Results 1 to 20 of 148

Thread: Dubes RI ditolak Brasil

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by mbok jamu View Post
    Memangnya kalau ditangkap/dipenjarakan, ndak bisa bebas lagi? Itu buktinya si Cowan, sudah ditangkap, dipenjarakan, akhirnya dibebaskan. Coba kalau dari dulu dia dihukum mati, Murcombe kemungkinan masih hidup sampai sekarang.
    Selalukah seperti Cowan? Artinya, apakah terpidana pembunuhan akan selalu berperilaku seperti Cowan, setelah dibebaskan dari penjara, kemudian membunuh kembali?

    Cowan bisa dipenjara seumur hidup. Di dalam penjara, Cowan bisa dipekerjakan, utk memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga tidak pakai uang pembayar pajak.

    Orangtua Daniel Murcombe salah satu taxpayer yang membiayai hidup si Cowan di penjara sebelum dia dibebaskan lalu membunuh anak mereka. Dan sekarang Cowan dipenjara seumur hidup, orangtua Daniel Murcombe lagi-lagi memberi si bgst itu makan tidur gratis di penjara.
    Menghubungkan uang hasil pajak dan biaya penjara berarti memperluas kasus. Apakah masyarakatnya tidak melakukan kesalahan, ketika muncul orang macam Cowan dlm masyarakat tsb? Mungkin secara psikologis, Cowan membenci masyarakat tsb, sehingga ingin terus membunuh. Mengapa Cowan membenci msyarakat tsb? Mungkinkah ketika Cowan masih kecil dan keluarganya bermasalah, masyarakat tsb tidak menghiraukannya, dst?

    A piece of sh!t like Cowan should have not been born in the first place anyway. Sentencing him to death is doing yourself and Mother Earth a favour.
    Orang seperti Cowan tidak hidup di ruang vacuum, tapi di tengah masyarakat. If Cowan is a piece of sh!t, you are also a bowl of sh!t.

    ---------- Post Merged at 01:45 PM ----------

    Quote Originally Posted by surjadi05 View Post
    ... kembali lagi menurut lu penting mana perasaan korban dan keluarganya, atau perasaan elu, yg takut salah vonis mati
    Kok perasaan gw?

    Sampeyan tiba nih di Cengkareng. Kemudian di tas sampeyan ditemukan 1 kg heroin. Singkat cerita, sampeyan diadili di Tanggerang dan kena hukuman mati. Padahal semua orang di tahu bahwa sampeyan orang baik-baik, dst. Sampeyan pun berusaha membela diri, tapi bukti menunjukkan sampeyan membawa 1 kg heroin masuk Indonesia. Sampeyan pun minta pengampunan sihunun Jokowi, tapi ora sukses alias gak dapet (lupa kacang pada kulitnya ). Artinya apa? Anak bini sampeyan ngenes. Kalo sampeyan mati, bini mo dapet duit dari mana? Anak perlu biaya sekolah dari mana?

    Sampeyan berdiri di pinggir lobang kubur. Algojo siap menembakkan peluru ke dada sampeyan. Pletoss!!! Matilah sampeyan langsung masuk lobang kubur dan diurug tanah Nusakambangan. Bini sampeyan berusaha menghidupi keluarga dgn menjadi penjaja surga dunia. Karena sibuk menjajakan diri sana sini, anak sampeyan tidak keurus. Jadilah anak sampeyan preman kampung, nongkrong-nongkrong di warung.

    Suatu ketika terjadilah ribut-ribut di warung. Anak sampeyan dicokok komjen Buwas, trus dibui, dgn tuduhan membunuh tukang parkir. Anak sampeyan berusaha membela diri bahwa yg tusuk tukang parkir bukan dia, tapi temannya. Berhubung anak sampeyan yg pegang pisau dapur tsb, jadilah dia pesakitan di Nusakambangan (ngikutin nasib buapaknya yg apes). Berulanglah kisah konyol dinasti sampeyan.


  2. #2
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Selalukah seperti Cowan? Artinya, apakah terpidana pembunuhan akan selalu berperilaku seperti Cowan, setelah dibebaskan dari penjara, kemudian membunuh kembali?

    Cowan bisa dipenjara seumur hidup. Di dalam penjara, Cowan bisa dipekerjakan, utk memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga tidak pakai uang pembayar pajak.



