Page 1 of 8 123 ... LastLast
Results 1 to 20 of 148

Thread: Dubes RI ditolak Brasil

  1. #1
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958

    Dubes RI ditolak Brasil

    JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Luar Negeri Indonesia melakukan protes keras terhadap Pemerintah Brasil yang menolak menerima Duta Besar Indonesia untuk Brasil, Toto Riyanto. Kemenlu pun kemudian menarik Toto dari Brasil untuk selanjutnya melakukan protes keras.

    "Kemenlu sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan Pemerintah Brasil terkait dengan penundaan secara mendadak penyerahan credential Duta Besar RI untuk Brasil, Toto Riyanto, setelah diundang secara resmi untuk menyampaikan credential pada upacara di Istana Presiden Brasil pada pukul 09.00 pagi (waktu Brasillia), Jumat (20/2/2015)," kata pernyataan pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (21/2/2015).

    Kemenlu pun menilai penolakan Presiden Brasil Dilma Rousseff adalah bentuk tindakan yang tidak dapat diterima oleh Pemerintah Indonesia.

    "Cara penundaan penyerahan credential yang dilakukan oleh Menlu Brasil secara tiba-tiba pada saat Dubes RI untuk Brasil telah berada di Istana Presiden Brasil merupakan suatu tindakan yang tidak dapat diterima oleh Indonesia."

    Lebih jauh, Kemenlu memastikan telah menarik Toto dari Brasil untuk selanjutnya kembali ke Indonesia. Kemenlu pun protes keras terhadap penolakan tersebut.

    "Kemenlu telah memanggil Duta Besar Brasil untuk Indonesia pada 20 Februari 2015, pukul 22.00, untuk menyampaikan protes keras terhadap tindakan tidak bersahabat tersebut sekaligus menyampaikan nota protes," tulis pernyataan pers itu.

    Kemenlu menegaskan, Pemerintah Indonesia memulangkan Dubes RI untuk Brasil sampai jadwal baru penyerahan credentials dipastikan oleh Pemerintah Brasil. Kemenlu kemudian menekankan, Brasil tidak sepatutnya mencampuri urusan hukum di suatu negara meski itu menyangkut warga negara mereka.

    "Sebagai negara demokratis yang berdaulat dan memiliki sistem hukum yang mandiri serta tidak memihak, tidak ada negara asing atau pihak mana pun dapat mencampuri penegakan hukum di Indonesia, termasuk terkait dengan penegakan hukum untuk pemberantasan peredaran narkoba," tutup pernyataan tersebut.

    Sebelumnya, Presiden Brasil Dilma Rousseff menolak surat kepercayaan Duta Besar Indonesia atau credential. Hal ini terjadi di tengah pertentangan eksekusi seorang warga Brasil di Indonesia dan rencana hukuman mati warga kedua dalam waktu dekat.

    "Kami pikir hal yang penting adalah terjadi perubahan keadaan sehingga kita jelas terkait hubungan Indonesia dengan Brasil," kata Rousseff kepada para wartawan setelah upacara resmi pemerintah di Brasilia.

    "Yang kami lakukan adalah sedikit memperlambat penerimaan surat kepercayaan, tidak lebih dari itu."

    Toto Riyanto hadir di Istana Presiden Brasil dalam acara pada hari Jumat (20/2/2015) bersama-sama dengan diplomat yang baru ditunjuk dari Venezuela, El Salvador, Panama, Senegal, dan Yunani, tetapi tidak ikut serta dalam upacara. (Baca: Warganya Dihukum Mati, Presiden Brasil Tolak Dubes Indonesia)

    ===


    Memang tidak sopan, secara pak dubes itu diundang dan sudah datang. Lalu mendadak ditolak. Itikadnya tidak baik sama sekali.
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  2. #2
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    apalagi alasannya
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  3. #3
    pelanggan setia Hotelier's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Posts
    2,757
    Gw kecewa banget kalau gara2 mereka nentang warga negaranya (yg udah jelas2 salah karena ngedarin narkoba di negara orang lain) dihukum mati. Perlakukan kyk gini malah terlihat seperti pihak sana yang kurang dewasa ya. Aku mendukung hukuman mati jika memang tersangka memang udah terbukti bersalah dan mengakibatkan nyawa2 orang lain melayang. Efek jera diperlukan, kalau pelaku2 itu cuma dihukum masuk penjara, bisa jadi dari dalam penjara mereka masih terus melakukan transaksi dengan "tim" mereka di luar.

