Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 20 of 30

Thread: Terapi Rel Kereta Api

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1

    Cool Terapi Rel Kereta Api

    lagi heboh. tadinya mu disimpan di aktualita, tapi kayaknya lebih pas disini



    Jakarta - Terapi rel yang dilakukan warga di Stasiun Rawa Buaya, Jakarta Barat, dinilai berbahaya. PT KAI memanggil penemu terapi rel yang disebut-sebut bernama Bang Haji, untuk dimintai keterangan.

    "Kita sudah panggil orang yang pertama kali melakukan terapi di atas rel ini untuk kita mintai keterangan dan memberi pengertian bahwa rel itu sangat berbahaya," ujar Kadaops I PT KAI Purnomo Radiq.

    Purnomo mengatakan itu usai jumpa pers di Jakarta Railway Center Jl Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (21/7/2011).

    Menurut Purnomo, jika penemu terapi rel tidak datang memenuhi panggilan, pihaknya yang akan mendatangi. Hal ini dilakukan karena terapi di atas rel berbahaya. Jika kegiatan ini ditiru hampir seluruh warga di Indonesia maka akan mengganggu jalannya kereta.

    "Jika orang Indonesia melakukan itu semua ya kereta tidak bisa lewat," tuturnya.

    Rel, lanjut Purnomo, bukan tempat untuk terapi. Rel merupakan wilayah yang seharusnya tertutup bagi umum.

    "Juga saya baru dengar kok rel bisa untuk menyembuhkan penyakit karena sebenarnya rel itu berbahaya," kata Purnomo.

    Sebagian warga mempercayai kekuatan listrik itu yang menyembuhkan penyakit warga yang melakukan terapi. Namun menurut Purnomo, tidak ada kekuatan listrik di bawah rel.

    "Nggak ada. Kalau paling tinggi 3 volt-lah itu bekas gosokan roda KA dengan rel," tutup dia.

    Kabar terapi di rel Rawa Buaya sepertinya sudah menyebar di masyarakat. Setiap hari ada saja yang datang untuk terapi. Terlebih mereka yang sudah lebih awal mencoba, mengakui khasiat dari aliran listrik di atas rel ini.




    (nik/vit)
    you can also find me here

  2. #2
    Only In Indonesia

    Polisi Tak Bisa Usir "Pengobatan Rel KA"

    JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Baharudin Djafar mengatakan, kepolisian tidak bisa ujug-ujug mengusir orang-orang yang berbaring di rel kereta api di Pondok Kopi, Jakarta Timur. Pasalnya, itu masalah sosial bukan masalah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

    "Kami mendapat informasi, orang-orang itu datang dan tidur di rel karena mau terapi. Jadi, itu masalah sosial, bukan semata-mata masalah kamtibmas," kata Baharudin, Kamis (21/7/2011).

    Baharudin mengatakan hal itu ketika diminta tanggapannya atas pernyataan pihak Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) agar polisi segera mengusir atau melarang warga melakukan hal itu karena dapat membahayakan masyarakat dan berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan KA.

    Menurut Baharudin, penanganan masalah sosial itu harus terpadu, tidak bisa salah satu pihak saja. Jadi, harus ada juga pihak ahli yang dapat membuktikan, terapi itu benar atau tidak berakibat positif pada kesehatan.

    "Namun demikian, jika pihak PT KAI merasa kegiatan masyarakat itu mengganggu, kami bersedia bersama-sama untuk mengatasi masalah. Namun, tetap harus ada orang yang ahli, yang dapat membuktikan bahwa terapi semacam itu tidak mempunyai dampak apa pun bagi penyembuhan penyakit," katanya.
    you can also find me here

  3. #3
    Chief Cook GiKu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    10,315
    setelah ini ada terapi rebahan di jalan tol

  4. #4
    Terapi di Rel, Rasanya Seperti di Surga

    JAKARTA, KOMPAS.com — Neneng (45), warga Kampung Kresek, Jakarta Barat, tampak begitu menikmati sore hari di stasiun Rawabuaya, Rabu (20/7/2011). Udara di Rawabuaya terbilang cukup sejuk. Semilir angin terasa berdatangan tanpa henti. Sementara itu di sekitar stasiun masih terdapat banyak ilalang dan kebun yang digarap warga.

    Namun, cara Neneng menikmati sore hari tidak seperti warga biasanya. Ia memilih berbaring di atas rel kereta dan ditemani bantal kesayangannya. "Rasanya seperti di surga. Ayo coba di sini," ungkap Neneng, Rabu (20/7/2011), saat dijumpai di stasiun Rawabuaya, Jakarta Barat.