    Menghubungkan uang hasil pajak dan biaya penjara berarti memperluas kasus. Apakah masyarakatnya tidak melakukan kesalahan, ketika muncul orang macam Cowan dlm masyarakat tsb? Mungkin secara psikologis, Cowan membenci masyarakat tsb, sehingga ingin terus membunuh. Mengapa Cowan membenci msyarakat tsb? Mungkinkah ketika Cowan masih kecil dan keluarganya bermasalah, masyarakat tsb tidak menghiraukannya, dst?



    Orang seperti Cowan tidak hidup di ruang vacuum, tapi di tengah masyarakat. If Cowan is a piece of sh!t, you are also a bowl of sh!t.

    ---------- Post Merged at 01:45 PM ----------



    Kok perasaan gw?

    Sampeyan tiba nih di Cengkareng. Kemudian di tas sampeyan ditemukan 1 kg heroin. Singkat cerita, sampeyan diadili di Tanggerang dan kena hukuman mati. Padahal semua orang di tahu bahwa sampeyan orang baik-baik, dst. Sampeyan pun berusaha membela diri, tapi bukti menunjukkan sampeyan membawa 1 kg heroin masuk Indonesia. Sampeyan pun minta pengampunan sihunun Jokowi, tapi ora sukses alias gak dapet (lupa kacang pada kulitnya ). Artinya apa? Anak bini sampeyan ngenes. Kalo sampeyan mati, bini mo dapet duit dari mana? Anak perlu biaya sekolah dari mana?

    Sampeyan berdiri di pinggir lobang kubur. Algojo siap menembakkan peluru ke dada sampeyan. Pletoss!!! Matilah sampeyan langsung masuk lobang kubur dan diurug tanah Nusakambangan. Bini sampeyan berusaha menghidupi keluarga dgn menjadi penjaja surga dunia. Karena sibuk menjajakan diri sana sini, anak sampeyan tidak keurus. Jadilah anak sampeyan preman kampung, nongkrong-nongkrong di warung.

    Suatu ketika terjadilah ribut-ribut di warung. Anak sampeyan dicokok komjen Buwas, trus dibui, dgn tuduhan membunuh tukang parkir. Anak sampeyan berusaha membela diri bahwa yg tusuk tukang parkir bukan dia, tapi temannya. Berhubung anak sampeyan yg pegang pisau dapur tsb, jadilah dia pesakitan di Nusakambangan (ngikutin nasib buapaknya yg apes). Berulanglah kisah konyol dinasti sampeyan.

    Lah kalo tiba2 ada heroin 1 kg, di tas gw yah gw jual lumayan dapat berapa M tuh
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  3. #3
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Selalukah seperti Cowan? Artinya, apakah terpidana pembunuhan akan selalu berperilaku seperti Cowan, setelah dibebaskan dari penjara, kemudian membunuh kembali?
    Lho koq malah balik nanya. Pe-er banget lu. Mbok sudah kasih data akurat yang tak terbantahkan. Sampeyan riset sendiri dong.


    Quote Originally Posted by purba View Post
    Cowan bisa dipenjara seumur hidup. Di dalam penjara, Cowan bisa dipekerjakan, utk memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga tidak pakai uang pembayar pajak.
    Kenyataannya napi-napi itu dipekerjakan ndak? Coba inget-inget pengalaman sampeyan di Kerobokan.


    Quote Originally Posted by purba View Post
    Menghubungkan uang hasil pajak dan biaya penjara berarti memperluas kasus. Apakah masyarakatnya tidak melakukan kesalahan, ketika muncul orang macam Cowan dlm masyarakat tsb? Mungkin secara psikologis, Cowan membenci masyarakat tsb, sehingga ingin terus membunuh. Mengapa Cowan membenci msyarakat tsb? Mungkinkah ketika Cowan masih kecil dan keluarganya bermasalah, masyarakat tsb tidak menghiraukannya, dst?
    Halah.. mulai deh, playing victim.
    No body likes me. Everybody hates me. I think I'll go eat worms.


    Quote Originally Posted by purba View Post
    Orang seperti Cowan tidak hidup di ruang vacuum, tapi di tengah masyarakat. If Cowan is a piece of sh!t, you are also a bowl of sh!t.
    What a lot of sh!t! Kalau dia benar-benar hidup di tengah-tengah masyarakat, dia ndak akan menjadi seperti itu. Semua penjahat innocent karena yang salah bapaknya, emaknya, tetangganya, ketua RTnya..
    Last edited by mbok jamu; 21-03-2015 at 05:05 PM.
    "The two most important days in your life are the day you are born and the day you find out why." - Mark Twain

  4. #4
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by mbok jamu View Post
    Lho koq malah balik nanya. Pe-er banget lu. Mbok sudah kasih data akurat yang tak terbantahkan. Sampeyan riset sendiri dong.
    Pertanyaan itu bukan utk dijawab, tapi menunjukkan bahwa tidak semua kasus pembunuhan adalah seperti Cowan. Kasus Cowan (membunuh kembali setelah bebas dari penjara) bukan alasan yg kuat utk mendukung hukuman mati.

