Sayangnya,
data dari media massa seringkali melalui dua kali penyaringan.
Penyaringan pertama dari wartawannya sendiri.
Penyaringan kedua dari editor.
Belum yang ketiga, dari pemilik modal.
Saya sudah beberapa kali berada di sebuah tempat kejadian dan saat dimuat di media massa manapun ada beberapa bagian yang hilang.
Itu sebabnya, kadang saya unduh majalah detik mingguan atau beli majalah mingguan. Karena biasanya, yang hilang2 itu ada di edisi 'mingguan'.
Saya pribadi sih jarang mengeluarkan observasi personal kecuali kalau ada unsur personal, misalnya ada kejadian pemukulan dan yang dipukul adalah saudara saya, atau ada tuduhan terhadap almameter.
Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013
boleh numpang tanya ga pak, bu..apakah isi dalam kitab suci juga bisa disebut data?
sejauh mana kita bisa tau kebenarannya, apakah dengan cek langsung? misal, mengunjungi makam, museum sejarah, bangunan bersejarah dsb?
Apaka misal saat ini saya bilang saya adalah zombie,saya makan ini itu, hdp begini begitu bla bla bla.... bisa disebut data?
Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
-Rendra
Kitab suci adalah data.
Tapi data tersebut hanya menyatakan bahwa si penulis (kita bicara tentang orang atau manusia yang menuliskannya, bukan sumber pernyataan atau sumber inspirasi pernyataan) menyatakan demikian.
Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013
Kok gw merasa kalo si purba mau 'diskusi" pake ATURAN dia sendiri yah, kalo dia ga ngerti harus "disuap" sampe ngerti, kalo dia bilang opini dia data yg didapat dari media massa, kita mesti ngerti itu data bukan opini, kalo dia lagi nge troll kita harus maklum, kayak diskusi dengan atasan cewe yg lagi dapet![]()
you meet someone
you two get close
its all great for awhile
then someone stops trying
Talk less, awkward conversations, the drifting
No communication whatsoever
Memories start to fade
Then the person you know become the person u knew
That how it goes. Sad isn't it?
Jadi kalau data dimuat di internet, di buku, di majalah, di dinding sekolah, di jamur merang eh..mskdnya belum tentu bener sesuai fakta juga ya?
gw cuma percaya sama data statistik dari lembaga badan statistik doank, atau kalau hasil penelitian dari ahli di bidang masing2 yang sdh diverifikasi sama lembaga yang berkaitan, selebihnya yang cuma 'katanya si anu di ono, atau si ina begono karena si inu" kayaknya kurang gress buat didebatin sampe pake kafak ama farang segala
Apalagi kalau kita bukan pengambil keputusan juga, cuma ngobrol2 d warung kopi ambil ambil angkat sebelah kaki.
Last edited by Alethia; 10-03-2015 at 11:31 AM.
Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
-Rendra
Nah, memang begitu diskusi di forum macamini. Karena itu, saya menggunakan sumber berupa media massa, mudah di-akses oleh siapa saja dan 'santai'. Kalo yg lain mau menggunakan sumber yg lain, silakan saja. Tapi, buat saya, kalo mau diskusi dgn baik, perlu validasi apa yg dinyatakan oleh lawan diskusi. Tidak percaya begitu saja.
![]()
tidka percaya begitu saja itu boleh aja tapi ga usah pake urat juga ngemengnya,ga usah di flaming, biar sante gitu kan, ceria, bersajaha, membahana, bergelora
menurut eik sih yang penting kalau mau diskusi, yang penting informatif aja. Ga perlu passive aggressive. Masalah datanya valid atau ga, biar yang ragu-ragu yang mencek sendiri. Kalau mereka ga percaya? Ya udinda, lu ga berkurang satu bulu ketek pun kan kalau ada yang ga percaya ama data lu?
xixxixixiixi
dan kalau yang ga percaya adalah elu, ya lu cek sendiri donk kebenaran datanya, Lu datengin sumber-sumbernya yang kata mereka bilang ina inu. it is not their job to convince you, they are not your child fruit, aren't they?
Last edited by Alethia; 10-03-2015 at 12:19 PM.
Jangan kamu bilang dirimu kaya, bila tetanggamu memakan bangkai kucingnya.
-Rendra
Lho lha iya. Itu udah kebiasaan gw diskusi, kalo gak percaya, gw cek sendiri. Misalnya ada yg bilang di UU KPK tertulis ttd semuanya. Lha gw cek langsung ke UU KPK, ternyata gak ada tuh apa yg dibilangnya.
