Kalo saya baca, nemuin idenya juga gak sengaja karena si Nadiem itu ngantor selalu naik ojek. Nyadarnya setelah skian lama bahwa ojek bisa difasilitasi dengan aplikasi.

Investornya memang dirahasiakan tapi saya pernah baca ada yang berhasil mengetahui dua investor besarnya. Cuma ga ingat siapa aja, tapi mereka memang suka invest di start up company. Ini karena gojek tahun berapa itu menang dapet award bisnis yang paling menjanjikan atau apa lah, sori bacanya sambil lalu jadi infonya juga numpang lewat. Intinya, punya bisnis bagus akan menarik investor. Kok nggak seneng sih ada investasi masuk ke sini, di saat yang lain susah payah cari dana?

Ya seperti yang ndableg bilang, bisnis ini dimulai dari nol dengan membujuk satu2 tukang ojek pangkalan untuk gabung. Sekarang buahnya mulai keliatan. Tapi katanya belum untung, karena masi jor-joran ngasi promo dan meningkatkan branding. Palagi pesaing dari Malaysia tak kalah gesit dan dananya lebih melimpah. After all, perang harga konsumen macem etca juga yang diuntungkan.

NB: sori ini gak ketemu dari tadi tombol (at), keyboard lokal bikin pusying. Jadi mau mention sapa2 ga bisa.