    Kenyataannya napi-napi itu dipekerjakan ndak? Coba inget-inget pengalaman sampeyan di Kerobokan.
    Memang ada yg dipekerjakan. Jika pun tidak, yg berwenang bisa membuat peraturan seperti itu jika memang tidak mau menggunakan uang dari pajak. Tapi jika pun tidak, itu menunjukkan tidak ada keberatan dgn penggunaan uang dari pajak utk biaya lapas.

    Halah.. mulai deh, playing victim.
    No body likes me. Everybody hates me. I think I'll go eat worms.
    Playing victim?

    Lha sampeyan meluaskan kasus dgn melihat uang dari pajak, ya begitu alasannya. Memangnya sampeyan bayar pajak pada negara utk apa?

    Kalo mau, setiap warga negara wajib bayar pajak. Titik. Setelah itu, adalah urusan negara mau digunakan buat apa uang dari pajak tsb. Sampeyan mau apa?

    What a lot of sh!t! Kalau dia benar-benar hidup di tengah-tengah masyarakat, dia ndak akan menjadi seperti itu.
    Itu kan klaim sampeyan.

    Semua penjahat innocent karena yang salah bapaknya, emaknya, tetangganya, ketua RTnya..
    Penjahat innocent?

    Bukan gegabah kayak gitu. Penjahat tetap punya salah pada dirinya, tetapi karena sampeyan mengkaitkannya dgn uang dari pajak, ya begitu alasannya.

    Sama saja dgn banyak gelandangan dan pengemis dlm suatu masyarakat. Atau banyak pelaku kriminal dlm suatu masyarakat. Itu tidak lepas dari sistem yg dipakai oleh masyarakat tsb. Masyarakat tetap punya tanggung jawab terhadap 'sampah-sampah' tsb.

  5. #5
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Pertanyaan itu bukan utk dijawab, tapi menunjukkan bahwa tidak semua kasus pembunuhan adalah seperti Cowan. Kasus Cowan (membunuh kembali setelah bebas dari penjara) bukan alasan yg kuat utk mendukung hukuman mati.
    Justru itu alasan yang SANGAT kuat. Dua anak kecil sudah mati karena satu bgst yang masih hidup. Atau sampeyan pikir dua anak mati itu masih kurang??


    Quote Originally Posted by purba View Post
    Memang ada yg dipekerjakan. Jika pun tidak, yg berwenang bisa membuat peraturan seperti itu jika memang tidak mau menggunakan uang dari pajak. Tapi jika pun tidak, itu menunjukkan tidak ada keberatan dgn penggunaan uang dari pajak utk biaya lapas.
    Tidak ada yang keberatan??

    Quote Originally Posted by purba View Post
    Playing victim?

    Lha sampeyan meluaskan kasus dgn melihat uang dari pajak, ya begitu alasannya. Memangnya sampeyan bayar pajak pada negara utk apa?

    Kalo mau, setiap warga negara wajib bayar pajak. Titik. Setelah itu, adalah urusan negara mau digunakan buat apa uang dari pajak tsb. Sampeyan mau apa?
    Lho.. setiap warga negara memang wajib bayar pajak. Sampeyan ndak bayar pajak? Pantesan bahagia temen-temen dikasih makan tidur gratis.

    Quote Originally Posted by purba View Post
    Penjahat innocent?

    Bukan gegabah kayak gitu. Penjahat tetap punya salah pada dirinya, tetapi karena sampeyan mengkaitkannya dgn uang dari pajak, ya begitu alasannya.

    Sama saja dgn banyak gelandangan dan pengemis dlm suatu masyarakat. Atau banyak pelaku kriminal dlm suatu masyarakat. Itu tidak lepas dari sistem yg dipakai oleh masyarakat tsb. Masyarakat tetap punya tanggung jawab terhadap 'sampah-sampah' tsb.
    Setiap manusia termasuk bgst-bgst itu punya tanggungjawab terhadap dirinya sendiri dan masyarakatnya. Hanya pecundang yang menyalahkan orang lain ketika dirinya ndak mau bertanggungjawab pada tindakannya sendiri. Sekarang sampeyan menyalahkan masyarakatnya?