    Salah satu pelaku yang masuk Bali Nine itu umurnya baru 21 tahun pas ketangkap. Apa ga seharusnya mereka introspeksi kenapa warga mereka ada yg semuda itu udah jadi bandar narkoba internasional? Kalau memang peduli sama warga negara sendiri, mestinya itu dimulai dari dini donk, pengawasan ketat dan hukuman berat dari negara yang bersangkutan kalo warganya mengedarkan narkoba.

    Kalo memang Brazil ga setuju harusnya ngajak diskusi langsung sama pihak Indonesia. Kalau yang menghukum mati warga mereka itu Cina, apa mereka berani menolak Dubes Cina juga?
    Last edited by Hotelier; 22-02-2015 at 12:33 AM.
    "Therefore, if anyone is in Christ, he is a new creation. The old has passed away; behold, the new has come."
    2 Corinthians 5:17

  4. #4
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Haduhh ga usah jauh2 deh, singapore aja udah berapa kali eksekusi pengedar narkoba, ini gara2 sby kasih grasi kan sama pengedar narkoba di bali kemaren, sapa namanya ce itu shelby, corby? Makanya pada kirain indo bisa ditekan, udah pak jokowi eksekusi besok aja biar cepat, palingan juga gertak sambel? Ehh btw kok dinamain gertak sambel ya, kok ga gertak kecap gitu
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  5. #5
    pelanggan setia Hotelier's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Posts
    2,757
    Quote Originally Posted by surjadi05 View Post
    Haduhh ga usah jauh2 deh, singapore aja udah berapa kali eksekusi pengedar narkoba, ini gara2 sby kasih grasi kan sama pengedar narkoba di bali kemaren, sapa namanya ce itu shelby, corby? Makanya pada kirain indo bisa ditekan, udah pak jokowi eksekusi besok aja biar cepat, palingan juga gertak sambel? Ehh btw kok dinamain gertak sambel ya, kok ga gertak kecap gitu
    ga tau darimana istilah gertak sambel. Lol.

    Nah, seharusnya Brazil, Australia, itu mereka udah pd tau kok konsekuensi kalo ada pengedar yg ketangkep di negara2 Asean gini. Gw berharap pak Jokowi dan tim tetap tegas dan menghukum para pelaku yang memang udah terbukti salah itu. Udah terlalu banyak korban2 yang meninggal karna narkoba, belum lagi yang keluarganya ancur2an, dsb dsb.
    "Therefore, if anyone is in Christ, he is a new creation. The old has passed away; behold, the new has come."
    2 Corinthians 5:17

  6. #6
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by Hotelier View Post
    ... Efek jera diperlukan, kalau pelaku2 itu cuma dihukum masuk penjara, bisa jadi dari dalam penjara mereka masih terus melakukan transaksi dengan "tim" mereka di luar.
    Bagaimana hukuman mati bisa membuat jera pelaku narkoba? Bisa dijelaskan lebih lanjut?

    Kalo ternyata mereka melakukan transaksi di dalam penjara, siapa yg gak beres? Merekakah?


  7. #7
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Di sini ada dua isu: Penegakan hukum dan hukuman mati.

    Gw setuju bhw Indonesia harus menunjukkan kedaulatan penuh dalam penegakan hukum. Negara lain pun, atas dasar kedaulatan juga, silakan saja menekan Indonesia dgn berbagai cara. Jadi jgn menyalahkan negara lain kalau mereka pun menekan Indonesia karena itu adalah 'pamer' kedaulatan mereka juga. Dlm dunia internasional, suka atau tidak suka, masih berlaku hukum rimba: Siapa kuat, dia yg menang.

