Quote Originally Posted by ndugu View Post
in some way fenomenal, tapi rasanya "uber for [insert your service]" udah sangat umum deh
kayanya dalam kasus ini gojek bisa jalan di indo memang sikon dan timingnya yang pas, ditambah ojek kan moda transportasi yang umum juga ya di indo untuk sekarang ini

seperti yang tusc bilang, coba kalo sekian taon kedepan di mana di kota2 besar sudah membangun angkutan masal yang reliable, servis ojek gini mungkin jadi rada obsolete, seperti becak ato bajaj tapi untuk sekarang ini, it works perfectly. dan kupikir sangat masuk akal buat gojek untuk terus berinvoasi ke bidang servis lainnya, karena mereka ngga bisa terus2an di servis ojek selamanya. jadi mumpung skarang lagi sangat populer, timingnya pas buat ngebangun brand awarenessnya.
Maka itu gw bilang fenomenal, karena mereka berhasil memanfaatkan keadaan di indonesia. Keberhasilan gojek membuka kemungkinan mereka berinovasi lebih jauh lagi.

saya sempat kerja di perusahaan yang core bisnisnya juga bermodel on-demand economy seperti .... karena intinya kan perush uber-like ini kan hanya perantara antara consumer dengan service provider / freelancer (kita sebut aja kontraktor). nah di perush saya dulu itu, demi memastikan servisnya / produknya konsisten, mereka sampe melakukan orientasi / pelatihan ke para kontraktor2 mereka ini.....
Model bisnis ini lah yg sekarang memang populer. Sbg perantara/intermediair antara clients dengan provider. Spt contoh agen lowongan, menghubungkan pencari kerja dan pencari pegawai/freelancer. Makelar, menghubungkan calon pembeli rumah dengan penjual rumah. Di belanda gw pernah ikut proyek perantara antara pencari hipotek, dengan hipotek advisor. Dan gojek yg menghubungkan antara pemakai dan penyedia jasa ojek. Gojek berhasil menemukan apa yang diminati di indonesia/jakarta.