    ----

    Jadi.. yang menolak Dubes RI itu para pecundang.
    Last edited by mbok jamu; 23-03-2015 at 12:27 PM.
    "The two most important days in your life are the day you are born and the day you find out why." - Mark Twain

  6. #6
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by mbok jamu View Post
    Justru itu alasan yang SANGAT kuat. Dua anak kecil sudah mati karena satu bgst yang masih hidup. Atau sampeyan pikir dua anak mati itu masih kurang??
    Gak perlu hukum mati. Hukum saja seumur hidup.

    Tidak ada yang keberatan??

    Lho.. setiap warga negara memang wajib bayar pajak. Sampeyan ndak bayar pajak? Pantesan bahagia temen-temen dikasih makan tidur gratis.
    Kalo sampeyan tidak mau uang pajak digunakan oleh negara, ya jangan bayar pajak. Gitu aja repot....

    Setiap manusia termasuk bgst-bgst itu punya tanggungjawab terhadap dirinya sendiri dan masyarakatnya. Hanya pecundang yang menyalahkan orang lain ketika dirinya ndak mau bertanggungjawab pada tindakannya sendiri. Sekarang sampeyan menyalahkan masyarakatnya?
    Halagh... Sampeyan bisa jelaskan buat apa orang diharuskan bayar pajak?
    Last edited by purba; 23-03-2015 at 02:38 PM.

  7. #7
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Gak perlu hukum mati. Hukum saja seumur hidup.
    Kenapa dihukum seumur hidup kalau bisa dihukum mati?

    Untuk apa mereka dihukum seumur hidup? Apa manfaatnya?

    Rehab? Supaya bisa bertobat? Bla bla bla… Lha kalau yang seperti sampeyan ndak percaya agama/Tuhan, mau bertobat sama siapa? Kalau pun beragama, kenapa mesti dihukum seumur hidup baru mau bertobat? Dihukum mati pun masih sempat bertobat, langsung masuk sorga, selesai. Kecuali ndak keburu selesai, baru "Tuhan.. am.." sudah didor.
    Atau, bertobat atau ndak bertobat pada Tuhan tergantung hukuman dari manusia-nya?


    Quote Originally Posted by purba View Post
    Halagh... Sampeyan bisa jelaskan buat apa orang diharuskan bayar pajak?
    Halah.. bilang saja ndak tahu, pakai nanya lagi. Gih gugel sendiri, lalu jelaskan. Kalau sempat besok mbok baca.
    Last edited by mbok jamu; 23-03-2015 at 09:14 PM.
    "The two most important days in your life are the day you are born and the day you find out why." - Mark Twain

  8. #8
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by mbok jamu View Post
    Kenapa dihukum seumur hidup kalau bisa dihukum mati?
    Kenafa dihukum mati kalo bisa dihukum seumur hiduf?

    Untuk apa mereka dihukum seumur hidup? Apa manfaatnya?

    Rehab? Supaya bisa bertobat? Bla bla bla… Lha kalau yang seperti sampeyan ndak percaya agama/Tuhan, mau bertobat sama siapa? Kalau pun beragama, kenapa mesti dihukum seumur hidup baru mau bertobat? Dihukum mati pun masih sempat bertobat, langsung masuk sorga, selesai. Kecuali ndak keburu selesai, baru "Tuhan.. am.." sudah didor.
    Atau, bertobat atau ndak bertobat pada Tuhan tergantung hukuman dari manusia-nya?
    Manfaatnya? Bisa dipekerjakan pada program padat karya. Dari situ dihasilkan uang utk biaya hidup mereka selama di penjara. Kalo ada lebihnya, bisa digunakan utk bantuan panti asuhan. Kalo ada lebihnya lagi, bisa buat program pengentasan kemiskinan. Kalo masih berlebih juga, bisa buat program mobil nasional. Jadi banyak sekali manfaat orang hidup dibandingkan orang mati.

    Soekarno saja berujar: Berikan aku 10 pemuda hidup, akan kubuat tol laut. Mosok: Berikan aku 10 mayat pemuda, lha buat opo tho cuk?

    Jadi amat sangat jelas bahwa manusia hidup jauh lebih bermanfa'at dibandingkan manusia mati.

  9. #9
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by purba View Post


    Halagh... Sampeyan bisa jelaskan buat apa orang diharuskan bayar pajak?
    supaya orang malas kayak gw bisa hidup lumayan
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •