Dear all,

Ini cerita singkat tentang asal muasal bagaimana kami menjadi sering menyambangi panti tsb.
Saya tahu kebaikan tidak untuk dipamerkan. Sebenarnya kami melakukan ini semua adalah sebentuk ucap syukur. Bermula dari anakanak muda yang pingin melakukan baksos tapi tidak di Jakarta karena kami sudah jenuh dengan macetnya kota Jakarta. *Itu sebelum Bandung macet kayak sekarang ini yak*

2008 kami menginap di rumah kandalf, malam itu browsing2 dan dapatlah beberapa alternatif panti. Akhirnya kami memutuskan untuk survey ke sana hanya berbekal peta saja. Ya karena kami bukan orang Bandung semuanya.

copas Reportase, 06 May 2008 11:08 am

Selesai dari tempat Bunbun (salah satu member ayah kopimaya, err kayaknya di kopimaya dia juga ada nick *lupa*) lalu kami survey ke Panti Asuhan.
Parkirnya di Carrefour Braga. Tempatnya masuk gang. Ketika melintasi Panti Asuhan itu, wuiih dari luar tempatnya ngenes.

"Mantab! Ini aja gimana temanteman?" tanyaku.
Semuanya menganggukkan kepala.
Karena tidak mungkin kami semua berbondongbondong masuk maka hanya 3 perwakilan aja. Saya, Chan, niesa.
Sampai di depan pintu, semua anakanak langsung beringsut keluar menyapa kami. Mengajak salaman satu demi satu. Wedewww...

Lalu kami dipersilahkan duduk di sebuah kursi, ada 3 kursi. Lelaki yang jaga itu lalu memanggil seorang ibu untuk menemui kami. Ibu itu tugasnya hanyalah memasak makanan untuk anakanak nyang tinggal di situ. Kabarnya ada sekitar 40an anak dan kesemuanya sekolah. Dari SD, SMP, STM atau SMA.
Katanya, "Dulu sebelum di-dak/di-cor atasnya, anakanak selalu kehujanan karena banyak yang bocor."

"Ini rumah kontrak ya bu?"
"Iya, bapak yang kontrak."
"Sudah berapa lama tinggal di sini?"
"Empat tahun."
"Kirakira kebutuhannya apa aja ya bu? Kami bermaksud akan datang lagi ke sini.. blablabla soon."
*Kami lalu menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan kami.*

"Wah.. itu yang tahu bapak, saya cuman disuruh jaga rumah ini aja."
Lalu kami mendapatkan nomer telpon si bapak, dan setelah mengisi buku tamu dan mendapatkan selembar kertas serta informasi. Lalu kami pamit pulang.
Saya sempat mengamati, lantainya sudah dikeramik. Setidaknya sudah jauh lebih layak meskipun dindingnya masih tambaltambalan ada tembok tapi juga ada triplek. Lalu pintu yang mungkin hanya bisa nyaris disebut sebagai pintu. Ada sebuah televisi, sementara kami ngobrol dengan si ibu penjaga rumah, anakanak melihat televisi dengan tertib. Sebagian duduk di kursi tapi lebih banyak lagi anakanak duduk di lantai. Barangkali ukuran luas bangunan itu 5x5m dan bangunan ditingkat. Di bagian belakang agak sedikit kelihatan dapur dan karduskardus entah isinya apa. Tak lama kemudian kami semua pamit. Pulang dengan membawa sekepal rencana untuk kedatangan kami yang kedua kalinya di tempat itu.


ini kamarnya panti putri ada di atas, kala itu yah di tahun 2008. Sedangkan yang cowok ada di bawah.

Kalau sekarang panti putri sudah terpisah lokasi. Rabu, 15 September 2010 kami sempat bikin acara di Panti Putri.