Page 9 of 12 FirstFirst ... 7891011 ... LastLast
Results 161 to 180 of 240

Thread: Kopi maut

  1. #161
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Saya sarikan saja dari http://www.hukumonline.com/berita/ba...opi-bersianida

    Dalam keterangannya sebagai ahli, Eva mengungkapkan teori fisiognomy yakni ilmu firasat wajah atau ilmu membaca karakter seseorang lewat wajah. Teori ini dicetuskan Cesare Lombroso, warga Italia yang hidup pada abad ke-19. Nama Lombroso sangat dikenal dalam diskusi-diskusi tentang kejahatan dan tipikal penjahat. Lombroso, yang juga mendirikan Sekolah Kriminolog Italia mengatakan bahwa untuk mengetahui seseorang memiliki perilaku jahat dapat dilihat dari bentuk fisik seseorang.

    Untuk mencari hubungan antara fisik dan perilaku kejahatan, pada zamannya Lombroso melakukan pengujian terhadap penjahat yang ada di penjara. Atas pengujian tersebut, Lombroso menemukan ciri-ciri fisik yang berpotensi melakukan tindakan criminal. Menurut Lombroso, lanjut Eva, para penjahat adalah mahkluk-mahkluk yang terpilih, yang mengalami kemunduran dari manusia modern menjadi primitif. “Lombroso dikenal dalam ilmu kriminologi, tetapi bukan karena teorinya melainkan karena metodenya,” kata Eva.

    Lombroso membuat 13 ciri fisik seseorang yang cenderung melakukan kejahatan. Diantara ciri fisik tersebut adalah muka asimetris, bibir tebal, dan hidung pesek. Bakat jahat yang dimiliki oleh seseorang menurut Lombroso, tidak dapat dipindahkan atau dipengaruhi. Bakat jahat diperoleh dari kelahiran yaitu diwariskan.

    Namun seiring berjalannya waktu, teori fisiognomi Lambroso mendapat kritik yakni meski kejahatan diperoleh melalui genetika, namun perkembangan kejahatan dipengaruhi oleh lingkungan. Atas kritik tersebut, lanjut Eva, Lambroso merevisi teorinya dan membagi tiga jenis penjahat.

    Pertama, born criminal yaitu bakat jahat yang ada sejak lahir terdapat pada sepertiga dari jumlah seluruh penjahat. Kedua, insane criminal, yakni bukanlah penjahat sejak lahir, mereka lahir disebabkan oleh penyakit jiwa dan perubahan di dalam otak mereka yang terganggu. Ketiga, criminaloid yakni golongan terbesar penjahat yang terdiri dai orang-orang yang tidak memiliki ciri fisik yang khas, tidak memiliki sakit jiwa yang nampak, akan tetapi susunan mental dan emosional sedemikian rupa sehingga dalam keadaan tertentu mereka dapat melakukan perbuatan yang sangat kejam dan jahat.

    Teori ini, lanjut Eva, tidak bisa dijadikan sebagai acuan untuk menentukan seseorang penjahat atau bukan. Apalagi teori ini sudah sangat tua dengan metode perenungan dan sudah jarang dipakai, yang menjadi bagian dari antropolgi fisik. Dalam hal ini, Eva lebih sepakat menggunakan sosiologi kriminologi untuk mengkaji beberapa kasus kejahatan. Eva sepakat jika perbuatan kejahatan juga dipengaruhi oleh lingkungan dan menganalisis data makro, bukan mikro. Sementara hasil akhir dari ilmu kriminologi adalah menemukan motif, bukan menentukan seorang penjahat.

    .....

    Eva tak mambantah teori ini bisa dipakai untuk menganalisis sebuah kejahatan, atau menganalisis potensi seseorang untuk melakukan kejahatan. Namun lagi-lagi ia menegaskan bahwa fisiognomi tidak bisa menjustifikasi seseorang adalah penjahat. Apalagi, jelas Eva, penggunaan statistik dalam analisis ilmu kriminologi sangat kental. Statistik menjadi penting untuk validitas, bukan seseuatu yang sederhana yang didasarkan pada asumsi. Menganalisis beberapa kasus menjadi penting untuk menemukan suatu gejala.

