@Nowitzki
Dianterin, dijemput, dikasih nafkah, dibayarin tiap ngedate? You make Indonesian women sound so helpless.![]()
Mbok pikir ndak ada hubungannya dengan patriarki, in fact, that just sounds like an excuse to me. Mbok dibesarkan dalam keluarga yang sangat patriarki (Aceh/Batak) tapi menadahkan tangan alias menerima is a big NO NO in my family, anak perempuan atau laki-laki. Dibayarin pacar? Wah, justru malu. Dan itu bisa menjadi bumerang untuk perempuan. Mosok teriak-teriak kesetaraan gender tapi ndak bisa mandiri? Mosok mengaku intelligent and modern women tapi masih mengkotak-kotakkan pemikiran bahwa laki-laki yang harus bayarin tiap ngedate?
BTW, kenapa harus dibandingkan dengan non-Indonesia?
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



Reply With Quote