    Neneng mengaku memiliki penyakit diabetes. Semenjak menjalankan terapi rel kereta api di Rawabuaya, sakitnya itu sudah mulai membaik. Ia merasa tak takut akan aliran listrik yang ada pada rel kereta api itu.

    "Awalnya saya hanya lihat kok sore-sore ada banyak orang di sini. Akhirnya saya coba. Ternyata enak juga," ujarnya.

    Saat pertama kali mengikuti terapi ini, Neneng mengaku sedikit takut. "Saya pas pertama cuma berani pegang dengan dua tangan saja. Waktu itu kaget tiba-tiba terasa ada listrik dan tangan saya gerak-gerak sendiri," ucap Neneng.

    Lama-kelamaan, karena merasa penasaran, Neneng pun mulai mengikuti aksi merebahkan diri yang sudah dilakukan beberapa warga sebelumnya. "Listriknya mengalir ke semuanya, sampai terasa ke dada ini," terangnya.

    Tidak hanya merebahkan diri, kini Neneng pun sering melakukan berbagai macam gaya dalam menjalankan terapinya di atas rel listrik. "Kadang duduk sambil pegang dua relnya, kadang tiduran bawa bantal biar empuk, kadang juga berdiri sambil nempelin kaki di relnya. Mana yang enak saja dan yang mau disembuhin," tambah Neneng.

    Selain Neneng, ada sekitar 20 warga sore itu yang berjejer di rel kereta stasiun Rawabuaya. Banyak cara yang dilakukan para warga ini dalam melakukan terapi atau sekadar menikmati sore hari di stasiun Rawabuaya.

    Kumiati (61), warga Duri Kosambi, Jakarta Barat, misalnya. Di antara sekian banyak warga yang datang, Kumiati tampak mencolok. Pasalnya, hanya dia yang membawa payung sambil merebahkan diri di atas rel.

    "Supaya enggak panas. Kan kalau gini asik kaya di pantai sambil sembuhin penyakit," canda perempuan yang mengaku terbebas dari penyakit darah tinggi dan diabetes semenjak melakukan terapi rel listrik ini.

    Lain lagi dengan Sri (50), warga Duri Kosambi, Jakarta Barat. Ia sengaja membawa sebuah botol air minum dan sebuah lap ke rel kereta api. Air tersebut tidak digunakan untuk diminum, tetapi justru untuk membasahi lap. Lap basah itu biasa ia letakkan di bawah kakinya saat ia rebahan di atas rel kereta. "Supaya listriknya makin kuat, pakai lap basah itu," kata Sri.

    Setiap pagi dan sore hari, rel kereta di dekat stasiun Rawabuaya selalu dipadati warga yang datang dari berbagai wilayah. Mereka percaya aliran listrik dari rel kereta itu bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Biasanya, terapi rel kereta ini dilangsungkan selama 1-2 jam. Tidak jelas kapan dan siapa yang memulai kebiasaan ini.
    you can also find me here

  5. #5
    ada yg mau coba? rasanya seperti di Surga lho.... kalo kelindes... beneran masuk surga


    bukti negara gak becus jamin kesehatan warga
    you can also find me here

  6. #6
    opera's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    http://www.opera.com/
    Posts
    4,852
    hahahaha keren keren.... kreatif orang orang Indonesia.. teori listrik statis untuk kesehatan. cuma alat gak tanggung tanggung pake rel kereta

  7. #7
    Chief Cook GiKu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    10,315
    tiap 4 menit di jalur pondok kopi ada kereta lewat
    terapi yang mengerikan

  8. #8
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    iya ga tanggung2 banget deh

    duh polisi kok aneh banget sih, kan rel itu daerah berbahaya, seingetku ada UU-nya ga boleh berkeliaran di sekitar rel kereta, masa gitu ga cukup untuk menertibkan?
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  9. #9
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Ini semacam terapi kompres panas.
    Bisa melebarkan pembuluh darah yg menyempit dan me relax kan otot pundak yg tegang.

    Tidak ada bukti bisa menyembuhkan penyakit, tapi yg pasti terasa enak di badan, seperti mandi air hangat.

    Jadi ingat terapi kasur giok yg terkenal di kalangan masyarakat bawah, intinya cuma menghangatkan tubuh dan memberi rasa nyaman.

    Kalau mau yg aman, buat sebuah kantung air hangat lalu kompres di pundak dan telapak kaki, bisa meredakan ketegangan dan menghilangkan pusing2.

