Terkadang, observasi pribadi tidak berarti lebih buruk daripada tautan media massa lho.
Misalkan nih,
ada yang optimis bahwa pemuda Indonesia kritis dengan menampilkan tautan-tautan ke media massa berisi demonstrasi-demonstasi bahkan bentrok antara mahasiswa dengan polisi.
Tapi saya, dalam diskusi tetap pesimis dengan menuliskan pengamatan pribadi tentang pemuda-pemuda sekitar saya.
Apakah kemudian derajat pengamatan pribadi saya lebih rendah daripada berita-berita media massa?
Tentu saja, yang baik adalah ketika ada yang melakukan survey seberapa aktif pemuda kita tetapi kalaupun ada survey macam itu, pasti masih dipertanyakan lagi bias si peneliti.
Lha dulu, ada yang menyurvey (si Iip Wijayanto) dan mengatakan 97% mahasiswi Yogya tidak perawan langsung dipertanyakan biasnya dan metodenya kok.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



Reply With Quote