^
Yup, sampai saat ini orang Papua sendiri masih terpecah pendapatnya mengenai pilihan tempat pembangunan smelter ini.

Pihak yang menginginkan smelter dibangun di Papua kebanyakan berasal dari kalangan pejabat daerah, baik eksekutif maupun legislatif, termasuk gubernurnya sendiri. Pertimbangannya adalah intinya untuk (percepatan) pembangunan di wilayahnya. Ini salah satu link beritanya: http://news.detik.com/berita/2818429...elter-di-papua

Pihak yang menolak smelter dibangun di Papua kebanyakan berasal dari pihak suku asli setempat (terutama suku Kamaro yang akan terkena dampak langsung) dan didukung beberapa LSM. Pertimbangannya adalah isu lingkungan dan sosial. Ini linknya: http://www.jpnn.com/read/2015/06/07/...nolakan-/page2

Sedangkan pihak Freeport sendiri memilih untuk membangun smelter di Gresik. Pertimbangannya karena biaya lebih murah, ndak perlu bangun infrastruktur macam2 untuk mendukung operasionalnya. http://economy.okezone.com/read/2015...ikut-alasannya