Yup, seperti dulu pada tahun 2007 saat Gus Dur salaman sama JK untuk melupakan "masa kelam tahun 2000".Yak.. salaman..
Saya ndak bilang begitu kan?t'rus mafia hilang..?
Siapa mafia? JK? Jadi Wapres itu ndak punya tugas atau diajak untuk ikut memerangi mafia tapi justru mesti diperangi sebagai mafia? Atau seorang presiden sudah "sedemikian lemahnya" sehingga perlu bantuan "tukang kepret" untuk melawan wakilnya sendiri? Kalo menurutku, justru sebaliknya, Jokowi ndak selemah itu kok.Gimana mendamaikan? orang RR dipungut jokowi buat memerangi mafia kok.
Saya memang ndak perlu tahu itu sudah pernah dilakukan oleh Jokowi atau belum, namanya aja tertutup. Saya hanya perlu tahu mereka berdua bisa bahu-membahu membantu pemerintah Jokowi, dan menurutku salah satu caranya Jokowi harus bisa merangkul keduanya dan itu sebaiknya dilakukan tertutup enam mata aja.T'rus anda pikir belum pernah ada begitu? Kalo anda tau berarti ga tertutup.
Betul. Tapi kalo kepretan politik itu justru berpotensi mempengaruhi (berefek buruk) lalu untuk apa? Dengan kepretan2 RR sekarang berapa "uang" yang diselamatkan oleh negara, atau sebaliknya "uang" yang justru di-sia2kan oleh negara? Dengan adanya kepretan RR terus kapan amandemen kontrak Freeport disahkan dus negara bisa langsung amankan "uang" dari diantaranya selisih 2,5% royalti emas, belum lagi yang lain2nya? Dengan kepretan RR tentang blok Masela terus kapan negara ini bisa menghasilkan gas bumi yang saat ini langka? Dengan kepretan2 pada masalah migas dan minerba oleh RR terus apakah bisa meningkatkan sumber devisa dari sektor tersebut, ataukah sebaliknya malah menurunkan pendapatan devisa akibat target produksi menurun karena di-kepret2 mulu? Akhirnya, kalo sumber devisa kedua sektor itu terus menurun lalu jalan kereta api, waduk dan blablabla mau dibangun pakai uang apa?Kerja itu artinya membangun tol membangun jalan kereta api membangun waduk, membangun bla bla. Ngepret2 itu masalah politik.
BTW kalo membangun misalnya terminal LNG, jalur pipa distribusi migas, smelter dan blablabla termasuk kerja juga ndak?
Sip, asal ndak kelamaan aja nunggunya apalagi terus dilupakan eh maksud saya memang sebenarnya "dokumen" itu ndak pernah ada.Kabar kabur? Tungguin aja. Kebetulan topik najwa waktu itu ingin memojokkan SN, bukan SS.
Fadli jon itu anak buah prabowo yg dari dulu koar2 ada kebocoran. Sekarang jokowi menunjukkan ini loh bocor.
RR Jokowi kena pengaruh kepret alias "jebakan offside" nya Freeport. Itu maksud saya, dan itu sudah saya jelaskan pada paragraf2 berikutnya.Kenapa RR Jokowi ikut ke kepret?
Kenapa RR jawabnya cuma "nama itu ndak penting"? Trus di akhir tayangan pas Karni nanya "jadi Freeport ini sebaiknya diapakan, apakah diperpanjang atau tidak diperpanjang kontraknya" kenapa RR cuma cengar-cengir ndak mau jawab?Bukannya yg ribut2 sekarang adalah freeport cs sama dpr cs? RR cuman kasih komentar, itu ribut antar mafia, dan Karni Ilyas tanya2 siapa sih mafia2 itu.
Bukan komentator, tapi nara sumber. Tema acaranya aja "Sinetron Perang Antar Geng", istilah yang pertama kali dilontarkan oleh RR. Mosok nara sumber ndak mau jawab pertanyaan2 penting secara tegas dan lugas.Posisi RR cuman komentator di sini.
![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



Reply With Quote