Page 4 of 5 FirstFirst ... 2345 LastLast
Results 61 to 80 of 82

Thread: Pacar/Suami Indonesia?

  1. #61
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,351
    Kepanjangan ett, bisa2 ga laku ntar, harusnya 1 kata aja, ingat nama yg menjual produk
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  2. #62
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,897
    Kultur udah pasti pengaruh sih sedikit banyak plus variasi pengalaman hidup yang membedakan rasanya. Kan nanya rasa toh
    Nggak perlu sampe diperdebatkan sampe kenapa bisa begini dan begono. Lha bahan pembuatannya aja beda, proses manggangnya pun beda
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  3. #63
    pelanggan setia Porcelain Doll's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    6,347
    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    memang kenyataannya begitu, bukannya menjustifikasi ato membenarkan, karena ketergantungan seperti itu memang bukan hal yang baik. saya sih mendukung kemandirian wanita. culturally saya pun mempunyai background patriarki (like many others), walo untungnya juga saya dikelilingi oleh banyak wanita mandiri dan pekerja keras dalam lingkungan keluargaku. because you never know kapan si partner meninggal, kecelakaan, ato ditinggalkan, or whatever it is. dan di saat keadaan begitu, manusia, baik cewe maupun cowo, perlu bisa berdiri sendiri.

    *pragmatis.com*
    Nah...ini nih yg selalu ditekankan oleh ortu sendiri, terutama ibu
    meskipun ibu orang yg selalu melayani ayah tanpa diminta...(misal menyiapkan keperluan dari mulai bangun sampai tidur lagi), beliau selalu menekankan bahwa perempuan harus memiliki penghasilan sendiri. Jadi seandainya ada apa2, kita tidak terlalu kaget karena menggantungkan semuanya ke pasangan (Laki2)
    Dan ayah juga bukan orang yg manja...karena sejak kecil sudah mandiri. Jadi seandainya tidak dilayani juga....santai saja
    Popo Nest

  4. #64
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,049
    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    don't get me wrong, saya pun penganut kesetaraan gender, dan dalam kamusku ngga ada yang namanya kepala keluarga blablabla. suami dan istri sama2 memegang saham 50-50 dalam RT, equal partnership, equal stakeholders. kalo cowo diexpect untuk menurunkan toilet seat setiap kali selesai berbisnis, maka cewe juga harus diexpect untuk leaving the toilet seat up after she is done.
    I beg to disagree.

    Memiliki saham yang sama, pembagian kewajiban 50-50, itu sekedar ilusi.
    Istilah "saham", "stakeholder" itu hanya cocok untuk kegiatan produktif.

    Apa sih yang produktif dari pernikahan?
    Pernikahan itu lebih mirip jual beli.
    Saya beli kolam genetik untuk eksperimen nutfah dan saya bayar berupa perawatan kolam tersebut.

    Jadi gak ada itu istilah ketergantungan perempuan pada laki-laki. Gak ada istilah laki-laki menjadi tameng.
    Yang ada adalah jual beli. Laki-laki membeli sarung pedang, dibayar dengan tameng.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  5. #65
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,769
    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    Hah! ini bener banget, dan memang sering kudengar.
    intinya, anak biasa dijadikan sebagai asuransi masa tua




    lah, gimana ngga ada hubungannya dengan patriaki. emang kenyataannya norma masyarakat indo emang masih banyak yang begitu, bahkan dalam perhukuman pun masih begitu. your single experience blom tentu mencerminkan semua keluarga. don't get me wrong, saya pun penganut kesetaraan gender, dan dalam kamusku ngga ada yang namanya kepala keluarga blablabla. suami dan istri sama2 memegang saham 50-50 dalam RT, equal partnership, equal stakeholders. kalo cowo diexpect untuk menurunkan toilet seat setiap kali selesai berbisnis, maka cewe juga harus diexpect untuk leaving the toilet seat up after she is done.
    Sebenernya pada kebanyakan denial aja sih orang Indonesia tercintah ini

