...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
Mantaps kk, share lagi donk futu2nya...![]()
what do u x'pect some1 do 2 u, do it 1st.
tu manager maen maen dong ke LN![]()
Chan... cerita dong insight yang ditemukan selama nyemplung di tengah orang Jepang? Kebiasaannya yang unik, hal-hal yang layak kita tiru,hal-hal yang bikin kita bangga jadi orang Indonesiadan sejenisnya...
Itu oleh-oleh paling berharga dari orang yang pulang berpergian...![]()
"Mille millions de mille milliards de mille sabords!"
Pengalaman yang baik. terima kasih chan telah membagikannya disini
Permintaan yang sama dengan Alip, biasanya di negeri orang rasa kebanggaan terhadap tanah air muncul. Selama di Jepang apakah perasaan itu timbul? Kalau ada apa yang dibanggakan.
mau bikin signature baru tapi kehilangan teksnya
Ada dua alasan,
- sampah akan di daur ulang, sehingga sebisa mungkin sampah itu sudah terpisah secara rapih. Kertas kumpul sama sesama kertas, tidak ada sisa makanan. Dengan begitu proses pemilahannya di bagian recycling nanti akan lebih gampang
- courtesy kepada para paman pemungut sampah, kalau sampahnya sudah bersih, kita seperti sudah membantu pekerjaan mereka
Jadi sekalian ada pendidikan untuk saling membantu dan menghormati pekerjaan orang... bukan kayak di negara lain yang temanya "itu kan emang udah kerjaan mereka?"
Masih heran bahwa warga Jepang saling tolong menolong dengan sangat kuat waktu tsunami kemaren?![]()
"Mille millions de mille milliards de mille sabords!"
you can also find me here
iya, sekarang jadi rada risih ga bersihin semua sendiri.
harus dibiasakan, ke diri sendiri, ke keluarga, mudah2an ntar yang lain ketularan
iya om saya sedang lakukan nih, saya kerjain pas lagi ada waktu senggang (abis ngikutin acara isra'mi'raj nih dikantor hihihihi)
foto2nya mayan banyak, musti diedit, diupload, dan dikatakataisabar ya pemirsa
*jadi smangad lagi*
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
betul betul betul...
kasih 4 jempol untuk um alip (udah cuci kaki kok)
mereka sangat menghargai profesi orang lain.
semisal sopir, di Indonesia mungkin dianggap sepele. Kalau mereka, mereka berpikir, kalau sopir tidak dihargai, mereka pun tidak menghargai penumpangnya, padahal nyawa kita disupiri oleh sopir itu. Sama juga dengan profesi tukang sampah, tanpa merka, lingkungan kita jadi kotor, sampah dimana-mana, penyakit dimana-mana.
Tempat sampah, mobil sampah di Jepang bersihhhhhhhh baget, tidak seperti mobil sampah pokoknya
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
oke masih hari ke 2 ya (masih ada 7 hari lagi *sigh*)
Sisi lain sekolah
di sana setiap sekolah harus punya lapangan sekolah dan kolam berenang
lapangan sekolah
anak-anak habis berenang, maaf ga sempet ambil foto kolam berenangnya (nanti ya yang di sekolah lain ada)
tanggapun bisa jadi tempat belajar, tiap anak tangga ada frase/idiom dalam tulisan kanji
Pulang sekolah!!!
anak2 SD tidak diharuskan memakai seragam, tapi mereka memakai topi yang sama berwarna kuning.
Kenapa berwarna kuning? bukan karena lucu, tapi itu membantu anak2 terlihat oleh pengguna jalan lain, sehinga penguna jalan lain berhati-hati kalau anak2 lewat.
Ada guru/orang tua/kakak kelas yang lebih besar memandu mereka pulang. Jarak Sekolah-Rumah maks 2 km, karena itu mereka pulang cukup berjalan kaki/naik sepeda.
Anak hanya boleh bersekolah di sekolah terdekat dengan rumahnya.
Kalau diperhatikan, guru-gurunya pun berpakaian santai lho, kaos oblong dan celana jeans
sekolah benar2 terasa seperti di rumah.
Oh iya, cerita dari pemandu di sini, rumah2 mereka sangat kecil, jadi berada di sekolah sepertinya jauh lebih menyenangkan, karena memang fasilitasnya lengkap, banyak area bermain.
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
oh ya ada yang ketinggalan, foto SEPEDA
pingiiiiiiiiiiiiiiiiiin punya sepeda kayak gini, ada tempat boncengan anak depan belakang... lucunyaaaa... belum pernah lihat di Indonesia, ada yang jual tidak ya?
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
oke waktunya makan-makan...
sorenya kita makan2, errrr nama rumah makannya apa ya? lupa
ada yang bisa bantu? ini bacaannya apa ya?
ini menunya
pokoknya langsung ditelen aja
seingetku ada tahu-telor (itu yang di gelas warna kuning), sushi (udah pada tahu kan?) yang dipiring bawah itu semacam somay (namanya mirip, semacam somay2 juga) tempura (yang digorang pakai kulit tepung)
rasa? aku tetap milih RM Padang, soal makanan, makanan indonesia is the best!
iya kan bu Kilat?
saya lupa bawa saos sambel pulak pas awal2... (besoknya langsung ngebekel)
Hal yang saya banggakan dari Indonesia, kekayaan rempah2, makanannya enak2.
di sini sepertinya rempah2 mahal, jadi ya gitu deh rasa makanannya...
makanan sepaket gitu, harganya? ga kurang dari 2000yen, 2800 kalo ga salah
di bawah kertasnya ada api, ga kebakar selama diatasnya ada air...
di sini ada mie, dagingnya direbus di sini.
...bersama kesusahan ada kemudahan...
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
“Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n
My Little Journey to India
"Mille millions de mille milliards de mille sabords!"