-
pelanggan
Kalau penduduk Indonesia yang telah memiliki hak pilih bisa berpikir secara rasional, tentu SMI bisa mengalahkan The Old Boys Club dengan telak pada 2014 nanti. Yang menjadi persoalan, banyaknya resistensi yang muncul kalau SMI mencalonkan diri.
Resistensi yang menurut saya akan muncul, misalnya :
1. Perempuan
Saya sendiri tidak mempermasalahkan jenis kelamin. Selama memiliki kemampuan memimpin dan manajerial, siapapun orangnya berhak mencalonkan diri menjadi, katakanlah, RI 1. Tetapi kita ingat ketika Megawati Soekarnoputri menggantikan Abdurrahman Wahid. Banyak nada "miring" yang menyatakan bahwa kepemimpinan perempuan tidak sesuai dengan dogma golongan tertentu. Melihat tingkah laku yang semakin aneh dari kelompok berjubah putih belakangan ini, saya takutnya kepemimpinan SMI justru menjadi kontraproduktif.
2. Kawan dan Lawan
Orang yang biasanya melakukan perubahan, akan mendapatkan musuh yang banyak. Terutama pihak-pihak yang kepentingannya terganggu. SMI sempat "berhadap-hadapan" dengan pengusaha berdagu lebay mengenai persoalan pajak (lawan). Akhirnya, dia malah justru dikorbankan oleh si Jenderal (awalnya kawan) yang kepemimpinannya sudah tertolong berkat kemampuan SMI. Ujung-ujungnya, dia memiliki lawan politik yang banyak. Dengan sistem presidensial, sebenarnya hal ini tak terlalu menjadi masalah. SMI, katakanlah kalau menjadi presiden, memiliki mandat penuh untuk menjalankan amanat rakyat. Tak perlu ada koalisi "ngehe" macam Sekretariat Gabungan si Jenderal itu. Tapi, perkiraannya, ya pasti akan banyak konflik di tataran elit.
3. Neoliberalisme
SMI sering disebut-sebut sebagai antek dari IMF beserta turunannya. Termasuk World Bank, Asian Development Bank, WTO dan semua institusi yang dianggap oleh para aktivis anti-globalisasi sebagai bagian dari Washington Consensus. Meski demikian, saya sendiri ragu kalau SMI mau mengadopsi begitu saja kepentingan asing di Indonesia. Kalau dia memang seperti itu, negara ini sudah diprivatisasi semenjak dia menjadi Menteri Keuangan. Bahkan kalau perlu dia berkoalisi dengan si dagu lebay. Pada kenyataannya, dia justru ingin membuat pemasukan kas negara bertambah dengan memaksa pengemplang pajak membayar kewajibannya. Apakah itu yang disebut dengan "antek Amerika" ?
Meski demikian, Indonesia ini bangsa yang pelupa. Katakanlah SMI telah tercoreng namanya karena kasus Century. Tapi di tahun 2014 nanti, orang-orang pasti sudah lupa dengan isu yang sempat menyita perhatian itu. Sekarang saja sudah tidak ada yang mau tahu dengan perkembangan kasus Century. Malah asik dengan Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari.
(kok ya selangkangan orang diurus, tapi korupsi didiemin)
(kok ya SMI dibuang, si dagu lebay malah dipiara)
(ah, I know you so well. I HEART YOU SMI)
Tags for this Thread
Posting Permissions
- You may not post new threads
- You may not post replies
- You may not post attachments
- You may not edit your posts
-
Forum Rules