^^
sebagai alay ada ga?

Quote Originally Posted by cha_n View Post
6. anak buah pak tif. bisa atuh, ikut tesnya. cerita panjang lebar gimana maksudnya?
----cut----
maksud awal pertanyaan saya sebetulnya... bagaimana cerita bisa tertarik memilih kementerian itu (kominfo) padahal banyak kementerian lain beredar diluaran sana...
berhubung pertanyaannya ambigu dan sudah diceritakan panjang lebar yang unik tentang keunikan dari proses seleksi di kominfo (nice share... saya baru tau testing CPNS ada yang seperti itu), maka jawaban atas pertanyaannya no 6. sudah lebih dari cukup

Quote Originally Posted by cha_n View Post
anak itu produksi berdua (duh bahasanya), tanggung jawab mendidik ada di tangan orang tuanya, ayah-bundanya.
Kondisi keluarga kami, suami bekerja wirausaha, dan kebetulan kerja dekat rumah. Artinya ayahnya juga bisa mengawasi dari rumah.
Untuk membagi resiko, saya bekerja tetap, kerja kantoran. Alhamdulillah rumah dekat stasiun jadi ke kantor ga begitu lama.
Aku ga pernah mau lembur (hak pegawai tuh nolak lembur) saya pilih mengerjakan di kantor. tapi kalau ke daerah ya ga bisa nolak.
Tujuannya biar bisa maksimal interaksiku dengan si kecil.
Aku juga baru bekerja 1 tahunan, jadi anakku masih sama aku dari lahir sampai umur 1.5 tahun, kupegang sendiri.

Anakku di rumah ada om nya, beda 2 tahun, jadi juga ada teman main.
Umur 2.5 tahun seperti sekarang lebih banyak membebaskan sih, ga pernah dipaksa2 sebuah rutinitas, ya paling dikenalkan aja dengan berbagai hal.
keren juga working mom yang ini, berarti periode awal pertumbuhan Hegel benar-benar dibawah pengawasan bu cha_n ya