Results 1 to 20 of 43

Thread: Diskusi pake data

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by cha_n View Post
    emang pengertian data apa? lu kan katanya pinter, tahu dong pengertian data, sumber data apa aja. hasil observasi data bukan?
    hasil observasi itu malah data primer, apalagi misal gua, emang kerjaan gua itu, gua bahas apa yang terjadi di tempat kerja gua. itu data.
    Lu punya hasil observasi. Gw juga punya hasil observasi. Tapi baik hasil observasi lu maupun gw, gak bisa gw dan lu validasi, lha ini mah jadi klaim-klaim sepihak yg kagak jelas juntrungannya.

    Kenapa jadi kagak jelas? Misal, gw sebutin hasil observasi gw yg menunjukkan kemunduran-kemunduran bikrokrasi sejak Jokowi berkuasa. Karena lu gak bisa validasi, akhirnya lu bilang hasil observasi gw hanya omongan hater belaka, nyinyir, troll, etc etc dah...

    Kalo lu dan gw dapat mengakses sumber yg menjadi hasil observasi gw dan lu tsb, nah itu lebih baik. Karena ini diskusi via internet, ya gunakanlah sumber-sumber yg bisa diakses dgn internet pula.

    ---------- Post Merged at 05:33 AM ----------

    Quote Originally Posted by kandalf View Post
    Terkadang, observasi pribadi tidak berarti lebih buruk daripada tautan media massa lho.

    Misalkan nih,
    ada yang optimis bahwa pemuda Indonesia kritis dengan menampilkan tautan-tautan ke media massa berisi demonstrasi-demonstasi bahkan bentrok antara mahasiswa dengan polisi.
    Tapi saya, dalam diskusi tetap pesimis dengan menuliskan pengamatan pribadi tentang pemuda-pemuda sekitar saya.

    Apakah kemudian derajat pengamatan pribadi saya lebih rendah daripada berita-berita media massa?
    Bukan dalam 'sense' seperti itu. Ini diskusi via jejaring. Kalo sampeyan menyampaikan hasil pengamatan pribadi, bagaimana validasinya? Misal kandalf mengatakan hasil pengamatan pribadinya ttg sesuatu peristiwa sbg bla bla bla. Trus, purba percaya saja gitu? Ya tidak. Purba akan mencoba utk validasi perkataan kandalf tsb. Ini persis yg saya lakukan ketika lawan diskusi mengatakan bhw UU KPK menyatakan bla bla bla. Nah, saya cek tuh UU KPK, dst.

    ---------- Post Merged at 05:43 AM ----------

    Quote Originally Posted by Casanova Love View Post
    Namun bgitu,
    Diskusi mah silakan aja gunakan opini maupun testimony.
    Namun kl argumennya baru opini atau testimony, maka tidak ada pihak yg berhak klaim 'paling benar' sebelum memberikan data statistik pembuktian.
    Nah ini namanya kedewasaan.

    Yg saya lihat juga begitu. Apa yg mereka bilang sebagai data adalah masih pada tataran opini ataupun testimoni. Makanya saya selalu bilang: Saya menggunakan media massa sebagai sumber data/referensi (agar mudah diakses oleh siapa saja) dan menggunakan common sense dlm berargumentasi (agar dapat semudah mungkin dipahami oleh siapa saja).

    ---------- Post Merged at 05:46 AM ----------

    Quote Originally Posted by tsu View Post
    IMHO lebih penting sikap respek, saling menghargai saat berdiskusi
    ingat tujuan diskusi ini apa, untuk nyiyir atau mencapai suatu pemahaman bersama

    segebok data tidak akan pernah bisa berguna kalau sikap respek sudah tidak ada
    Mudah dikatakan, tapi sulit dipraktekkan. Apalagi kalo lawan diskusinya punya opini yg berlawanan. Bisa-bisa distigma sbg hater, troll, nyinyir, asbun, de el el lah.... Makanya pernah gw bilang bahwa gw udah lama ikutan diskusi di forum beginian.

    ---------- Post Merged at 05:55 AM ----------

    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    Kalo menurut gw sih yg namanya data adalah informasi. Misalnya data diri, isinya informasi2 tentang diri seseorang.
    Kalo ada yg minta data dalam diskusi, ya simpel aja, artinya minta informasi lengkap mengenai statement seseorang yg dianggap ngawur. Jadi minta bukti informasi valid. Dan tentu ga menutup kemungkinan ketika purba memberikan informasi lalu langsung dianggap informasi itu valid.
    Informasi valid? Nah itu bagaimana mem-validasi sebuah informasi yg berupa pengakuan diri?

  2. #2
    tsu's Avatar
    Join Date
    Aug 2011
    Location
    Rainbow Trout
    Posts
    5,365
    Quote Originally Posted by purba View Post

    Mudah dikatakan, tapi sulit dipraktekkan. Apalagi kalo lawan diskusinya punya opini yg berlawanan. Bisa-bisa distigma sbg hater, troll, nyinyir, asbun, de el el lah.... Makanya pernah gw bilang bahwa gw udah lama ikutan diskusi di forum beginian.
    selalu ada option "mengalah untuk menang"

  3. #3
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Informasi valid? Nah itu bagaimana mem-validasi sebuah informasi yg berupa pengakuan diri?
    Pengakuan diri? itu mah ga bakal valid selama ga ada informasi resmi dari sumber2 lain. Bahkan satu sumber ga cukup buat validasi.
    Logika juga bisa digunakan untuk validasi, tapi toh bbrp pernyataan perlu memberikan perincian detail untuk bisa dipahami secara logis.

    Menurut gw yg diributkan kang sur itu bukan sekedar data2 tapi fakta, karena diskusi lu kan biasanya cuma berdasarkan logika lu yang akhirnya meliuk2 jadi tukang ramal.
    Last edited by ndableg; 11-03-2015 at 02:46 AM.

  4. #4
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by ndableg View Post
    Pengakuan diri? itu mah ga bakal valid selama ga ada informasi resmi dari sumber2 lain. Bahkan satu sumber ga cukup buat validasi.
    Logika juga bisa digunakan untuk validasi, tapi toh bbrp pernyataan perlu memberikan perincian detail untuk bisa dipahami secara logis.
    Nah, lu paham kan, kalo pengakuan diri sulit utk di-validasi, perlu sumber lain, dll. Kasih tau tuh temen-temen lu yg dikit-dikit minta data, juga yg dikit-dikit mengklaim pengakuan dirinya (diri orang lain, kagak) sebagai data valid.

    Menurut gw yg diributkan kang sur itu bukan sekedar data2 tapi fakta, karena diskusi lu kan biasanya cuma berdasarkan logika lu yang akhirnya meliuk2 jadi tukang ramal.
    Diskusi gw lagi yg meliuk-liuk? Kagak beres? Nyinyir? Troll? Asbun?

    Nah, setelah "DATA", sekarang muncul lagi istilah "FAKTA". Apa sih fakta? Apa sih data? Apa sih logika?

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •