Dinkes Jakarta : Terapi di Rel Kereta Api Membahayakan
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA- Kebiasaan warga di sekitar Stasiun Rawabuaya, Jakarta Barat, yang merebahkan diri di rel karena mengganggap unsur listrik pada rel tersebut bisa menyembuhkan penyakit, dinilai Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dien Emawati, sangat membahayakan.
Menurut Dien Emawati, terapi dengan unsur listrik biasanya hanya digunakan untuk menyembuhkan penyakit kejiwaan, sedangkan untuk penyakit lainnya belum ada penelitian yang membuktikan.
Untuk itu, pihaknya meminta petugas puskesmas kelurahan dan kecamatan memberikan penyuluhan terkait bahaya terapi tersebut.
"Pengobatan itu lebih banyak resikonya, serta membahayakan diri sendiri dan orang lain," kata Dien saat dihubungi, Kamis (21/7).
Hingga saat ini kata Dien kepada beritajakarta.com, belum ada pernyataan atau penelitian yang menyatakan, terapi rel listrik tersebut mampu menyembuhkan penyakit. Pihaknya mengimbau agar warga tidak mengulangi terapi rel listrik itu lagi.
Kepala Daop 1 PT Kereta Api Indonesia (KAI), Purnomo Radik, menegaskan rel kereta bukan untuk terapi kesehatan. Karena dikhawatirkan akan menimbulkan hal-hal yang tidak baik.
"Saya belum dengar rel bisa untuk terapi kesehatan. Itu dilarang karena membayakan. Pada prinsipnya tidak boleh," tegasnya.
Pihak PT KAI berjanji akan memangil warga yang melakukan terapi di rel listrik tersebut, untuk dilakukan pembinaan.
"Kalau dipanggil mereka tidak datang, kita akan datangi dan diberikan pengertian tidak boleh. Akan dilakukan pembinaan karena itu tidak sepantasnya. Nanti kalau dilanjutkan kereta tidak akan jalan, kita akan bawa dasar-dasarnya kalau itu dilarang," tandasnya.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



Reply With Quote
