JAKARTA - Presiden Joko Widodo kembali ‎mengkritik para menterinya. Kritikan itu disampaikan dalam rapat kabinet paripurna di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pagi ini.

Pria yang akrab disapa Jokowi ini meminta agar para menterinya tidak sibuk menjadi komentator.‎ "Menteri fokus bekerja, jangan sibuk jadi komentator," ujar Jokowi, Selasa (8/12/2015).*

Kendati demikian, Jokowi tidak spesifik kritikannya itu ditujukan untuk siapa dalam rapat paripurna tersebut. (Baca juga: Bantah Luhut, Menteri ESDM Lapor Jokowi Soal Skandal Freeport)

‎Rapat paripurna kali ini membahas penyederhanaan nomenklatur dalam anggaran,‎ program prioritas dan pemanfaatan anggaran tahun 2016,‎ permasalahan yang belum selesai di Tahun 2015 serta antisipasi permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan Pilkada Serentak.

‎"Saya dengar kemarin ada 42.000 regulasi yang kita punyai, berupa Perpres, PP, Permen, tahun depan harus hilang minimal separuh di seluruh kementerian, aturan-aturan ruwet buat kita terbelenggu, tidak fleksibel, tidak bisa melompat," tutur Jokowi.

Dalam kesempatan itu, dia meminta jajaran kabinet kerja untuk menghapus semua Peraturan Pemerintah (PP), Peraturan Presiden (Perpres) yang tidak perlu.

"Itu yang membuat kita tidak bisa bergerak cepat. Jadi sekali lagi, orientasi kita adalah orientasi hasil, bukan prosedur. Orientasi kita adalah target, jangan di balik-balik," imbuhnya.


Tahu kan, sapa yg paling banyak jaadi komentator