Analogi lu itu menunjukkan lu pegang 'value' dimana nyawa manusia sama saja dengan buah mangga. That's Ok. Itu value yg lo pegang. Karena itu dapat dipahami bahwa lo setuju dgn hukuman mati.
Btw, dlm kasus kanker, terpaksa bagian tubuh yg sakit dibuang, utk apa? Utk mempertahankan nyawa manusia. Ini value yg membedakan nyawa manusia dan buah mangga.
Kalo 'value' yg dipegang seperti ladang jagung (lihat di bawah), mungkin orang Indonesia dimusnahkan saja oleh komunitas internasional karena biang kriminal dan biang korupsi.
Lu paham analogi kan?Dan ngomongin buah sebagai analogi, nggak sekali dua kali, bahkan secara ekstrem seluruh ladang(yang gue tau, kejadian buat buat jeruk dan kedelai) harus di basmi gara2 ketauan beberapa bagian tanaman terserang hama.
---------- Post Merged at 05:57 PM ----------
Gak tega gw. Nih gw tanggepin...
100 buah mangga dibuang tapi ada 1 yg masih baik bukan sedang menunjukkan probabilitas salah hukum 100:1 tapi sedang mengilustrasikan 'nilai' buah mangga dibandingkan dgn 'nilai' nyawa manusia. Paham?
Secara statistik kesalahan 1:10000000000000000000000000 mungkin tidak ada artinya. Tapi tidak utk nyawa manusia. Itu ilustrasinya. Mudah2an lu paham.![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)






Reply With Quote

