Results 1 to 15 of 15

Thread: Bisnis gereja

  1. #1

    Bisnis gereja

    Melihat situasi ekonomi yang sulit akhir-akhir ini, juga melihat pengajaran yang makin amburadol, dikarenakan penyalah gunaan jabatan dalam Gereja dan sebagainya maka dari pada malu malu dan malu maluin mending langsung aja deh,…
    Hari hari ini semakin banyak juga jemaat yang gampang ketipu, dengan cerita cerita fantastis, gak perlu mikir banyak dengan buka buka Alkitab. Cuma seneng mendengar kotbah yang menyenangkan telinga. Apa lagi yang berbau “ngeroh”, maksudnya yang bisa liat setan setan.
    Disinilah peluang baru kita dimana kita bisa menggabungkan bisnis dan sisi rohani. Secara bisnis kita untung banyak, dan bisa berlindung dibawah “payung “secara rohani. Kesimpulan nya, sekali mendayung dua-tiga pulau terlampaui.
    BISNIS GEREJA / GEREJA BISNIS
    Buka bisnis gereja mau gak???
    Kayak gereja “tetangga” sebelah. Masak cuma mereka aja yang boleh mengeruk keuntungan,.. he he he he
    Modal 16.500.000 (murah kan?)
    Sewa gedung = Rp 10juta, lengkap dengan fasilitas musik
    Biaya pembicara = RP 500.000 (dikit banget kali, gak apa2. kan pelayanan)
    Team musik + WL+ singer+ tamborin = 1juta
    2 artis(per=1juta) = 2juta, malah mungkin bisa gratis. Dimanfaatkan aja. bilang aja pelayanan, he he he
    Keamanan/ polisi ( supaya gak ada yang ganggu ) = yah, 1juta
    Kartu undangan dan iklan = 1juta (wah gede banget)
    Makan makan= 2juta lah
    Total pengeluaran = Rp 16.500.000,-
    Estimasi pemasukan:
    Jemaat yang hadir 1.000 orang
    Kolekte per 5000 = RP 5.000.000
    Korban tantangan = 20 juta ( kok bisa,.. ya ialah masa ya iya dong. nama nya juga perkiraan )
    Todong si pengusaha dan sponsor untuk investasi = 10juta (namanya aja gereja preman, eh gereja bisnis)
    Total pemasukan = Rp 35.000.000
    Catatan :
    Pembicara nya harus lucu, bisa ngayal liat sorga, pinter cerita (PENDETA= Pendek pinter cerita, wkwkwkw) menarik (ganteng kayak saya lah minimal), trus bisa menghipnotis jemaat agar bisa memberi persembahaan dengan embel2 supaya dengan “memberi”, si jemaat akan menjadi kaya raya.
    Dijamin gak perlu susah susah cari jemaat deh,.. COLONG aja dengan embel embel ini. Dipastikan sebagian besar pindah ke “kolam” kita.
    Total pemasukan – Total pengeluaran ( Rp 35.000.000 – Rp 16.500.000)
    Jadi, total keuntungan bila buka bisnis seperti ini untuk sekali ibadah adalah Rp 18.500.000
    Untungkan saya bilang,…
    Hayo, siapa yang mau gabung,….
    cakka.web.id/blog/kisah-gereja-sebagai-trend-bisnis-masa-kini/

  2. #2
    bukannya pengadaan gereja itu untuk mengakomodir kebutuhan umat dalam melaksanakan peribadatan

    kok malah dijadikan semacam ajang persaingan bisnis?


    #gagalpaham#
    Last edited by pasingsingan; 25-12-2015 at 02:45 PM.
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  3. #3
    pelanggan Casanova Love's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    451
    Oknum mah di mana-mana ya ada aja,
    Mmanfaatkan agama dan jabatan pelayanan utk kpentingan diri sendiri.

  4. #4
    pelanggan setia Alethia's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    4,095
    bisnis asal ga merugikan siapa siapalah.
    bayar gedung mah wajar, emang mau ngemper direrumputan? orang ngasi kolekte ya biarin sih, pembicaranya pandai cerita, ya iyalah kalau pandai menjahit dan mengayam, uda jd kuli bangunan kali.