    ....

    Selain itu, Eva menjelaskan bahwa ilmu kriminologi hanya ilmu yang membantu dalam sebuah peristiwa kejahatan. Setiap pendekatan yang dipakai akan mengeluarkan hasil yang berbeda juga. Untuk kriminolog, hasil akhirnya adalah menemukan motif dan merumuskan hal-hal pencegahan. Jika dibanding dengan saat ini, fisiognomi serupa dengan dunia ramalan atau horoscope.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  2. #162
    pelanggan setia neofio's Avatar
    Join Date
    Dec 2013
    Posts
    2,690
    bayaran pengacara jesica, brapa ya? diatas 1m?

  3. #163
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    http://news.detik.com/berita/d-33024...647.1468792361

    Guru Besar Psikologi UI Profesor Sarlito Wirawan Sarwono mengkritisi tim pengacara Jessica Kumala Wongso yang dianggapnya hanya ingin mengadu domba argumentasi saksi ahli yang dihadirkan di persidangan. Menurutnya, tim pengacara tak berniat untuk berargumentasi tentang kasus itu sendiri.

    "Upaya-upaya dari penasihat hukum bukan melakukan argumentasi tentang kasus, tapi mencoba mengadu domba antara ahli yang satu dengan ahli yang lain," kata Sarlito saat menggelar jumpa pers di Hotel Dharmawangsa, Jl Dharmawangsa Raya, Jakarta Selatan, Selasa (20/9/2016).

    Sarlito mengatakan, para pengacara Jessica yang tidak menguasai ilmu dari tiap saksi-saksi ahli yang dihadirkan, seolah-olah lebih pintar. Ia pun mengibaratkan tim pengacara seakan-akan seperti profesor yang tengah menguji muridnya.

    "Penasihat hukum ini masuk pertanyaan kepada teknik-teknik yang sangat detail yang dikuasai oleh ilmu tertentu, tapi bukan dia yang menguasai ilmu itu. Saya pernah ditanya tentang statistik, beliau tidak pernah belajar statistik tapi ingin berdebat dengan saya tentang statistik," ujar Sarlito.

    "Atau ketika dengan Ibu Ratih (ahli psikologi Antonia Ratih Andjayani-red) terkait metode pembuktian uji klinis, sebenernya beliau tidak pernah mengetahui itu, mengorek seakan-akan beliau profesor yang sedang menguji. Kira-kira kurang elok lah," jelasnya.

    Sarlito menggelar jumpa pers ditemani Guru Besar Kriminologi UI Ronny Rasman Nitibaskara. Sarlito dan Ronny merupakan dua saksi ahli yang dihadirkan jaksa di persidangan Jessica Kumala Wongso.

    Sarlito menambahkan, secara pribadi ia kurang sreg jika sidang disiarkan secara besar-besaran. Boleh terbuka, namun terbatas terbuka hanya untuk mereka yang hadir di persidangan saja.

    "Sebetulnya, menurut saya pribadi, sebuah sidang secara terbuka melalui media massa ditonton oleh semua orang. Seharusnya walaupun terbuka tetap hanya untuk yang hadir saja, jadi tidak untuk disiarkan secara nasional seperti itu," ungkapnya.

    Prof Ronny: Saya Seperti Mahasiswa Ingusan

    Guru Besar Kriminologi UI Profesor Ronny Rasman Nitibaskara juga pernah bersaksi di kasus Jessica Kumala Wongso pada 1 September 2016 lalu. Ronny memberikan keterangan sebagai saksi ahli kriminologi yang dihadirkan tim jaksa penuntut umum.

    Hampir tiga minggu berselang, Ronny bercerita mengenai apa yang ia rasakan saat itu. Ia merasa seperti mahasiswa ingusan yang tengah diuji seorang guru besar.

    "Kehadiran saya sebagai saksi ahli, itu rasanya seperti saya itu adalah mahasiswa yang ingusan. Diuji oleh guru besar, yang menanyakan sampai detail. Tapi karena saya pribadi sudah terbiasa menguji, saya anggap semua pertanyaan bisa saya jawab," kata Ronny di tempat yang sama.