    Tapi ya IMO orang bule kalau mau nikah bener-bener karna cinta. Soalnya mereka nikah bukan untuk melegalkan s3x aja.
    Wong pacaran juga dah jelas pernah icip-icip.. dan gak harus nikah itu menurut mereka.
    Jadi pas nikah gak ada rasa kaget kaya "oh dia kok gitu sih kelakuannya".
    Disatu sisi bagusnya pernikahan ini ya karna si laki pengen beneran hidup sama si cewek dan ngerasa gak bisa hidup tanpa satu sama lain.

    Kalau orang Indonesia beberapa yang saya kenal menikah karna dipaksa orang tua, faktor umur, faktor omongan orang, dan supaya gak sendiri.
    Gak bermaksud untuk ngejudge, tapi yha kalau nikah itu seharusnya bukan karna omongan orang dan dipaksa orang tua.
    Karna soon or later, pasti kesiksa kalau lagi ada masalah dalam pernikahannya.
    U know gak ada pernikahan yang gak ada masalahnya selama masih hidup.

    Dan mengenai punya anak, hahahaha percayalah banyak banget yang berprinsip kaya gitu tapi lagi-lagi denial.
    Ada yang jujur straight to the point gak pakai basa basi.
    Dulu sih dosen saya pernah cerita sama seorang temennya katanya kalo anak itu investasi. Si dosen ini ketawa aja.
    Ketahuilah bahwasanya gak ada anak yang minta dilahirkan ke dunia yang kejam ini, jadi cintai anak tapi gak usah dimanjain amir.
    You were born with the ability to change someone's life - don't ever waste it.

  6. #66
    pelanggan setia hajime_saitoh's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Mataram Lombok NTB
    Posts
    2,004
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    I beg to disagree.

    Memiliki saham yang sama, pembagian kewajiban 50-50, itu sekedar ilusi.
    Istilah "saham", "stakeholder" itu hanya cocok untuk kegiatan produktif.

    Apa sih yang produktif dari pernikahan?
    Pernikahan itu lebih mirip jual beli.
    Saya beli kolam genetik untuk eksperimen nutfah dan saya bayar berupa perawatan kolam tersebut.

    Jadi gak ada itu istilah ketergantungan perempuan pada laki-laki. Gak ada istilah laki-laki menjadi tameng.
    Yang ada adalah jual beli. Laki-laki membeli sarung pedang, dibayar dengan tameng.
    produknya kan jelas tuh anak2 yang lucu2.....

    ---------- Post Merged at 10:21 AM ----------

    ya itu kan pola pikirnya kop Kandalf tapi dalam pola pikir orang lain misalnya saya kan bisa beda.. kalo menurut saya pribadi ya saya sebagai suami akan bertindak menjadi pelindung bagi istri dan anak-anak saya. InsyaAllah....

  7. #67
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,660
    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    I beg to disagree.
    Memiliki saham yang sama, pembagian kewajiban 50-50, itu sekedar ilusi.
    Istilah "saham", "stakeholder" itu hanya cocok untuk kegiatan produktif.
    kegiatan produktif gimana? maksudnya dalam arti seperti organisasi for-profit?
    well, buatku itu cuman definisi bahasa doank, ilusi ga ilusi, intinya menurutku masih sama aja. dan 50-50 itu bukan cuman kewajiban / tanggung jawab, tapi juga hak. yah, bener kaya dalam bisnis deh.

    Apa sih yang produktif dari pernikahan?
    Pernikahan itu lebih mirip jual beli.
    Saya beli kolam genetik untuk eksperimen nutfah dan saya bayar berupa perawatan kolam tersebut.

    Jadi gak ada itu istilah ketergantungan perempuan pada laki-laki. Gak ada istilah laki-laki menjadi tameng.
    Yang ada adalah jual beli. Laki-laki membeli sarung pedang, dibayar dengan tameng.
    saya justru ngerasa jual beli kurang tepat analoginya. sapa yang penjual sapa yang pembeli nih? dagangannya apa? sarung pedang dan tameng itu kiasan buat apa dalam RT?

