
Originally Posted by
kandalf
I beg to disagree.
Memiliki saham yang sama, pembagian kewajiban 50-50, itu sekedar ilusi.
Istilah "saham", "stakeholder" itu hanya cocok untuk kegiatan produktif.
Apa sih yang produktif dari pernikahan?
Pernikahan itu lebih mirip jual beli.
Saya beli kolam genetik untuk eksperimen nutfah dan saya bayar berupa perawatan kolam tersebut.
Jadi gak ada itu istilah ketergantungan perempuan pada laki-laki. Gak ada istilah laki-laki menjadi tameng.
Yang ada adalah jual beli. Laki-laki membeli sarung pedang, dibayar dengan tameng.