Makanya juga gw bikin topik ini karena kayaknya sedang tren diutk menanyakan data pada lawan diskusi.
---------- Post Merged at 02:09 PM ----------
Aturan si purba sendiri? Yg ada, gw ngikutin apa mau lu dalam diskusi, sampe lu kepentok sendiri. Pake data, hayoo... Nyinyir-nyinyiran, hayoo....![]()
Hihihi ini nyindir gw yah?
Gw kan dah bilang, kalo lu nyari di tempat yg salah mana mungkin ketemu, ibaratnya lu nyari rendang di toko bangunan, mau seluruh toko bangunan di dunia lu masukin juga ketemu, habis itu ngoceh2 gak ada itu yg namanya rendang
Lu bilang semua data lu berasal dari internet, coba lu check ALASAN UTAMA pra peradilan bg, disana dibilang kok ga semua pimpinan kpk ttd
Nih gw kasih hint lagi , aturan yg mengatur itu mengatakan itu cuma Syarat ......, bukan SYARAT ......
, begitu SYARAT ...... itu terpenuhi, maka alasan itu gak bisa dipake hakim buat menggugurkan "ketersangkaan si bg" nah silahkan isi titik2 tsb dengan logika eh data elu yg merupakan kumpulan data dari internet
Gw kan dah bilang lu kasih bukti ucapan lu yg mengatakan faisal basri mengatakan indo merupakan satu2nya pengimpor premium, gw scan langsung bukti keberadaan uu itu, kalo bahasa orang hukum QUID PRO QUO, kalo bahasa baratnya "Ang garuik punggung den, den garuik punggung ang", kalo bahasa padangnya "u show urs, i show mine"![]()
you meet someone
you two get close
its all great for awhile
then someone stops trying
Talk less, awkward conversations, the drifting
No communication whatsoever
Memories start to fade
Then the person you know become the person u knew
That how it goes. Sad isn't it?
^Oi oi oi... Pertikaiannya jaadi tumpah ruah sampe thread sini, Kong Sur ?
Entar di marahin Admin, dan Kong Sur jadi waras, terus nggak boleh masuk RSJ KM lagi.![]()
A proud SpaceBattler now.
yoii sorry om, ampunnn mod gogon mengotori tempat semedi mod gogon, udaah ane cabut aja![]()
you meet someone
you two get close
its all great for awhile
then someone stops trying
Talk less, awkward conversations, the drifting
No communication whatsoever
Memories start to fade
Then the person you know become the person u knew
That how it goes. Sad isn't it?
merasa kesindir lu ya?
Pake analogi segala lagi. Seolah-olah si purba mencari pernyataan surjadi05 di tempat yg salah, dst. Mendingan ngomong aje item puti. Kalo pake analogi, gak pas, malah ngaco. Jelas-jelas lu bilang tertulis di UU KPK. Apa gw perlu meng-quote lagi pernyataan lu itu di sini? Bosen....![]()
Semua data gw dari internet? Trus dia lupa apa yg dia tulis waktu itu. Gw sampe bosen quote tulisan dia.Lu bilang semua data lu berasal dari internet, coba lu check ALASAN UTAMA pra peradilan bg, disana dibilang kok ga semua pimpinan kpk ttd![]()
Ok, bolehlah ALASAN UTAMA prapreadilan BG seperti itu, yaitu: Gak semua pimpinan KPK ttd. Ini seh gak gw permasalahkan. Kecuali klo lu maksud, BG menang di prapreadilan karena gak semua pimpinan KPK ttd, nah itu gw cek di Tempo online, dan lagi-lagi BG menang bukan karena gak semua pimpinan KPK ttd.
Hadeww..gw kagak tau dah lu ngomong apa. Gw dah lama ngikutin diskusi di forum macam beginian. Yg diskusinya akhirnya plintat-plintut, ngeles sana ngeles sini, mentok ngamuk, mentok bikin onar topik, mentok malah nuduh asbun, diskusi pengennya menang kalah, dlsb dah....
Ngomong apaan lu?Nih gw kasih hint lagi , aturan yg mengatur itu mengatakan itu cuma Syarat ......, bukan SYARAT ......