    Quote Originally Posted by serendipity View Post
    Tapi ya IMO orang bule kalau mau nikah bener-bener karna cinta. Soalnya mereka nikah bukan untuk melegalkan s3x aja.
    Wong pacaran juga dah jelas pernah icip-icip.. dan gak harus nikah itu menurut mereka.
    Jadi pas nikah gak ada rasa kaget kaya "oh dia kok gitu sih kelakuannya".
    Disatu sisi bagusnya pernikahan ini ya karna si laki pengen beneran hidup sama si cewek dan ngerasa gak bisa hidup tanpa satu sama lain.
    saya justru merasa sebaliknya. bule cukup pragmatis kok menurutku. tentu ada kalangan yang menikah atas dasar membuktikan cinta lah dll (yang semakin direinforced pula dari pelem2 romans hollywood ). tapi menurutku banyak juga yang ngga begitu. very often pernikahan itu bener untuk melegalkan status aja, karena status seseorang akan sangat mempengaruhi kehidupannya dari segala aspek (pajak pendapatan, pengasuhan anak, warisan, asuransi kesehatan, pinjeman kredit ke bank, pembelian/sewa rumah, hak kunjung rumah sakit, dll). baru2 ini saya ada temen pasangan gay yang menikah untuk tujuan status imigrasi partnernya (satu warga amrik satunya warga asing).

    Dan mengenai punya anak, hahahaha percayalah banyak banget yang berprinsip kaya gitu tapi lagi-lagi denial.
    Ada yang jujur straight to the point gak pakai basa basi.
    Dulu sih dosen saya pernah cerita sama seorang temennya katanya kalo anak itu investasi. Si dosen ini ketawa aja.
    Ketahuilah bahwasanya gak ada anak yang minta dilahirkan ke dunia yang kejam ini, jadi cintai anak tapi gak usah dimanjain amir.
    menurutku ngga semua denial2 banget, soalnya banyak kok yang begitu dan bahkan dengan lantang mengakui bahwa anak itu asuransi. saya pribadi ngga memegang prinsip itu sih, tapi banyak orang yang kutemui yang berpandangan begitu (dan mengakuinya).

  8. #68
    pelanggan setia Porcelain Doll's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    6,347
    pacaran itu ilusi, menikah itu realita!

    gitu aja sih
    kalo pas nikah masih suka kaget2an...artinya ga bisa nerima kenyataan
    Popo Nest

  9. #69
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,769
    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    saya justru merasa sebaliknya. bule cukup pragmatis kok menurutku. tentu ada kalangan yang menikah atas dasar membuktikan cinta lah dll (yang semakin direinforced pula dari pelem2 romans hollywood ). tapi menurutku banyak juga yang ngga begitu. very often pernikahan itu bener untuk melegalkan status aja, karena status seseorang akan sangat mempengaruhi kehidupannya dari segala aspek (pajak pendapatan, pengasuhan anak, warisan, asuransi kesehatan, pinjeman kredit ke bank, pembelian/sewa rumah, hak kunjung rumah sakit, dll). baru2 ini saya ada temen pasangan gay yang menikah untuk tujuan status imigrasi partnernya (satu warga amrik satunya warga asing).


    menurutku ngga semua denial2 banget, soalnya banyak kok yang begitu dan bahkan dengan lantang mengakui bahwa anak itu asuransi. saya pribadi ngga memegang prinsip itu sih, tapi banyak orang yang kutemui yang berpandangan begitu (dan mengakuinya).
    Di Indonesia juga gitu kok ada beberapa pasangan yang menikah untuk meringankan pajak, membuat cinta eh maksudnya melegalkan status.
    Yha selama gak merugikan orang lain sih gak apa-apa... toh bukan kita yang dirugikan kan
    Iya emang kebanyakan pasangan pengen punya anak sebagai asuransi, mereka bilang itu secara lantang. U know the people who said "anak itu kan rejeki"

  10. #70
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,135
    Lha, pernikahan yang gw lakukan emang jual beli kok
    Calon mertua menawarkan (ijab) putri nya untuk gw nikahi
    dan gw menerima (qabul) untuk menikahi putri nya dengan
    Mahar sekian gram logam mulia.... Lalu sah!

