33. kesel pasti pernah lah, tapi yang penting penyalurannya.
kalau hegel melakukan kesalahan, saya tetap hukum, tapi jenis hukumannya disesuaikan umur. biasanya hukuman berdiri di pojokan, 5-10 menit abis itu minta maaf. paling penting anak tahu apa kesalahannya, dan bagaimana memperbaikinya serta jangan mengulangi lagi (walau dalam banyak kasus anak2 tetep aja ngulangin lagi, ya kita ingetin lagi)
34. bukan pernah lagi, tapi sering. kadang cuma untuk menarik perhatian ortu aja. harus dipastikan dulu alasan dia tidak nurut, apakah karena dia menganggap hal yang dia lakukan benar (kalau memang benar, harus kita akui itu benar, kalau ternyata salah ya kita kasih tahu)
bisa juga karena menarik perhatian (sering kalau saya lagi di depan kompi, hegel lempar2 barang, cari perhatian, disuruh diam ga mau. berarti bundanya yang harus menghentikan main komputer, main sama hegel)
35. kayaknya ngga deh, mudah2an ga terjadi. tapi wallahua'lam takdir Allah siapa yang tahu
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)





