Quote Originally Posted by ndugu View Post
don't get me wrong, saya pun penganut kesetaraan gender, dan dalam kamusku ngga ada yang namanya kepala keluarga blablabla. suami dan istri sama2 memegang saham 50-50 dalam RT, equal partnership, equal stakeholders. kalo cowo diexpect untuk menurunkan toilet seat setiap kali selesai berbisnis, maka cewe juga harus diexpect untuk leaving the toilet seat up after she is done.
I beg to disagree.

Memiliki saham yang sama, pembagian kewajiban 50-50, itu sekedar ilusi.
Istilah "saham", "stakeholder" itu hanya cocok untuk kegiatan produktif.

Apa sih yang produktif dari pernikahan?
Pernikahan itu lebih mirip jual beli.
Saya beli kolam genetik untuk eksperimen nutfah dan saya bayar berupa perawatan kolam tersebut.

Jadi gak ada itu istilah ketergantungan perempuan pada laki-laki. Gak ada istilah laki-laki menjadi tameng.
Yang ada adalah jual beli. Laki-laki membeli sarung pedang, dibayar dengan tameng.