KELAKUAN PALES TAI HINA

news.detik.com/internasional/1823176/duh-gadis-palestina-dikurung-ayahnya-di-kamar-mandi-selama-10-tahun

Duh! Gadis Palestina Dikurung Ayahnya di Kamar Mandi Selama 10 Tahun

Ramallah - Sungguh malang. Seorang gadis Palestina dikurung ayahnya di dalam sebuah ruangan sempit dan gelap selama 10 tahun terakhir. Untungnya dia berhasil bebas saat usianya menginjak 20 tahun.

Baraa Melhem (20), nama gadis tersebut, berhasil dibebaskan oleh Kepolisian Palestina yang ada di Kota Qalqiliya, Tepi Barat, pada Sabtu (21\/1) waktu setempat. Tepatnya setelah salah seorang kerabatnya melapor kepada polisi soal kondisi yang dialami Melhem.

Bisa menghirup udara segar dan kembali melihat matahari setelah nyaris 1 dekade dikurung oleh sang ayah, Melhem mengaku bahagia. "Saya bahagia sekarang. Hidup saya baru saja dimulai," ucapnya seperti dilansir oleh Daily Mail<\/em>, Selasa (24\/1\/2012).

Melhem menuturkan, selama dikurung, dirinya sering dipukuli oleh sang ayah dengan kabel listrik dan tongkat. Dia hanya diperbolehkan keluar saat tengah malam untuk melakukan pekerjaan rumah tangga. Setiap hari, Melhem juga hanya diberi sebuah apel sebagai makanannya.

Sang ayah kandung, Hassan Melhem (49) dan ibu tirinya hanya memberikannya sehelai selimut dan sebuah silet. Kedua orangtuanya bahkan mendorong Melhem untuk bunuh diri dengan silet tersebut. Melhem ingin kabur, namun sang ayah selalu mengancam akan memperkosa dan membunuhnya.

"Saya tidak membenci ayah saya. Tapi saya benci dengan perlakuannya terhadap saya. Kenapa dia melakukan hal ini kepada saya? Saya tidak mengerti," ucapnya.

Juru bicara Kepolisian Palestina, Adnan Damiri menuturkan, kondisi Melhem sangat menyedihkan saat ditemukan. Dia hanya mengenakan selimut. Pakaian yang dikenakan pun sudah sangat usang dan tak layak pakai. Dia ditemukan dalam sebuah kamar mandi sempit dengan ukuran sekitar 1x1 meter dengan jendela sangat kecil.

Ketika dibawa keluar rumah, Melhem pun merasa sangat silau dengan sinar matahari. Maklum saja, sudah 10 tahun dia tidak melihat matahari secara langsung. "Apakah itu matahari? Apakah itu matahari yang saya mimpikan selama ini?" tanya Melhem kepada polisi yang mendampinginya.

Melhem mulai dikurung sang ayah setelah dirinya kabur dari rumah pada usia 10 tahun. Polisi menemukannya dan membawanya kembali ke rumah. Sang ayah lantas memaksanya untuk menandatangani pernyataan bahwa dirinya tidak ingin kembali ke sekolah.

Saat ini, Melhem tinggal bersama ibu kandungnya, Maysoun di Yerusalem. Melhem mengaku sangat bahagia dengan rumah barunya. Dan kini, ia pun memiliki kamar dan kasur sendiri. "Ini adalah surga. Jika Anda selalu bebas selama ini, Anda tidak akan menghargainya. Tapi bagi seseorang seperti saya, yang merasakan pahitnya dikurung, ini adalah surga," tandasnya.

Orangtua Melhem bercerai ketika usianya menginjak 4 tahun. Sang ayah mendapatkan hak asuh atasnya, sedangkan sang ibu tinggal terpisah dengannya. Melhem pun tinggal bersama sang ayah kandung dan ibu tirinya. Kini, keduanya telah ditahan.

VERSUS

KELAKUAN ROH HINA

nasional.news.viva.co.id/news/read/402823-pengungsi-rohingya-di-medan-bentrok-8-tewas

Pengungsi Rohingya di Medan Bentrok, 8 Tewas
Bentrok ini diduga dipicu oleh perselisihan antar pengungsi.

Oleh : Hadi Suprapto, Harry Ondo Saragih (Medan)

Korban kekerasan mengambil air di kamp pengungsian, Selasa 30 Oktober lalu. (Reuters/Soe Zeya Tun)

VIVAnews - Bentrokan antara pengungsi Rohingya pecah di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan, di Belawan, Sumatera Utara, Jumat dini hari, 5 April 2013. Akibat kejadian itu 8 tewas, dan 15 lainnya luka-luka.

"Semuanya sudah di bawa ke Rumah Sakit," kata Plh Kepala Rudenim Yusup Umardani. "Semua warga Myanmar."

Delapan korban meninggal dunia dalam bentrokan itu, yakni Aye Min (23), Myi Co (20), Aung Thu Win (24), Aung Than (44), Min Min (24), Win Tun (32), Nawe (23), dan Sam Iwin (45).

Yusuf mengatakan, bentrok itu diduga dipicu oleh perselisihan antar pengungsi yang sudah ada sejak di negaranya. Sebab sejak berada di Rudenim, para pengungsi kerap terlibat adu mulut

"Korban yang terlibat bentrokan sudah dibawa ke kantor polisi," katanya.

Warga suku Rohingya menjadi sorotan dunia akibat terjadinya penindasan di negeri asal mereka, Myanmar. Menurut laporan Badan Hak Asasi Manusia PBB, setidaknya 78 warga Rohingya dilaporkan tewas sejak kerusuhan pecah pada Mei 2012. Selain itu, 1.200 orang lainnya dinyatakan hilang dan 80 ribu orang mengungsi di sekitar Kota Sittwe dan Maungdaw.

Pemerintah Myanmar menolak mengakui keberadaan etnis Rohingnya yang dianggap sebagai imigran ilegal. Jumlah warga Rohingnya yang semula 7 juta jiwa, diperkirakan hanya tersisa 800 ribu jiwa di Provinsi Rakhine, Myanmar. Setidaknya 200 ribu lebih melarikan diri dan hidup di Bangladesh. Namun, di Bangladesh, status mereka lagi-lagi tidak diakui.

Ini menyebabkan banyak pengungsi dari suku Rohingya yang mencoba masuk ke negara lain di Asia tenggara, termasuk Indonesia. (sj)

gile, kagak ama musuh malah jeruk makan jeruk

---------- Post Merged at 10:40 AM ----------

harusnya pas udah bertingkah gak karuan kayak gitu kagak usah dibantuin lagi, kek Muhammad yg dulu ngehina Jokowi trus abis itu ngelakuin kasus pelecehan anak, si Fadli Zon jadi ogah ngebantuin Muhammad : metro.sindonews.com/read/1123167/170/fadli-zon-ogah-berikan-advokasi-untuk-arsyad-1468404575

sama jg kek Rohingya & Palestina, udah bermasalah ama Israel & Myanmar, giliran pas bikin ngaco cem ngebir, nyabu trus urakan kek diatas mending gak usah dikasih bantuan