  10. #10
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    atau datanglah ke ruas kereta api antara stasiun Citayam dan Nambo, Gunung Putri.
    Sudah lima tahun nggak ada kereta yang lewat di situ... dijamin aman...
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  11. #11
    Quote Originally Posted by Alip View Post
    atau datanglah ke ruas kereta api antara stasiun Citayam dan Nambo, Gunung Putri.
    Sudah lima tahun nggak ada kereta yang lewat di situ... dijamin aman...
    kan mereka nganggapnya kalo kereta yg lewat bakal bangkitin arus statis. nah, arus ini yg "bermanfaat bagi keseharan". kalo gak ada kereta, gak ada arus statisnya
    you can also find me here

  12. #12
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    Weleh d pondok kopi perlintasan kereta apinya ga pake plang tuh.
    Dah makan banyak korban noh.
    Ini malah ada2 aja.. Coba kalo tdran, trus bablas bobo
    tau2 nyawa dah ikutan bablas.

  13. #13
    Quote Originally Posted by etca View Post
    Weleh d pondok kopi perlintasan kereta apinya ga pake plang tuh.
    Dah makan banyak korban noh.
    Ini malah ada2 aja.. Coba kalo tdran, trus bablas bobo
    tau2 nyawa dah ikutan bablas.
    Ah masa sie 'bu...
    ane sering lewat situ ada kok...
    what do u x'pect some1 do 2 u, do it 1st.

  14. #14
    kalo pas terapi ada kereta lewat, semua penyakit akan hilang seketika.......


    "Maybe not all of our efforts will be rewarded. But without effort, you will get nothing"
    Takahashi Minami

    ------------------------------------------------------------------
    Thread paling Hot di l AKB48 Glossary l 48Fams l My Blog

  15. #15
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Kalo gitu boboknya sedeket mungkin sama percabangan rel di Pabuaran, Citayam. Hampir setiap sepuluh menit ada kereta lewat, tanpa kuatir 'lewat'
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  16. #16
    Chief Cook GiKu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    10,315
    10 menit kelamaan Kop

    di pondok kopi hampir setiap 4 menit di 1 jalurnya
    di sana ada 2 jalur

  17. #17
    pelanggan setia gembel's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    perbatasan
    Posts
    2,068
    Ketika pemerintah tidak bisa memberikan pengobatan secara gratis ke masyarakat mendingan biarkan saja mereka melakukan terapi. Melakukan pelarangan tapi tidak memberikan solusi kesehatan. Diam lebih baik...
    belajar nge-blog di ferylife.blogspot.com

  18. #18
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    pelarangan bukan melarang pengobatan alternatif, tapi menghindari bunuh diri massal
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  19. #19
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    Dinkes Jakarta : Terapi di Rel Kereta Api Membahayakan

    TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA- Kebiasaan warga di sekitar Stasiun Rawabuaya, Jakarta Barat, yang merebahkan diri di rel karena mengganggap unsur listrik pada rel tersebut bisa menyembuhkan penyakit, dinilai Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dien Emawati, sangat membahayakan.

    Menurut Dien Emawati, terapi dengan unsur listrik biasanya hanya digunakan untuk menyembuhkan penyakit kejiwaan, sedangkan untuk penyakit lainnya belum ada penelitian yang membuktikan.

    Untuk itu, pihaknya meminta petugas puskesmas kelurahan dan kecamatan memberikan penyuluhan terkait bahaya terapi tersebut.

    "Pengobatan itu lebih banyak resikonya, serta membahayakan diri sendiri dan orang lain," kata Dien saat dihubungi, Kamis (21/7).

    Hingga saat ini kata Dien kepada beritajakarta.com, belum ada pernyataan atau penelitian yang menyatakan, terapi rel listrik tersebut mampu menyembuhkan penyakit. Pihaknya mengimbau agar warga tidak mengulangi terapi rel listrik itu lagi.

    Kepala Daop 1 PT Kereta Api Indonesia (KAI), Purnomo Radik, menegaskan rel kereta bukan untuk terapi kesehatan. Karena dikhawatirkan akan menimbulkan hal-hal yang tidak baik.

    "Saya belum dengar rel bisa untuk terapi kesehatan. Itu dilarang karena membayakan. Pada prinsipnya tidak boleh," tegasnya.

    Pihak PT KAI berjanji akan memangil warga yang melakukan terapi di rel listrik tersebut, untuk dilakukan pembinaan.

    "Kalau dipanggil mereka tidak datang, kita akan datangi dan diberikan pengertian tidak boleh. Akan dilakukan pembinaan karena itu tidak sepantasnya. Nanti kalau dilanjutkan kereta tidak akan jalan, kita akan bawa dasar-dasarnya kalau itu dilarang," tandasnya.
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  20. #20
    dokter RSJ - KM ancuur's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    RSJ - KM Jabatan:____ Dokter Jiwa
    Posts
    15,694


    hayo.. rumus, giku, opera, deddy, urzu..
    silahkan bobo.. katanya mau therapi

Page 1 of 2 12 LastLast

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •