PAHAM.
Gue cuman mau bilang, bahkan buah yang lu gunakan sebagai analogi-pun, di dunia nyatanya, perlakuannya bahkan bisa lebih ekstrem dari 'sekedar hukuman mati' dalam rangka menyingkirkan individu yang terdefinisi sebagai bibit buruk.
sekali lagi gue bilang, lo mesti 'jalan dalam sepatu orang lain' dulu untuk bisa bilang bahwa hukuman mati itu paling baik atau paling buruk.
Yang perlu lo paham adalah: Walaupun gue pro hukuman mati, sebagai 'necessary evil', gue nggak memandang pendapat ini sebagai harga mati.
Gua nggak memandang pendapat ini sebagai kebenaran absolut.
Gue anggap penerapannya sangat bergantung pada situasi masyarakatnya. Sangat2 relatif.
Tergantung situasi, bisa antara harus diterapkan, sampe nggak perlu sama sekali.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)






Reply With Quote