    Contoh lain, Indonesia pun tidak dapat berbuat apa-apa ketika kapal induk Amerika beserta rombongannya melintasi perairan Indonesia tanpa izin. Perahu nelayan Thailand mungkin memang ditembaki, tapi kapal pukat Cina?

    Contoh lain lagi, bagaimana dgn Freeport? Jelas Indonesia gak punya kedaulatan, meski presidennya sempat merayakan natal di Papua. Jangan-jangan masuk Papua pake passport.

    Isu yg lain adalah hukuman mati. Ini sudah menjadi semacam gerakan internasional utk menolak hukuman mati. Gw setuju bahwa hukuman mati dihapuskan. Efek jera bukan dari kerasnya hukuman, tapi penegakan hukum yg tanpa pandang bulu. Lihat Singapura, karena konsistennya dlm penegakan hukum, orang pun gak berani meludah sembarangan.

  8. #8
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    ya kita mulai aja penegakan hukum konsisten soal hukuman mati bagi pengedar narkoba ini. apa salahnya?
    rempong amat sampe oot ke freeport segala
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  9. #9
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,775
    Justru dihukum mati yang jual narkoba, supaya gak bisa transaksi lagi di dalam penjara. Jangan sampe orang Australi ngira ada orang Indonesia yang bisa di kuras hartanya dengan jualan narkoba.
    Kalau si PM Australi ini ngotot mau menentang kebijakan hukum Indo karna ngerasa udah pernah ngebantuin Indo dengan ngasih sumbangan, ya gampang balikin aja duitnya.
    Lagian secara hukum, siapapun yang melanggar di Indo seharusnya si PM ini udah gak punya hak lagi kok untuk grasa grusu.
    SBY tuh ngasih "pengampunan" ke Corby, karna anaknya pernah ketangkep pakai narkoba juga. Makanya dia nggak mau kasus anaknya dibongkar.
    You were born with the ability to change someone's life - don't ever waste it.

  10. #10
    pelanggan setia
    Join Date
    May 2011
    Posts
    4,958
    Anak yang mana tu seren? yang cungkring ya?
    There is no comfort under the grow zone, and there is no grow under the comfort zone.

    Everyone wants happiness, no one wants pain.

    But you can't make a rainbow without a little rain.

  11. #11
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Wuah...silahkan saja mo konsisten penegakan hukuman mati buat kasus narkoba dan gak konsisten dlm pemberantasan korupsi, gak ada yg larang.

    *cuman sebatas itu argumennya

  12. #12
    pelanggan setia serendipity's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,775
    Quote Originally Posted by tuscany View Post
    Anak yang mana tu seren? yang cungkring ya?
    dua-duanya juga cungkring kok kak tuscany
    Yg pertama gak secungkring itu sik hahaha
    itu loh yang matanya beler
    You were born with the ability to change someone's life - don't ever waste it.

  13. #13
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Zamannya Bung Karno dulu,
    Dubes Indonesia untuk Kuba ditolak bertemu presidennya oleh staf presiden sana.
    Hasilnya?
    Pak Dubes baru, nekad menerobos pengawalan presiden dan mencegat Fidel Castro di tengah pawainya untuk bertemu.

    Tapi Pak AM Hanafi emang salah satu pendekar silat Harimau sih.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

  14. #14
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Wuah...silahkan saja mo konsisten penegakan hukuman mati buat kasus narkoba dan gak konsisten dlm pemberantasan korupsi, gak ada yg larang.

