Ini sebenarnya menarik.
Tapi sekedar koreksi.
Maluku tidak didominasi oleh Kristen melainkan seimbang kurang lebih seimbang. Makanya kemarin akhirnya jadi dua propinsi, Maluku dan Maluku Utara.

Dayakpun begitu,
tak semuanya masuk Kristen. Ada yang tetap di agama lama seperti Kaharingan. Ada juga yang masuk Islam

Balik ke topik.
Belanda secara netral tidak melakukan misi. VOC itu pedagang, murni berniat pedagang.
Nah namanya pedagang, ada yang sekuler dan ada pula yang religius.

Tapi kalau serius benar-benar mempelajari sejarah pemerintah kolonial Belanda, niscaya akan mendapatkan beberapa perdebatan antara Pemerintah Kolonial dengan para misionaris.
Jadi, kadang misionaris ini jalan sendiri, kadang dapat tentangan, tetapi kadang dapat dukungan. Tergantung siapa yang jadi Gubernur Jendral.

Oh iya,
Bali itu, walau Hindu, tetapi persentuhan dengan Islam-nya cukup gede. Daerah kekuasaan Kerajaan Karang Asem misalnya, juga mencakup lombok yang ada Muslim. Bahkan mereka punya stempel-stempel berbahasa Arab. Tapi ya itu, penguasanya tetap beragama Hindu.