Eksistensi bukan sesuatu yang bisa ditawarken fordis-fordis macam KM. Sementara mereka sedang ingin eksis, dikenal, 'ini gue dan yang ngomong gini gue lho'. Padahal hanya segelintir punya pandangan dan pendapat yang original, selebihnya kambing-kambing yang ikut mengembik.

Maklumi saja, ada masanya ketika seseorang ingin dikenal/diakui oleh orang lain. Tapi jaman dulu orang menulis buku, artikel, opini di majalah atau koran; cerdas, elegan dan santun. Sekarang siapapun "bisa" berpendapat dan menulis.

Ada juga yang cerdas tapi terbawa ego ikut-ikutan berdebat.

Atau mungkin lebih meyakini bahwa berdiskusi di FB akan membawa perubahan yang lebih cepat. Mereka pikir, siapa sih yang baca KM? Capek-capek nulis paling-paling yang komen simbok, kong Sur, ndableg, mba Tus, ndugu, Neon. Ndak penting banget.