    *cuman sebatas itu argumennya
    Ini yg namanya argumen yg hebat, udah jelas2 nama tret dubes ri ditolak brasil, tapi bawa2 pemberantasan korupsi, pispot lah, udah asbun jaka sembung lagi
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  15. #15
    pelanggan setia mbok jamu's Avatar
    Join Date
    Oct 2012
    Posts
    3,417
    Kelamaan di penjara. Coba dari dulu didaur ulang, dijadikan pupuk. Beres.
    "The two most important days in your life are the day you are born and the day you find out why." - Mark Twain

  16. #16
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    tadi nobton metro tv, udah disuruh pulang kata pak JK, 1 jam setelah dubes kita "dicuekin"

    ---------- Post Merged at 06:26 PM ----------

    Quote Originally Posted by mbok jamu View Post
    Kelamaan di penjara. Coba dari dulu didaur ulang, dijadikan pupuk. Beres.
    Nah gw juga setuju mbok, maunya max 3 tahun aja sesudah vonis hukuman mati
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  17. #17
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by surjadi05 View Post
    Ini yg namanya argumen yg hebat, udah jelas2 nama tret dubes ri ditolak brasil, tapi bawa2 pemberantasan korupsi, pispot lah, udah asbun jaka sembung lagi
    Lha trus klo dubes RI ditolak Brasil, lu mo ngapain? Bilang Jokowi did it again dan menyalahkan Brasil, gitu?

    Lha diajak diskusi serius, gak punya argumen (bilang gak suka politiklah, gak suka hukumlah, ini lah itu lah, lah lah lah.... <-- cengeng)

  18. #18
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    purba jangan nangis ah, ga ada ndableg gini nih...

    ditolak ya udah, pulang aja. dah bener itu. masa namu ke rumah orang, ditolak maksa masuk.

    wajar aja sebenarnya tiap pemimpin negara mau menolong warganya, sama kayak indonesia minta pengampunan warga kita waktu mau dieksekusi di saudi.

    cuma ada namanya sopan santun, ya minta baik2 lah, diplomasi dikedepankan, selain itu realistis. ini kejahatan berdampak sistemis masif, narkoba gitu loh. baik australia maupun brazil harusnya menghargai hukum di Indonesia, apalagi kejahatannya narkoba.

    sebelumnya si corby malah dibebasin, itu malah yang jadi preseden buruk. seakan Indonesia itu gampangan. sekarang kalo emang mau negara ini dihargai, dukung dong kalau memang mau menegakkan hukum.
    emang dasarnya hater, mau bener salah dicaci mulu.
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  19. #19
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Lha trus klo dubes RI ditolak Brasil, lu mo ngapain? Bilang Jokowi did it again dan menyalahkan Brasil, gitu?

    Lha diajak diskusi serius, gak punya argumen (bilang gak suka politiklah, gak suka hukumlah, ini lah itu lah, lah lah lah.... <-- cengeng)
    hihihi ngambek

    Sekarang gw nanya sama elu, elu menuntut orang menyediakan bukti, emang elu pernah menyediakan bukti kalo diminta? ::
    Last edited by surjadi05; 24-02-2015 at 01:01 AM.

  20. #20
    pelanggan setia kandalf's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    6,050
    Lepas dari kontroversi hukuman mati, Hukuman Mati adalah bentuk dari hukuman yang diterapkan di Indonesia dan sudah cukup dikenal di antara turis-turis yang datang. Bahkan, untuk yang tidak tahu pun, ketika menginjakkan di bumi Indonesia, mereka disambut dengan papan ancaman hukuman mati bila membawa narkotik.

    Jadi gak ada alasan para turis untuk menentang hukuman mati.
    Ya, kalau negara asal turis mau memperjuangkan agar warga negara mereka tidak dihukum mati, silakan, tetapi sesuai koridor yang berlaku.

    Misalnya, kalau TKI di Arab, biasanya yang diperjuangkan melalui sistem Diyat.
    Atau dulu, Prabowo, salah satu capres, memperjuangkan nasib TKI dengan mencarikan pengacara terbaik.
    Gak ada itu cerita kita ngambek trus menarik duta besar dan tak ada pula cerita pemerintah kita melecehkan duta besar negara tersebut di negara kita, biar bagaimanapun rakyat kita berdemo menekan pemerintah.

    Yang dilakukan Pemerintah Brazil sudah merupakan bentuk pelecehan.
    Ya sudah.
    Makanan kita dan rakyat Brazil boleh sama-sama nasi uduk tetapi harga diri tetap harus dipertahankan.
    Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
    Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013

Page 1 of 8 123 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •