mekanisme kerja Vaksin bukan begitu, bu. Sepertiini kutipannya:.., sebenarnya praktek vaksinasi atau imunisasi bisa di analogikan terhadap kondisi sosial masyarakat, yaitu ketika kita ingin mengetahui ketahanan atau daya tahan suatu kampung terhadap premanisme dilakukan dengan cara mengirim preman terlatih di kampung tersebut. Bila daya tahan kampung itu baik, maka preman itu bisa di usir dan di lumpuhkan. tapi bila pertahanannya kurang baik preman tersebut akan mendekam/ berdiam diri menunggu reaksi. Celakanya bila suatu ketika pertahanan kampung itu buruk, bahkan banyak bibit-bibit preman, maka preman yang dikirim bisa dengan mudah mempengaruhi bibit preman dan bekerja sama merusak kampungnya sendiri. Wallahu a'lam.
kata Giku, Imunisasi memperkenalkan "bibit penyakit"
yang telah dilemahkan kepada tubuh, sehingga
tubuh membangun anti-bodi sehingga tubuh 99,99%
akan kebal terhadap penyakit tersebut. Setiap kali
bibit penyakit itu masuk, tubuh akan mengenali dan
anti-body yang ampuh siap membela tubuh.
Apakah ibu mengenal Meningitis? Di Indonesia cukupaku mau PD untuk tidak memberi imunisasi kepada bayiku yang datang kemudian nanti, Insya Allah. Cukup ASI ekslusif dan diteruskan sampai 2 tahun. Berusaha hidup sehat, PD aja, utamanya, berdo'a... Insya Allah. Rasulullah aja g di imunisasi... cukup ASI!
jarang terjadi, sehingga boleh dikatakan kita tidak
punya cara untuk mendapatkan kekebalan terhadap
meningitis selain lewat vaksinasi. Salah satu korban
adalah Giscka putri Dewi Yull.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



Reply With Quote
