nubi ijin gabung--dan maap jika gak nyambung dg isi diskusi

Jujur saja, saya install app ini juga di hape saya--dan berhasil mengumpulkan deposit hampir lima ratusan ribu dr berbagai promo . Tapi belum pernah make sekalipun jasanya. Saya masih ngayal kalau transportasi paling ideal tetaplah transportasi publik semacam bus dan kereta (tapi gak pernah berani naik kopaja, hehe). Taxi saya gunakan paling kalau pas hujan/malam/bareng temen. Jarak <500m sebisa mungkin jalan kaki. Pernah beberapa kali naik bajay/mikrolet lebih karena 'kasian' kepada bapak-bapaknya.

Ketika tau susahnya cari sumber energi bahan bakar dan dampak ketergantungan transportasi roda dua di kota besar, saya sebisa mungkin menghindari transportasi semacam ojek yg bikin ruwet jalan. Ya, bukannya saya tidak ingin menyalahkan profesi ini (toh pengguna motor dan mobil pribadi jauh lebih besar dampaknya thp macet dan borosnya energi).

Saya tidak menampik mungkin suatu saat saya akan menggunakan transport semacam ini juga kalau dirasa mendesak, tapi untuk sekarang berusaha untuk diminamilisir dulu.

Dan kayaknya kebanyakan pengendara latarnya tidak murni pengemudi asli ya? Kebanyakan saya lihat (terutama di sekitaran daerah saya) adalah mahasiswa tingkat akhir yang nyambi. Bahkan ada juga kakak kelas sealmamater yg jadi pengemudi buat bayarin hobby dia nonton konser JKT48