, begitu SYARAT ...... itu terpenuhi, maka alasan itu gak bisa dipake hakim buat menggugurkan "ketersangkaan si bg" nah silahkan isi titik2 tsb dengan logika eh data elu yg merupakan kumpulan data dari internet![]()
Mengenai impor premium?Gw kan dah bilang lu kasih bukti ucapan lu yg mengatakan faisal basri mengatakan indo merupakan satu2nya pengimpor premium, gw scan langsung bukti keberadaan uu itu, kalo bahasa orang hukum QUID PRO QUO, kalo bahasa baratnya "Ang garuik punggung den, den garuik punggung ang", kalo bahasa padangnya "u show urs, i show mine"![]()
Ini juga gw udh klarifikasi ke lu, kalo yg lu maksud tulisan: Faisal Basri berkata, 'Indonesia satu2nya pengimpor premium.", itu gw gak bisa temuin di media online. Tapi berita ttg Indonesia pengimpor premium, itu banyak diberitakan di media online.
Ini contoh pemberitaan online media tsb:
http://economy.okezone.com/read/2014...-impor-premium
Gimane? Gw diskusi, ya diskusi apa adanya, gak ada menang kalah. Tapi kalo mo nyinyir-nyinyiran, hayooo........ JAKARTA - Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas mengungkapkan, Indonesia melalui Petral selama ini menjadi satu-satunya importir di Asia yang membeli Research Octane Number (RON) 88 alias Premium. Namun RON 88 yang dihasilkan selama ini adalah hasil dari blending RON 92.
Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas (Migas) Faisal Basri, mengatakan meski hanya Indonesia yang membeli RON 88, namun Petral sebagai importir RON 88 satu-satunya di Asia tidak punya kuasa dalam menentukan harga belinya. ...
---------- Post Merged at 10:46 PM ----------
Nih lagi:
http://industri.bisnis.com/read/2014...ganti-pertamax
Puas?... Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Komite Reformasi Tata Kelola Migas Faisal Basri mengatakan impor bahan bakar minyak "RON88" (bensin Premium) yang dilakukan Indonesia bisa membuka peluang kartel, karena negara ini adalah satu-satunya pembeli BBM jenis tersebut di dunia.
"Ini membuka peluang terjadi kartel penjual, karena mereka punya kepentingan menghasilkan RON88 hanya untuk Indonesia," kata Faisal dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (21/12/2014).
Menurut dia, Indonesia adalah satu-satunya pembeli terbesar RON88 di dunia. ...![]()
Last edited by purba; 11-03-2015 at 12:00 AM.
Pengakuan diri? itu mah ga bakal valid selama ga ada informasi resmi dari sumber2 lain. Bahkan satu sumber ga cukup buat validasi.
Logika juga bisa digunakan untuk validasi, tapi toh bbrp pernyataan perlu memberikan perincian detail untuk bisa dipahami secara logis.
Menurut gw yg diributkan kang sur itu bukan sekedar data2 tapi fakta, karena diskusi lu kan biasanya cuma berdasarkan logika lu yang akhirnya meliuk2 jadi tukang ramal.
Last edited by ndableg; 11-03-2015 at 02:46 AM.
Wah... Perang urat sahwatnya meluber jauh sampe ke sini.
Data itu jamak, kalo tunggal namanya datum. Semasa masih sifatnya tunggal seperti pengakuan pribadi atau info online sepotong belum bisa disebut data. Data pun terbagi lagi yg valid dan tidak valid. Pas diskusi ya ndak papa saling skeptis, cuman caranya itu mbok yg elegan dikit napa.
There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.
Everyone wants happiness, no one wants pain.
But you can't make a rainbow without a little rain.
Nah, lu paham kan, kalo pengakuan diri sulit utk di-validasi, perlu sumber lain, dll. Kasih tau tuh temen-temen lu yg dikit-dikit minta data, juga yg dikit-dikit mengklaim pengakuan dirinya (diri orang lain, kagak) sebagai data valid.
Menurut gw yg diributkan kang sur itu bukan sekedar data2 tapi fakta, karena diskusi lu kan biasanya cuma berdasarkan logika lu yang akhirnya meliuk2 jadi tukang ramal.Diskusi gw lagi yg meliuk-liuk? Kagak beres? Nyinyir? Troll? Asbun?
Nah, setelah "DATA", sekarang muncul lagi istilah "FAKTA". Apa sih fakta? Apa sih data? Apa sih logika?
Satu lagi deh. Gaya lu sok jagoan.
Lu kasih tau deh temen2 lu di gang lu, jangan banyak bacot.
Ayooo dong...!!!da pada tua juga...masa diskusinya jadi kek gini...?