    "Adalah tidak etik para penasihat hukum kemudian melakukan bentak-bentak, marah dan sebagainya. Itu tidak ada di luar negeri seperti itu," jelasnya.

    Ronny justru kemudian coba menebak-nebak gestur dari penasihat hukum Jessica, khususnya Otto Hasibuan. Menurutnya, meski terlihat cerdas dan tenang, namun Otto tak dapat menyembunyikan perasaan cemasnya.

    "Melihat spesial gestur dari penasihat hukum itu, saya juga bisa menilai. Misalnya, terus terang saja, Pak Otto itu orangnya luar biasa cerdas, pintar menggiring dan pintar mengendalikan diri, dari wajahnya itu. Tapi di balik itu, sebaliknya, saya sebagai orang yang mempelajari gestur, yang mempelajari kecemasan-kecemasan, dia cemas juga," tutur Ronny.

    "Kita lihat di sidang itu, dilawankan ke saksi yang tangguh, tentu saja dia akan cemas. Di mana cemasnya? kecemasan orang seperti Otto itu, terlihat dalam bibirnya. Bibirnya selalu rapat dia, begitu pertanyaan-pertanyaan memojokan terdakwa, mulutnya mulai masuk sedikit. Tiap orang lain-lain cemasnya," ungkapnya.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  4. #164
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by neofio View Post
    bayaran pengacara jesica, brapa ya? diatas 1m?
    Kalo kasus "menarik perhatian" sebesar ini malah ada kemungkinan ga bayar mob, atau kecil, palingan bayar para saksi aja, tapi ga tahu juga

    ---------- Post Merged at 07:31 AM ----------

    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    http://news.detik.com/berita/d-33024...647.1468792361

    Guru Besar Psikologi UI Profesor Sarlito Wirawan Sarwono mengkritisi tim pengacara Jessica Kumala Wongso yang dianggapnya hanya ingin mengadu domba argumentasi saksi ahli yang dihadirkan di persidangan. Menurutnya, tim pengacara tak berniat untuk berargumentasi tentang kasus itu sendiri.

    "Upaya-upaya dari penasihat hukum bukan melakukan argumentasi tentang kasus, tapi mencoba mengadu domba antara ahli yang satu dengan ahli yang lain," kata Sarlito saat menggelar jumpa pers di Hotel Dharmawangsa, Jl Dharmawangsa Raya, Jakarta Selatan, Selasa (20/9/2016).

    Sarlito mengatakan, para pengacara Jessica yang tidak menguasai ilmu dari tiap saksi-saksi ahli yang dihadirkan, seolah-olah lebih pintar. Ia pun mengibaratkan tim pengacara seakan-akan seperti profesor yang tengah menguji muridnya.

    "Penasihat hukum ini masuk pertanyaan kepada teknik-teknik yang sangat detail yang dikuasai oleh ilmu tertentu, tapi bukan dia yang menguasai ilmu itu. Saya pernah ditanya tentang statistik, beliau tidak pernah belajar statistik tapi ingin berdebat dengan saya tentang statistik," ujar Sarlito.

    "Atau ketika dengan Ibu Ratih (ahli psikologi Antonia Ratih Andjayani-red) terkait metode pembuktian uji klinis, sebenernya beliau tidak pernah mengetahui itu, mengorek seakan-akan beliau profesor yang sedang menguji. Kira-kira kurang elok lah," jelasnya.

    Sarlito menggelar jumpa pers ditemani Guru Besar Kriminologi UI Ronny Rasman Nitibaskara. Sarlito dan Ronny merupakan dua saksi ahli yang dihadirkan jaksa di persidangan Jessica Kumala Wongso.

    Sarlito menambahkan, secara pribadi ia kurang sreg jika sidang disiarkan secara besar-besaran. Boleh terbuka, namun terbatas terbuka hanya untuk mereka yang hadir di persidangan saja.

    "Sebetulnya, menurut saya pribadi, sebuah sidang secara terbuka melalui media massa ditonton oleh semua orang. Seharusnya walaupun terbuka tetap hanya untuk yang hadir saja, jadi tidak untuk disiarkan secara nasional seperti itu," ungkapnya.

    Prof Ronny: Saya Seperti Mahasiswa Ingusan

    Guru Besar Kriminologi UI Profesor Ronny Rasman Nitibaskara juga pernah bersaksi di kasus Jessica Kumala Wongso pada 1 September 2016 lalu. Ronny memberikan keterangan sebagai saksi ahli kriminologi yang dihadirkan tim jaksa penuntut umum.

    Hampir tiga minggu berselang, Ronny bercerita mengenai apa yang ia rasakan saat itu. Ia merasa seperti mahasiswa ingusan yang tengah diuji seorang guru besar.

    "Kehadiran saya sebagai saksi ahli, itu rasanya seperti saya itu adalah mahasiswa yang ingusan. Diuji oleh guru besar, yang menanyakan sampai detail. Tapi karena saya pribadi sudah terbiasa menguji, saya anggap semua pertanyaan bisa saya jawab," kata Ronny di tempat yang sama.

    "Adalah tidak etik para penasihat hukum kemudian melakukan bentak-bentak, marah dan sebagainya. Itu tidak ada di luar negeri seperti itu," jelasnya.

    Ronny justru kemudian coba menebak-nebak gestur dari penasihat hukum Jessica, khususnya Otto Hasibuan. Menurutnya, meski terlihat cerdas dan tenang, namun Otto tak dapat menyembunyikan perasaan cemasnya.

    "Melihat spesial gestur dari penasihat hukum itu, saya juga bisa menilai. Misalnya, terus terang saja, Pak Otto itu orangnya luar biasa cerdas, pintar menggiring dan pintar mengendalikan diri, dari wajahnya itu. Tapi di balik itu, sebaliknya, saya sebagai orang yang mempelajari gestur, yang mempelajari kecemasan-kecemasan, dia cemas juga," tutur Ronny.

    "Kita lihat di sidang itu, dilawankan ke saksi yang tangguh, tentu saja dia akan cemas. Di mana cemasnya? kecemasan orang seperti Otto itu, terlihat dalam bibirnya. Bibirnya selalu rapat dia, begitu pertanyaan-pertanyaan memojokan terdakwa, mulutnya mulai masuk sedikit. Tiap orang lain-lain cemasnya," ungkapnya.
    Lah emangnya dia ngarep pihak pembela manut2 dan setuju aja ketika dia "menyerang" pihak terdakwa,tipikal indo ga bisa menyerang argumen, nyerang personal atau playing victin, logika yg aneh
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  5. #165
    pelanggan Casanova Love's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    451
    Nah, mengapa physiognomy itu dikategorikan sbg 'pseudo-psychology' alias psikologi semu?

    Sekilas memang terkesan scientific,
    Si pencetus teori ini melakukan penelitian kpd populasi orang-orang dalam penjara, yg sudah terbukti mlakukan kriminalitas.
    Maka dari penelitiannya itu, dia membuat teori mengenai karakteristik fisik orang-orang kriminal.

    Tp ptanyaannya, apakah si pencetus teori itu juga mlakukan penelitian kpd orang-orang non-kriminal (yg tidak dipenjara dan tidak akan dipenjara) utk membuktikan:
    -Adakah orang-orang non-kriminal juga ternyata punya tipikal wajah yg sekategori dg para kriminal dan brapa banyak?
    -Apakah orang-orang non-kriminal punya tipikal wajah yg berbeda dg para kriminal? Spt apa tipikalnya?
    -Apakah para hakim punya tipikal wajah tertentu? Apakah polisi juga? Apakah jaksa juga? Apakah pedagang juga?

    Itu kan ngga dilakukan.

    Krn metodenya hanya ditujukan pd sekelompok populasi saja, maka dia ngga bisa diperlakukan sbg sains yg universal dan tidak bisa dgunakan sbg prediktor.

    Misalnya nih,
    Anggaplah di populasi penjara berisi majority orang-orang dg bibir tebal dan hidung pesek.
    Maka dibuatlah teori bhw orang-orang bibir tebal dan hidung pesek itu karakteristik kriminal.

    Skrg ptanyaan counter-nya adalah:
    Di luar penjara, ada brapa banyakkah orang-orang dg bibir tebal dan hidung pesek ternyata tidak pernah berbuat kejahatan?

    Andai dilakukan penelitian (ini ngga pernah dilakukan, just andai aja) lalu ditemukan bhw ada 200juta orang dg bibir tebal dan hidung pesek yg tidak pernah jadi kriminal, kmudian anggaplah kita bandingkan dg 20juta orang dg bibir tebal dan hidung pesek yg jadi kriminal,
    Bukankah teori bhw bibir tebal dan hidung pesek sbg prediktor kriminalitas menjadi gugur dg sendirinya?

    Itulah makanya physiognomy tidak bisa digunakan sbg prediktor krn teori ini tidak kredibel scr statistik.

    -----

    Kl saya pergi ke rumah sakit, kmudian saya teliti di situ dan temukan bhw 80% orang sakit di situ punya jari-jari tangan yg bantet,
    Apakah bisa saya simpulkan bhw jari tangan bantet itu prediktor yg signifikan utk terkena penyakit yg harus di opname di RS?

    Kan ngga.
    Saya harus meneliti dulu berapa populasi semua orang berjari bantet dan brapa diantara mreka yg pernah masuk RS.
    Jikalau proporsinya hanya 5% brarti temuan saya tidak valid.

    Anggaplah jika proporsinya 80%, maka saya baru bisa mngatakan ada korelasi.

    Utk mngatakan bhw korelasi itu bersifat kausal, saya butuh penelitian kontrol dg mhilangkan faktor-faktor lain sampai saya bisa mmastikan bhw yg saya ukur hanya jari bantet.

  6. #166
    pelanggan Casanova Love's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    451
    Guys, just info yg krg penting...saya ini dari background psikologi,
    Skrg kerja sbg HR di perbankan. Dulu saya memulai pkerjaan sbg rekrutmen shg saya spend much time sbg profiler (tukang baca orang).

    Saya agak sebal dan gemes bhw persidangan jessica ini jadi ajang tarung para psikolog.
    Psikolog yg satu diadu dg psikolog lain.
    Ini saya sesalkan krn kredibilitas dari profesi psikolog itu bisa jadi ptanyaan di kalangan masyarakat (yg memang sudah dipertanyakan oleh masyarakat).

    Kl saya menyimak argumen dari masing-masing ahli psikologi,
    Maka saya personally condong kpd saksi ahli yg dihadirkan oleh kuasa hukum, bukan krn saya bela jessica atau mrasa jessica ngga bersalah, tp krn mreka menunjukkan kelemahan argumen pihak jaksa, bhw apa yg disimpulkan saksi ahli jaksa itu bersifat asumtif, tidak ada pengukuran statistik yg kuat utk mnopang ksimpulan tsb.

    Stau saya, saksi ahli psikolog biasanya fokus pd aspek kepribadian tersangka.
    Apa sih tipe kepribadiannya bdsk pengukuran yg lazim dilakukan di psikologi (krn mnggunakan alat ukur yg lazim dan terstandar, maka bahasanya akan seragam, dg bgitu semua saksi ahli psikolog punya basis data yg sama).

    Dari tipe kepribadian tsb, apa sih tendensi perilakunya dan apakah ybs potensial mlakukan tindakan tertentu.
    Cukup itu saja.
    Jadi opini profesional bdsk hasil diagnosa kepribadian tersangka.
    Metodenya induktif.

    Nah, tendensi ini kmudian diperkuat dg bukti-bukti/saksi-saksi di TKP.

    Knp juga jadinya coba-coba mengasumsikan perilaku bdsk apa yg dilihat di cctv.
    Kl kantong di taruh di atas meja maka kmungkinan dia mau apa,
    Kl nunggu ngga sambil maen hp maka kmungkinan dia mau apa.
    Knp jadinya deduktif, liat perilaku satuan-satuan, kmudian mengartikan prilaku satuan-satuan tsb.
    Itu semua bisa dibantah krn mrupakan opini pribadi bdsk pengalaman/kebiasaan, bukan bdsk science psikologi yg mngandalkan penelitian berbasis statistik.
    Malah dg mengartikan perilaku satuan-satuan ini, kesannya saksi ahli sudah punya judgment bhw seseorang bersalah, kmudian mencari-cari perilaku satuan-satuan yg bisa mnunjukkan bhw dia bersalah.