    ---------- Post Merged at 02:51 PM ----------

    pembicara ya dibayar lah, masa dikasi kembang? jemaat ngasi uang tantangan, ya biarin.
    masalah itu dipake secara ga bener, ya itu masalah moral.
    lu knp sih,
    hhahahahaa,
    sentimen amat.
    Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
    -Rendra

  5. #5
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Gereja kok buat bisnis.. apa lupa yesus ngamuk2 di tempat ibadah yahudi gara2 ape?

  6. #6
    pelanggan setia Fere's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Depan RSJ-KM
    Posts
    6,120
    Korban/uang tantangan apaan sih ?

    Btw, itu itungannya ngaco,
    coba dihitung lagi yg bener.

  7. #7
    Zaman sekarang, bisnis makin susah, persaingan makin sengit
    Buka usaha, perlu gudang, stock barang (belum lagi barang cepat rusak), perlu karyawan (karyawan sekarang makin blagu, suka korupsi)

    buka tempat ibadah, tidak perlu
    1. Karyawan (soalnya banyak relawan)
    2. tidak perlu stock barang, berarti tidak perlu gudang, tidak perlu modal

    so.............
    Zaman sekarang, paling enak buka usaha tempat ibadah

    Nb. ada yg mau join??
    Paling enak buka gereja, umatnya tajir2
    Kalau mesjid, bakal rugi soalnya banyakan kaum marginal

    ---------- Post Merged at 11:06 AM ----------

    Mengungkap busuknya bisnis Gereja!!!
    by 7udas_Isk
    1. Apa bedanya Gereja dengan Indomart atau Alfamart???
    2. Pernah kebayang gak dgn tweeps kalau gereja di jual franchise nya???
    3. Bisnis gereja dewasa ini adalah bisnis yang sangat menguntungkan, tanpa modal besar bisa raup keuntungan yang berlipat!
    4. Pernah lihat gak di suatu komplek pertokoan atau Ruko ada 2 atau lebih gereja yg ada disana???
    5. Selama ini banyak kalangan beranggapan bahwa missi Kristenisasi gereja semata bermotifkan agama, Padahal tujuan utamanya adl bisnis!
    6. Bahkan bisnis gereja sangat menggiurkan dan lebih menguntungkan dari bisnis perumahan...
    7. Bayangin tweeps, sekali ibadah gereja kategori sedang bisa raup keuntungan bersih sekitar 18,5 juta!!!! Uihhhh*Lap Kringet*
    8. Modal yang diperlukan Rp. 16,5 juta. Rinciannya; sewa gedung 10 juta, pembicara Rp. 500 ribu (ini dia dia aja), tim musik Rp. 1 juta.
    9. Jika memakai 2 artis maka pengeluarannya 2 juta. Keamanan 1 juta, undangan & iklan Rp. 1 juta, makan 2 juta. total pengeluarannya 16,5 jt
    10. Sementara estimasi pemasukannya target jemaat yg hadir 1000 org, kolekte 5 jt (per Rp. 5000), korban tantangan 20 jt, nembak sponsor 10 jt.

    11. Total pemasukan akan didapatkan Rp. 35 juta. Jadi, total keuntungan bila buka bisnis seperti ini untuk sekali ibadah adl Rp. 18,5 juta.
    12. Jika sebulan minimal dilakukan empat kali ibadat maka akan terkumpul keuntungan sebesar Rp. 74 juta. *Lap Kringet*
    13. Belum lagi jika benar-benar mendirikan bangunan gereja, dana dari kalangan pengusaha Kristen dan luar negeri akan mengalir deras.
    14. Karena menggiurkan maka diantara gereja gereja tsb pun ada persaingan utk memperbanyak jamaah....
    15. Akhirnya gereja2 berlomba lomba memodernisasikan alat2 musik, memanfaatkan artis2 yg murtad utk memberi kesaksian, pengobatan palsu dll
    16. Gereja gereja pun memperbanyak acara yg di buat utk menjaring jemaat,
    17. yang pasti kebaktian hari minggu, ini biasa di buat dalam sehari bisa dilakukan paling sedikit 4 sesi.
    18. Dan menekankan tema "perpuluhan" atau ersembahan "diakonia" atau persembahan gembala kpd pengkotbah di setiap kotbahnya;
    19. persembahan gedung, persembahan maintenance, persembahan musik, persembahan kasih, persembahan awal tahun,
    20. persembahan tengah tahun, persembahan akhir tahun, persembahan hari Pahlawan,persembahan kemerdekaan (17 Agustus),persembahan hari raya
    21. Dan persembahan persembahan lainya..... Uihhhh banyak yah???
    22. Persembahan-persembahan ini bisa divariasikan dengan jumlah kebaktian yang akan diadakan sedikitnya sepuluh kali dalam seminggu.
    23. Bahkan untuk hari Minggu saja, bisa mengadakan 5-7 kali kebaktian. Dengan tema yang sama.... Huffttt *Lap Kringet*
    24. Ada yg nanya berapa sih biaya setiap masuk ke gereja? Jawabnya gratissss <~ ini strategi jebakan bisnisnya!
    25. Inilah keunikan dari bisnis gereja. Harganya gratis, tapi sebenarnya mahal!
    Sounds familiar?
    26. Karena uang perpuluhannya bisa di tarik beberapa kali tergantung acara dan tema yg di lakukan gereja!
    27. Tentu supaya acara yg ditemakan itu sukses maka harus dgn promosi yg hebat, disiapkanlah pendeta pendeta selebritis utk menarik jemaat!
    28. Juga Artis arti murtad yg memberi kesaksian <~ ini menjadi trend tersendiri di kalangan gereja!
    29. Berikut gereja harus menentukan lokasi! Karena lokasi sangat menentukan pendapatan gereja!
    30. Gereja yg lokasinya di pertokoan atau perkantoran atau perumahan tentu beda kan pemasukannya???
    31. Jadi wajar jika di dalam satu kawasan ruko ada beberapa gereja yg eksis disana krn mereka punya target pasar utk mengumpulkan uang!
    32. Nah yg sering kita lihat spanduk spanduknya di jalan jalan adalah menjerat uang jemaat dari pelaksanaan KKR!
    33. KKR biasanya dilakukan paling sedikit setahun 6 kali dgn tema yg berbeda beda, dgn target masa yg lebih banyak!
    34. Produk yg di tawarkan di KKR yg paling laku adl penyembuhan! Padahal seluruh aksinya adalah menipu! Seperti halnya sulap!!! Simsalabim!
    35. Disiapkanlah korban yg notabene sdh diatur skenarionya oleh panitia yg kelak akan pura pura sembuh
    36. Mereka akan di arahkan utk berteriak teriak histeris saat penyembuhan terjadi <~ mirip pedagang lem super kuat di pinggir jalan!
    37. Akan di buat se dramatisir saat penyembuhan itu biar semakin banyak uang yg di persembahkan oleh jamaah utk promoter KKR tsb!
    38. Dan biasanya keuntungan yg didapat dari KKR tsb di share nya sama team yg menyelengarakan acara tsb
    39. Bahkan uniknya ada beberapa gereja yg di waralabakan atau franchise kan!
    40. Jd kalau ada yg berminat mau bikin bisnis gereja seekarang ini sangat mudah! Cukup siapin tempat maka marketing mereka akan menghampiri!
    41. Makanya kekayaan para gembala spt PastorGilbertL lebih ber kali kali lipat dari jamaatnya krn hasil memakan uang jamaatnya!

    42. Lulus sekolah pendeta, punya tempat sendiri, dan ngamen ke gereja gereja lainnya maka kekaya akan menghampiri dari uang jamaat!
    43. Gak peduli dgn kebenaran yg penting uang para domba mengalir deras kekantong yayasan atau pribadi! <~ ini goal nya
    44. Bisnis gereja Resiko kecil, gak perlu bayar pajak cukup cuap cuap, sedikit sulap dan airmata maka uangpun mengalir deras!
    45. Semakain banyak cabang yg di buka, semakin banyak jemaat yg di jaring maka semakin kaya raya para gembala!
    46. Perlu ditekan di sini bahwa bisnis gereja adalah satu-satunya bisnis di mana
    Anda tidak perlu membayar pajak!
    47. Jadi penghasilan brutto = netto! Di samping itu, bebas dari krismon maupun gejolak politik. Inilah bisnis gereja!!!
    48. Jadi wajar jika pertumbuhan gereja bak jamur di musim hujan yg ada dimana mana khususnya di Indonesia!
    49. Dgn komitmen uang royalti sebesar 50 jt dan 25% bruto uang perpuluhan di setor ke franchisor maka anda bisa punya gereja spt Tiberias!
    50. Bisnis franchise bukan hanya milik McDonald atau KFC,
    tetapi sudah berkembang dalam bisnis rohani alias franchise gereja!
    51. Jadi wajar pertumbuhan gereja di indonesia adl salah satu yg paling cepat pertumbuhannya di dunia yaitu sebesar 137%
    52. Jika ada yg untung maka juga ada yg rugi, maka kita sering juga mendengar gereja yg bangkrut lalu gulung tikar!
    53. Justru banyak gereja2 yg bangkrut berada di eropa dan amerika dan mrk menjadi mualaf, krn tingkat pendidikan mereka sdh lebih tinggi!
    54. Jelas sudah, bahwa misi Kristenisasi bukan sekedar menyebarkan agama Kristen, tetapi lebih dari itu ada bisnis yang begitu menggoda!!!
    55. Jadi apa bedanya gereja dgn Alfamart atau indomart? Jawabannya GAK ADA BEDA NYA!!! *Lap Kringet*Cukur Bulu Domba*

    facebook.com/Muslim.Defence.League.Indonesian.Version/posts/644808602253156

  8. #8
    pelanggan setia Alethia's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    4,095
    kalau jemaat senang, mau apa coba.
    pendeta kotbah bagus org jd seneng kegereja itu. terus mau apa? mau demo? mau bakar bakar? lha yang ngasiin uang juga gpp kok, mereka mikirnya krn alasan rohani, kalau diselewingin, dosa pribadi itu mah, tanggung jwb ama Pencipta.
    mau gereja mau di agama lain, selalu ada yg gt.
    kembali aja pada niat masing2 orang. sekolah pendeta niat utama mau nyelewengin duit? fine. go with it.
    kaya, seneng dngr kotbah, nyaman sama gedung megahnya, terus kasi persembahan banyak. ya asal jeli aja la, cr yg keuangan dan pertanggunggjawabannya terbuka.

    ---------- Post Merged at 12:24 PM ----------

    merasa kristenisasi itu topeng buat cari duti?
    kembali ke diri masing2 aja, malau mikir negatip mulu krn ada gereja yg makmur pekerjanya..ya kembali ke diri masing2.
    semua kita juga tau akibat dosa apa, dan yang sering mikir negatip mulu, berbuah yg ga jauh dr itu.
    Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
    -Rendra

  9. #9
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Udah sus, kalo ngomel2 ts malah senang, cuma modal copas, ga punya skill, ga punya pengetahuan, cuekin aja anggap aja lagi kentut
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  10. #10
    pelanggan setia Alethia's Avatar
    Join Date
    Jan 2012
    Posts
    4,095
    ga usah mo bisnisin gereja juga, klo mikirnya negatipan ajah, ya sami mawon makan rawon disengat tawon. zonk zoonk

    gw suntik ganteng juga nih ts nya..
    Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
    -Rendra

  11. #11
    herannya, giliran tentang keuangan gereja malah ada yg bela2in

    giliran soal Istanbul biang kerok kolonialisme malah gak ada yg bela2in: kopimaya.com/forum/showthread.php/20361-Istanbul-Dibom-Nuklir-atau-Cabut-Tuduhan-quot-Kristen-Agama-Penjajah-quot-!

  12. #12
    [MENTION=2850]HenHen[/MENTION]

    brarti kail ente nyangkut sendal

    bukan dapetin ikan


    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  13. #13
    bisnis mah kalau kelebihan alias "keuntungan" itu masuk ke kantong si pemilik usaha. In this case, itu duit masuk ke kantong, let's say, pendeta pemilik gereja, atau segelintir pemiliki gereja.

    Pada kenyataannya, duit kelebihan itu masuk ke kantong gereja lagi? buat apa? ya buat pengembangan kegiatan gereja itu sendiri kan. perawatan gedung, beli alat musik, dll dll.

    Yang salah adalah ketika si pendeta dan segelintir orang yang merasa "memiliki" gereja itu mengejar keuntungan dari gereja. Modusnya banyak. Makan duit gereja (korup), minta gaji segede-gede gaban, minta tunjangan sana-sini, minta dibayarin ini-itu, dll dsb.

    Banyak pendeta yang kelakuannya kaya gini. Gereja gue, HKBP, pun jadi korban. Padahal sistem kontrol di HKBP udah cukup dengan bawelnya mulut jemaat kalau ada keuangan yang salah (secara sistem keorganisasian sih kagak. pendeta pegang kontrol penuh. kan bangke)

    Nah, kalau model gereja-gereja yang tidak diinisiasi satu orang, model GKI, HKBP, GPIB, dll, model bisnis ini sih bisa dicegah dengan kontrol sosial dari jemaat. Yang serem adalah gereja yang diinisiasi oleh satu orang individu saja. Model G*lbert L*moindong. Ebuset, itu pendeta tajir bener.

  14. #14
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by HenHen View Post
    herannya, giliran tentang keuangan gereja malah ada yg bela2in

    giliran soal Istanbul biang kerok kolonialisme malah gak ada yg bela2in: kopimaya.com/forum/showthread.php/20361-Istanbul-Dibom-Nuklir-atau-Cabut-Tuduhan-quot-Kristen-Agama-Penjajah-quot-!
    Perasaan ga yg belain deh, cuma ts aja ga punya skill en knowledge buat debat sama aja bilang 1+1=12 giliran ditanya dasarnya apa ngambek

    ---------- Post Merged at 07:30 PM ----------

    Quote Originally Posted by nerve_gas View Post
    bisnis mah kalau kelebihan alias "keuntungan" itu masuk ke kantong si pemilik usaha. In this case, itu duit masuk ke kantong, let's say, pendeta pemilik gereja, atau segelintir pemiliki gereja.

    Pada kenyataannya, duit kelebihan itu masuk ke kantong gereja lagi? buat apa? ya buat pengembangan kegiatan gereja itu sendiri kan. perawatan gedung, beli alat musik, dll dll.

    Yang salah adalah ketika si pendeta dan segelintir orang yang merasa "memiliki" gereja itu mengejar keuntungan dari gereja. Modusnya banyak. Makan duit gereja (korup), minta gaji segede-gede gaban, minta tunjangan sana-sini, minta dibayarin ini-itu, dll dsb.

    Banyak pendeta yang kelakuannya kaya gini. Gereja gue, HKBP, pun jadi korban. Padahal sistem kontrol di HKBP udah cukup dengan bawelnya mulut jemaat kalau ada keuangan yang salah (secara sistem keorganisasian sih kagak. pendeta pegang kontrol penuh. kan bangke)

    Nah, kalau model gereja-gereja yang tidak diinisiasi satu orang, model GKI, HKBP, GPIB, dll, model bisnis ini sih bisa dicegah dengan kontrol sosial dari jemaat. Yang serem adalah gereja yang diinisiasi oleh satu orang individu saja. Model G*lbert L*moindong. Ebuset, itu pendeta tajir bener.
    Kalo mau ngomong oknum itu pendeta spore make duit gereja 50 juta sgd, malah jemaatnya menyalahkan diri sendiri dengan mengatakan "gaji" pendetanya kurang maka terpaksa pake duit gereja, kan speechless
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  15. #15
    [MENTION=320]surjadi05[/MENTION]

    itu mah berarti jemaatnya udah keblenger. kalok di HKBP, udah dimaki-maki itu pendeta.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •