BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Managemen PT Amtek yang kini berganti nama menjadi Interplex merasa tidak nyaman dengan mogok kerja yang dilakukan oleh buruh.
Perusahaan yang berlokasi di Cammo Industrial, Batam Centre, tersebut bahkan memberikan peringatan agar aksi mogok buruh tidak lebih dari dua minggu, atau perusahaan akan hengkang.
"Manager sudah bilang, kalau didemo dua minggu, induk perusahaan di Singapura akan memindahkan ke Vietnam atau Malaysia," ujar Purnomo Andiantono, Direktur Humas dan Promosi BP Batam.
Menurut pria yang akrab disapa Andi itu, rencana kepindahan tersebut dikarenakan alasan kenyamanan perusahaan yang terganggu karena buruhnya melakukan mogok kerja.
Selain pindah, aksi mogok buruh berpotensi menghilangkan orderan perusahaan senilai 20 juta dolar Amerika Serikat, atau sekitar sekitar Rp 260 miliar.
"Amtek mau dapat order 20 juta US dolar, tapi itu tidak akan diberikan kalau masih demo atau mogok," ucap Andi.
Menurut Andi, BP Batam telah memfasilitasi antara perusahaan dan manajemen, namun sayangnya masih tidak ada titik temu.
Gw bingung sama buruh perush ganti nama aja dipermasalahkan![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



Reply With Quote