    ---------- Post Merged at 01:41 PM ----------

    Jadi kalau gw macam-macam maka gw berurusan dengan
    mertua, sebaliknya kalau bini gw macam-macam, ya gw la
    por pada mertua.

  11. #71
    pelanggan tetap ga_genah's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    1,653
    Quote Originally Posted by mbok jamu View Post
    Pacar/Suami Indonesia, gimana rasanya?


    #lagibengongnungguinbis
    Rasa...
    cukup di jilat, ketauan dah "rasa"nya seperti apa
    rasa itu cuman ada 5 macam, yaitu manis, asin, asam, pahit, dan gurih. literaturnya banyak sekali tuh..... Saus1, Saus2, Saus3, Saus4, Saus5, dll
    sedangkan pedas bukan rasa, karena itu hanya sensasi iritasi akibat adanya zat "capsaicin" Saus

    Gambar dibawah ini sangat bagus buat nunjukin "rasa"


    "saus", yang full size klik di sini


    saus

    Walaupun pernah punya pacar orang Indonesia (karena TIDAK bersuami dan belum punya istri),
    TAPI, JUJUR, sejujur-jujur-jujur-jujurnya, saya ga tau rasanya, saya ga pernah ngejilatin mbok....
    MUNGKIN, kalo waktu itu pas pacar saya berkeringat, saya jilatin, dia akan berasa asin, mungkin juga asam kali ya...
    MUNGKIN, kalo pas dia selesai pegang gula, trus saya jilat tangannya, mungkin akan berasa manis
    MUNGKIN, kalo pas dia selesai motong daun pepaya, dah saya jilatin tuh tangan, dia akan berasa pahit
    nah yg gurih ini seperti apa dia...???


  12. #72
    pelanggan setia Yuki's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Buitenzorg
    Posts
    6,365
    nah yg gurih ini seperti apa dia...???
    ketumpahan mie kuah
    ELPHELT VALENTINE'S MARIONETTE.

  13. #73
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,398
    Jadi, rasa itu tergantung menjilat pakai apa (ujung, pinggir atau belakang lidah) atau apa yang dijilat?
    "The two most important days in your life are the day you are born and the day you find out why." - Mark Twain

  14. #74
    pelanggan setia Yuki's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Buitenzorg
    Posts
    6,365
    rasa itu tergantung kesehatan, saya waktu sakit lidah itu gak bisa merasakan apa-apa
    ELPHELT VALENTINE'S MARIONETTE.

  15. #75
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,351
    Hmmm jadi pengen makan yoghurt bluberry
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  16. #76
    pelanggan setia hajime_saitoh's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Mataram Lombok NTB
    Posts
    2,004
    soal rasa.. jadi pgn merasakan cinta yg lainnya...

  17. #77
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,351
    ^^^
    Duh gara2 om hajime, pengen "yoghurt" yg laen
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  18. #78
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,135
    hush... jadi bapak jangan pada gatel an
    "And this world of armchair bloggers who created a generation of critics instead of leaders, I'm actually doing something. Right here, right now. For the city. For my country. And I'm not doing it alone. You're damn right I'm the hero."

    --Oliver Queen (Smallville)

  19. #79
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,351
    Bukan gatel tapi "laper"
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  20. #80
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,398
    Tolong bapak-bapak kembali ke jalan yang benar.
    "The two most important days in your life are the day you are born and the day you find out why." - Mark Twain

Page 4 of 5 FirstFirst ... 2345 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •