Quote Originally Posted by mbok jamu View Post
Memangnya kalau ditangkap/dipenjarakan, ndak bisa bebas lagi? Itu buktinya si Cowan, sudah ditangkap, dipenjarakan, akhirnya dibebaskan. Coba kalau dari dulu dia dihukum mati, Murcombe kemungkinan masih hidup sampai sekarang.
Selalukah seperti Cowan? Artinya, apakah terpidana pembunuhan akan selalu berperilaku seperti Cowan, setelah dibebaskan dari penjara, kemudian membunuh kembali?

Cowan bisa dipenjara seumur hidup. Di dalam penjara, Cowan bisa dipekerjakan, utk memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga tidak pakai uang pembayar pajak.

Orangtua Daniel Murcombe salah satu taxpayer yang membiayai hidup si Cowan di penjara sebelum dia dibebaskan lalu membunuh anak mereka. Dan sekarang Cowan dipenjara seumur hidup, orangtua Daniel Murcombe lagi-lagi memberi si bgst itu makan tidur gratis di penjara.
Menghubungkan uang hasil pajak dan biaya penjara berarti memperluas kasus. Apakah masyarakatnya tidak melakukan kesalahan, ketika muncul orang macam Cowan dlm masyarakat tsb? Mungkin secara psikologis, Cowan membenci masyarakat tsb, sehingga ingin terus membunuh. Mengapa Cowan membenci msyarakat tsb? Mungkinkah ketika Cowan masih kecil dan keluarganya bermasalah, masyarakat tsb tidak menghiraukannya, dst?

A piece of sh!t like Cowan should have not been born in the first place anyway. Sentencing him to death is doing yourself and Mother Earth a favour.
Orang seperti Cowan tidak hidup di ruang vacuum, tapi di tengah masyarakat. If Cowan is a piece of sh!t, you are also a bowl of sh!t.

---------- Post Merged at 01:45 PM ----------

Quote Originally Posted by surjadi05 View Post
... kembali lagi menurut lu penting mana perasaan korban dan keluarganya, atau perasaan elu, yg takut salah vonis mati
Kok perasaan gw?

Sampeyan tiba nih di Cengkareng. Kemudian di tas sampeyan ditemukan 1 kg heroin. Singkat cerita, sampeyan diadili di Tanggerang dan kena hukuman mati. Padahal semua orang di tahu bahwa sampeyan orang baik-baik, dst. Sampeyan pun berusaha membela diri, tapi bukti menunjukkan sampeyan membawa 1 kg heroin masuk Indonesia. Sampeyan pun minta pengampunan sihunun Jokowi, tapi ora sukses alias gak dapet (lupa kacang pada kulitnya ). Artinya apa? Anak bini sampeyan ngenes. Kalo sampeyan mati, bini mo dapet duit dari mana? Anak perlu biaya sekolah dari mana?

Sampeyan berdiri di pinggir lobang kubur. Algojo siap menembakkan peluru ke dada sampeyan. Pletoss!!! Matilah sampeyan langsung masuk lobang kubur dan diurug tanah Nusakambangan. Bini sampeyan berusaha menghidupi keluarga dgn menjadi penjaja surga dunia. Karena sibuk menjajakan diri sana sini, anak sampeyan tidak keurus. Jadilah anak sampeyan preman kampung, nongkrong-nongkrong di warung.

Suatu ketika terjadilah ribut-ribut di warung. Anak sampeyan dicokok komjen Buwas, trus dibui, dgn tuduhan membunuh tukang parkir. Anak sampeyan berusaha membela diri bahwa yg tusuk tukang parkir bukan dia, tapi temannya. Berhubung anak sampeyan yg pegang pisau dapur tsb, jadilah dia pesakitan di Nusakambangan (ngikutin nasib buapaknya yg apes). Berulanglah kisah konyol dinasti sampeyan.