Bukan geng ke-3 kong, tapi geng ke-10.

Di pemerintahan memang selalu ada banyak geng kok, bukan cuma 10 apalagi 3. Ada geng Jawa ada geng non-Jawa, ada geng alumni ITB ada geng alumni UI dan UGM, bahkan khusus di ESDM ada satu geng yang cukup kuat juga yaitu geng alumni UPN, lalu ada geng partai A ada geng partai B, ada geng partai C hasil munas Bantul vs munas Jonggol, ada gengnya si anu dan gengnya si nganu, dst...dsb.

Dan kalo RR bisa membuat istilah "gaduh hitam" dan "gaduh putih" maka saya pun boleh juga dong punya istilah "geng hitam" dan "geng putih".

Jadi menurutku, RR harus lebih jelas memisahkan atau memberikan batasan2 mana geng hitam mana geng putih. Dan ini mestinya didukung dengan paparan data2 dan info2 yang valid, terverifikasi, terkonfirmasi, dst...dsb, bukan asal kepret.

Sebaliknya kalo tidak, ini justru akan membingungkan dan orang menjadi bebas sesukanya main tuding bahkan yang tendensius sekalipun.

Jadi saya bisa memaklumi kalo kong Sur "curiga jangan2" RR juga bagian dari "geng hitam" yang lain, begitu juga kalo ada yang menuding SS juga bagian dari "geng hitam", orangnya JK, kepanjangan tangannya Rini, didikannya Ari, (pernah) bagian dari mafia Petral, dst...dsb.

Kalo saya sih ndak peduli siapanya, mau RR, mau SS, mau Rini, Luhut, JK, bahkan Jokowi sekalipun kalo terindikasi sebagai bagian dari geng hitam dan itu didukung fakta2 memadahi, ya bakalan saya "slepet" (supaya beda dengan istilahnya RR), di forum ini lho.

Tapi mosok iya saya mau slepet Jokowi karena misalnya masalah "bus TransJakarta". Ya ndak lah...

So facts plisssss..., not rumors.