

Itu tidak hanya berlaku untuk majalah melainkan semua media cetak,...tabloid, koran, dll pada kolaps.

*Bulan ini salah satu majalahku udah pamit ke pembaca sbg edisi terakhir, bulan depan udah modar ndak terbit lagi.