    Kesannya jd kaya sherlock holmes....apa kbanyakan nonton film-film detektif masa kini.

    Ini mnrt saya aja...
    Last edited by Casanova Love; 21-09-2016 at 12:31 PM.

  7. #167
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Jujur gw bukan latar belakang psikologi malah gw bisa dibilang buta, tapi kok rasanya yg dilakukan psikologi dari jaksa mirip " tebak2 buah manggis"
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  8. #168
    pelanggan Casanova Love's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    451
    Itu dia Braiiii,
    Berasanya kok psikologi kaya gini.

    Disiplin ilmu ini jd spt kerdil utk membahas soal naro kantong plastik, close-bill, maen hp ato ngga maen hp.

    Apalagi ada saksi ahli juru physiognomy yg menebak kepribadian orang bdsk wajah.
    Jadinya psikologi seolah-olah kaya juru-ramal bersertifikat atau minimal setara.

    Hadeeeeeeuuuwwwwwhhhhh

  9. #169
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Saksi ahli kubu Jessica yang baru di-ad-hominem-attack karena pernah menjadi selingkuhan istri yang meracuni suaminya.

    Di tahun 2000, si saksi ahli berselingkuh dengan rekan kerjanya. Suami si rekan kerja marah dan mengancam membongkar perselingkuhan. Si istri akhirnya membunuh suami dengan meracuninya dan membuatnya seakan-akan bunuh diri.

    Oh iya,
    si saksi ahli, sebagai si selingkuhan,
    tidak pernah dituntut.

    https://en.wikipedia.org/wiki/Kristin_Rossum


    Tapi menurutku,
    kalau jaksa mau pakai argumen ad-hominem attack, maka ya kualitas jaksa seperti itu.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  10. #170
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Ga nonton semalam, tapi gw liat jaksa kok ga "berpengatahuan" ya kali, kayaknya ga siap, seperti yg gw liat selalu yg diserang o3rangnya bukan argument, jelas kali jaksa kali ini ga siap, atau memaksakan kasusnya
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  11. #171
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Ini pengadilan apa infotainment yak? Pengadilan kok mengorek2 pribadi orang..

  12. #172
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Perazaan Dari jaksa aja yg ngorek, pembela GW belum dengar nyerang personal
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  13. #173
    pelanggan setia neofio's Avatar
    Join Date
    Dec 2013
    Posts
    2,690
    itu sidangnya sampai jam brapa? sampai mlm?
    durasi nya panjang, rikues dr st.tv, rikues krn ratingnya tinggi?
    wkwk...

  14. #174
    pelanggan Casanova Love's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    451
    Happy juga kali pak hakim dan pak jaksa bisa masup tipi

  15. #175
    pelanggan setia neofio's Avatar
    Join Date
    Dec 2013
    Posts
    2,690
    sidangnya sampai jam 1 pagi, !!

  16. #176
    pelanggan setia neofio's Avatar
    Join Date
    Dec 2013
    Posts
    2,690



  17. #177
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Wkk intinya karna udah masuk tv, dan udah ada yg meninggal harus ada yg dihukum
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  18. #178
    pelanggan setia neofio's Avatar
    Join Date
    Dec 2013
    Posts
    2,690
    malah dulu ada yg kreatif bikin produk kopi dgn slogan 'kopi bebas sianida' dgn gmbr poto jesica

    hahaha...

  19. #179
    pelanggan setia mobyokuzan's Avatar
    Join Date
    Jul 2012
    Posts
    2,025


    ini knp si kampret hotman akhir2 ini sering muncul dimana mana, dikasus mario teguh muncul skrg dikasus jessica juga muncul

    pake bawa2 putusan mahkamah konstitusi pula.

    "telling lies is sometimes acceptable,
    when the truth is too difficult to believe"

  20. #180
    pelanggan Casanova Love's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    451
    Biar tetep 'kondang'

Page 9 of 12 FirstFirst ... 7891011 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •