Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 20 of 21

Thread: The Death of Japanese Electronics Giants

  1. #1
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365

    The Death of Japanese Electronics Giants

    diinspirasi dari postingan [MENTION=195]Kingform[/MENTION] di forum hape, jadi kepikiran bikin thread ini

    memang harus diakui, perangkat elektronik sekarang sudah tidak lagi dikuasai oleh jepang seperti pada 10-20 tahun yang lalu, dua raksasa Korea, Samsung dan LG merajalela bagaikan gurita, sedangkan para samurai Jepang hanya bisa bertahan
    yang lebih menyedihkan lagi adalah, banyak dari mereka yang terpaksa harus melepas brand2 seperti Sony melepas Vaio, Sharp melepas Aquos dll
    seperti yang tertera pada artikel2 ini

    The Death of Samurai : Robohnya Sony, Panasonic, Sharp, Toshiba dan Sanyo

    Hari-hari ini, langit diatas kota Tokyo terasa begitu kelabu. Ada kegetiran yang mencekam dibalik gedung-gedung raksasa yang menjulang disana. Industri elektronika mereka yang begitu digdaya 20 tahun silam, pelan-pelan memasuki lorong kegelapan yang terasa begitu perih.

    Bulan lalu, Sony diikuti Panasonic dan Sharp mengumumkan angka kerugian trilyunan rupiah. Harga-harga saham mereka roboh berkeping-keping. Sanyo bahkan harus rela menjual dirinya lantaran sudah hampir kolaps. Sharp berencana menutup divisi AC dan TV Aquos-nya. Sony dan Panasonic akan mem-PHK ribuan karyawan mereka. Dan Toshiba? Sebentar lagi divisi notebook-nya mungkin akan bangkrut (setelah produk televisi mereka juga mati).

    Adakah ini pertanda salam sayonara harus dikumandangkan? Mengapa kegagalan demi kegagalan terus menghujam industri elektronika raksasa Jepang itu? Di Senin pagi ini, kita akan coba menelisiknya.

    Serbuan Samsung dan LG itu mungkin terasa begitu telak. Di mata orang Jepang, kedua produk Korea itu tampak seperti predator yang telah meremuk-redamkan mereka di mana-mana. Di sisi lain, produk-produk elektronika dari China dan produk domestik dengan harga yang amat murah juga terus menggerus pasar produk Jepang. Lalu, dalam kategori digital gadgets, Apple telah membuat Sony tampak seperti robot yang bodoh dan *****.

    What went wrong? Kenapa perusahaan-perusahaan top Jepang itu jadi seperti pecundang? Ada tiga faktor penyebab fundamental yang bisa kita petik sebagai pelajaran.

    Faktor 1 : Harmony Culture Error. Dalam era digital seperti saat ini, kecepatan adalah kunci. Speed in decision making. Speed in product development. Speed in product launch. Dan persis di titik vital ini, perusahaan Jepang termehek-mehek lantaran budaya mereka yang mengangungkan harmoni dan konsensus.

    Datanglah ke perusahaan Jepang, dan Anda pasti akan melihat kultur kerja yang sangat mementingkan konsensus. Top manajemen Jepang bisa rapat berminggu-minggu sekedar untuk menemukan konsensus mengenai produk apa yang akan diluncurkan. Dan begitu rapat mereka selesai, Samsung atau LG sudah keluar dengan produk baru, dan para senior manajer Jepang itu hanya bisa melongo.

    Budaya yang mementingkan konsensus membuat perusahaan-perusahaan Jepang lamban mengambil keputusan (dan dalam era digital ini artinya tragedi).

    Budaya yang menjaga harmoni juga membuat ide-ide kreatif yang radikal nyaris tidak pernah bisa mekar. Sebab mereka keburu mati : dijadikan tumbal demi menjaga “keindahan budaya harmoni”. Ouch.

    Faktor 2 : Seniority Error. Dalam era digital, inovasi adalah oksigen. Inovasi adalah nafas yang terus mengalir. Sayangnya, budaya inovasi ini tidak kompatibel dengan budaya kerja yang mementingkan senioritas serta budaya sungkan pada atasan.

    Sialnya, nyaris semua perusahaan-perusahaan Jepang memelihara budaya senioritas. Datanglah ke perusahaan Jepang, dan hampir pasti Anda tidak akan menemukan Senior Managers dalam usia 30-an tahun. Never. Istilah Rising Stars dan Young Creative Guy adalah keanehan.

    Promosi di hampir semua perusahaan Jepang menggunakan metode urut kacang. Yang tua pasti didahulukan, no matter what. Dan ini dia : di perusahaan Jepang, loyalitas pasti akan sampai pensiun. Jadi terus bekerja di satu tempat sampai pensiun adalah kelaziman.

    Lalu apa artinya semua itu bagi inovasi ? Kematian dini. Ya, dalam budaya senioritas dan loyalitas permanen, benih-benih inovasi akan mudah layu, dan kemudian semaput. Masuk ICU lalu mati.

    Faktor 3 : Old Nation Error. Faktor terakhir ini mungkin ada kaitannya dengan faktor kedua. Dan juga dengan aspek demografi. Jepang adalah negeri yang menua. Maksudnya, lebih dari separo penduduk Jepang berusia diatas 50 tahun.

    Implikasinya : mayoritas Senior Manager di beragam perusahaan Jepang masuk dalam kategori itu. Kategori karyawan yang sudah menua.

    Disini hukum alam berlaku. Karyawan yang sudah menua, dan bertahun-tahun bekerja pada lingkungan yang sama, biasanya kurang peka dengan perubahan yang berlangsung cepat. Ada comfort zone yang bersemayam dalam raga manajer-manajer senior dan tua itu.

    Dan sekali lagi, apa artinya itu bagi nafas inovasi? Sama : nafas inovasi akan selalu berjalan dengan tersengal-sengal.

    Demikianlah, tiga faktor fundamental yang menjadi penyebab utama mengapa raksasa-raksasa elektronika Jepang limbung. Tanpa ada perubahan radikal pada tiga elemen diatas, masa depan Japan Co mungkin akan selalu berada dalam bayang-bayang kematian.
    ga tau sumber nya dari mana, mungkin edwin bisa kasih ?

    terus ada yang gw temuin di net
    http://www.economist.com/news/busine...hey-are-shadow

    http://www.cnet.com/news/the-era-of-...iants-is-dead/

    inti nya sama sih, perusahaan2 jepang gagal melakukan inovasi untuk menangkap selera konsumen
    dan itu harus ditebus mahal....

    ok, how about you guys ? any comment ?

  2. #2
    pelanggan setia Porcelain Doll's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    6,347
    padahal selama ini g pikir Jepang termasuk negara yang kreatif dan inovatif...
    tapi mungkin enggak berlaku ya di bidang elektronik?
    Popo Nest

  3. #3
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    nggak Po, Jepang itu tetap inovatif, tapi sayangnya, in the wrong way
    dunia sekarang bergerak kearah digital, jadi hardware bukan lagi faktor utama, tapi konten alias software
    nah ini yang perusahaan jepang gagal mengcapture market

    bikin hardware aja terus, padahal orang juga butuh digital service kaya iTunes, PlayStore dll
    sedangkan di sisi hardware mereka juga dapat kompetisi sengit dari Korea, Cina, Amrik dll

  4. #4
    pelanggan setia Yuki's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Buitenzorg
    Posts
    6,355
    Harus lebih agresif lagi, kalo mau merilis ponsel terbaru, jor joran promosinya, jangan mengandalkan dunia maya saja, media cetak dan media siar juga harus jor-joran

    Lalu perhatikan segmentasi konsumen, buatlah harga yg kompetitif namun jangan pula terlalu mengorbankan kualitas

    Perhatikan konsumen kelas menengah, xperia Z5 misalnya, coba harganya dipatok 5 - 6 juta saja, saya yakin bakal bagus penjualannya
    ELPHELT VALENTINE'S MARIONETTE.

  5. #5
    ini sumbernya [MENTION=395]tsu[/MENTION]:
    http://strategimanajemen.net/2012/09...arp-dan-sanyo/


    "Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
    Takahashi Minami

    ------------------------------------------------------------------
    Thread paling Hot di l AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog

  6. #6
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    hmm blog yang menarik
    *bookmarked*

  7. #7
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,900
    Atau bisa jadi.. jepang terlena... Akhirnya kena seleksi alam.. Sirkulasi.. dan begitulah seterusnya.. berdoa saja (.... dan berusaha tentunya), semoga indonesia dapet gilirannya.

  8. #8
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    yap, terlena itu faktor gede juga yang ada di setiap downfall suatu perusahaan
    jujur aja, Apple pun pernah terlena, gegara kesuksesan Apple II yang fenomenal mereka jadi ga berkembang, tapi bagusnya mereka mau berubah baik secara produk maupun manajemen, mereka mau berinovasi menangkap selera pasar

    sedangkan Sony dkk ? mereka tetap aja memproduksi hardware tanpa melihat selera pasar, liat aja Sony berapa banyak hardware mereka yang fail seperti contohnya Mylo, terus Aibo, and believe or not, TV OLED pertama itu bukan Samsung, begitu hebat nya Sony's engineering prowess, sayang ga dibarengi dengan jajaran marketing yang baik sih IMHO

    dan itu berpangkal ke pola kultur jepang yang memang jarang memberikan kesempatan untuk ide2 fresh dari bawah (bottom up) mereka masih mengandalkan top down

    dan sejujurnya gw takut AKB48 ambruk dikala Akimoto Yasushi nanti sudah tidak ada

  9. #9
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,900
    Quote Originally Posted by tsu View Post
    sedangkan Sony dkk ? mereka tetap aja memproduksi hardware tanpa melihat selera pasar, liat aja Sony berapa banyak hardware mereka yang fail seperti contohnya Mylo, terus Aibo, and believe or not, TV OLED pertama itu bukan Samsung, begitu hebat nya Sony's engineering prowess, sayang ga dibarengi dengan jajaran marketing yang baik sih IMHO
    Vaio gw demen banget mah. Banyak yg suka jg. Cm mereka ga terusin aja..
    Tapi bukannya PlayStation itu sony punya? Keknya masih berkibar deh..

    Dan tentunya produk otomotip, toyota, suzuki, mitsubishi misalnya.. masih berkibar lah..

    Emang pasar HP/smart phone ga terlalu gemilang, tapi keknya jepang ga terlalu peduli deh.
    Gw inget taun 90an akhir, orang2 ditempat lain, kek indonesia, pake GSM, jepang punya sistem lain yg dipake dalam negeri.. kl ga salah AMPS atao apa gitu namanya. Sedangkan sistem AMPS kurang dipake di tempat lain.

  10. #10
    pelanggan setia Yuki's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Buitenzorg
    Posts
    6,355
    Vaio sudah menjadi perusahaan tersendiri, lepas dari sony

    Vaio bagus kok, dulu belum ada budget, belinya yg 5 juta, padahal yg 13 juta udah nemu duluan. Ini masih yg merek Sony.
    ELPHELT VALENTINE'S MARIONETTE.

  11. #11
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    gw make Vaio mulai 2012 sampe sekarang, alhamdulilah masih sehat walafiat hahahaha

  12. #12
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,900
    Quote Originally Posted by tsu View Post
    Apple pun pernah terlena, gegara kesuksesan Apple II yang fenomenal mereka jadi ga berkembang, tapi bagusnya mereka mau berubah baik secara produk maupun manajemen, mereka mau berinovasi menangkap selera pasar
    OOT.. huh Apple.. gw dah muak sama birokrasinya. Apple itu ibarat cewek, celebrity kampungan. Luarnya keren dalemnya... bah!

  13. #13
    pelanggan setia Yuki's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Buitenzorg
    Posts
    6,355
    Awet juga ya, udah sekitar 4 tahunan
    ELPHELT VALENTINE'S MARIONETTE.

  14. #14
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,035
    Produk Jepang itu pas pengerjaannya mereka menuntut hasil yang sempurna. Jadi ga heran kalau produknya lebih awet. Ini pengalaman ketika dapat orderan produk dari Jepun. Mereka kasih drawing dan spesifikasi. Dan itu harus dipenuhi. Akibatnya waktunya jadi lama, cost jadi tinggi karena high quality.

    Beda ama produk non Jepang, mereka lebih lincah dan fleksible dalam memberikan varian. Intinya ada barang yang dipasarkan bodo amat kalau perbedaannya hanya kecil. Harga bisa lebih miring karena terbuka dengan paham cost down, rela mengganti material dengan kualitas yg lebih rendah asal variannya jadi lebih banyak dan harga lebih miring.

    Ya ga heran kalau produk Jepang bnyak tergerus oleh produk lain.

  15. #15
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    IC, thats a new information

    emang klo Jepang itu IMHO memang kaku, jadi inget temen yang kerja di penerbitan komik, soal sampul aja pihak jepang itu ketat banget wkwkwkw

  16. #16
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    http://kotaku.com/5960411/how-sony-i...ound-the-world

    anw, a very good article on my fave brand

  17. #17
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,035
    Quote Originally Posted by tsu View Post
    jadi inget temen yang kerja di penerbitan komik, soal sampul aja pihak jepang itu ketat banget wkwkwkw
    iya semuanya ketat dan verifikasinya harus jelas.
    jenis material dan spesifikasi harus sesuai drawing.
    dan vendor materialnya pun harus memiliki sertifikasi juga.

    kalau pas ga kebeneran, gualakkknya pollll tuw orang jepun. ampe gebrak2 meja.

  18. #18
    pelanggan setia neofio's Avatar
    Join Date
    Dec 2013
    Posts
    2,682
    dulu mesin pompa air
    sanyo jd no 1 d indonesia, skrg bnyk pilihan,muncul produk buatan lokal

  19. #19
    pelanggan setia Yuki's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Buitenzorg
    Posts
    6,355
    Saking kuatnya merek sanyo, kalo orang mau beli pompa air pasti bilangnya mau beli pompa sanyo
    ELPHELT VALENTINE'S MARIONETTE.

  20. #20
    pelanggan setia Agitho_Ryuki's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    mBantul, Ngayogyokarto, Hadiningrat
    Posts
    2,516
    sanyo-ku merknya maspion...
    Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!

Page 1 of 2 12 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •