Results 1 to 20 of 148

Thread: Dubes RI ditolak Brasil

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Urusan mati bukan urusan makan nasi ada gabahnya.

    Ini udeh gw ilustrasikan. 100 hukuman mati dgn 1 orang salah hukum tidak pernah sama dengan 100 buah mangga dibuang dgn 1 mangga yg masih baik ikut terbuang.

    Kecuali sampeyan punya pemahaman bahwa orang dan mangga gak ada bedanya. Nah ini aye maklum dah...



    Lha kalo gw dendam dgn ngebunuh orang, entah tepat sasaran kek atau salah sasaran kek, ya gw telah melakukan kejahatan. Emangnya kalo gw ngebunuh orang yg tepat sasaran, berarti gw kagak salah? Ya gw tetap salah. Trus apa hubungannya dgn hukuman mati nih?
    Lah masalahnya seperti yg si mbok bilang, coba deh kazih satu contoh orang yg salah vonis mati, kalo yg di jepang ga termasuk yah, karna orangnya masih hidup, dan proses pengadilan masih jalan


    Sekarang masalahnya bukan 100 mangga banding 1 mangga, tapi probabilitasnya mungkin lebih kecil dari 100juta kontainer mangga berbanding 1 mangga

    Dan iya dengan probabilitas demikian gw ga masalah, kalo nyawa orang "disamakan" dengan mangga

    trus soal balas dendam, mah orang tujuannya cari keadilan "versi" dia, jadi yah menurut gw kasus si bapak itu TIDAK SALAH, karna kalo menurut gw salah gw ga bakal melakukan hal yg sama ::

  2. #2
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by surjadi05 View Post
    Sekarang masalahnya bukan 100 mangga banding 1 mangga, tapi probabilitasnya mungkin lebih kecil dari 100juta kontainer mangga berbanding 1 mangga

    Dan iya dengan probabilitas demikian gw ga masalah, kalo nyawa orang "disamakan" dengan mangga
    Memang apa sih probabilitas?

    trus soal balas dendam, mah orang tujuannya cari keadilan "versi" dia, jadi yah menurut gw kasus si bapak itu TIDAK SALAH, karna kalo menurut gw salah gw ga bakal melakukan hal yg sama ::
    Apa hubungannya dengan hukuman mati?



    ---------- Post Merged at 08:01 PM ----------

    Quote Originally Posted by surjadi05 View Post
    Trus uang negara lebih baek dipake buat ngempanin napi seumur hidupnya daripada anak di panti logika yg aneh
    Gak perlu pake uang negara. Suruh kerja tuh napi di dalam lapas. Bikin batik kek, mobil nasional kek, apa kek. Trus jual. Uangnya buat makan tuh napi.

  3. #3
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    http://nccadp.org/issues/deterrence/

    There is no evidence that the death penalty deters crime. North Carolina’s murder rate declined after executions stopped. The death penalty has failed to deliver on the much touted promise that it makes the people of North Carolina safer.
    Last edited by purba; 20-03-2015 at 09:35 PM.

  4. #4
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Memang apa sih probabilitas?



    Apa hubungannya dengan hukuman mati?



    ---------- Post Merged at 08:01 PM ----------



    Gak perlu pake uang negara. Suruh kerja tuh napi di dalam lapas. Bikin batik kek, mobil nasional kek, apa kek. Trus jual. Uangnya buat makan tuh napi.
    Serius ga tahu probabilitas?

    Lah masalah balas dendam kan dah gw bilang, kalo gw yakin aparat hukum bisa "membunuh" pembunuh keluarga gw, kemungkinan besar gw ga bakal membunuh pelakunya, tapi kalo hukuman mati dihilangkan maka gw 100% pasti mencari pelaku nya dan mungkin dalam membunuh pelakunya gw, terjadi colateral damage, masih belum ngerti juga
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

  5. #5
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by surjadi05 View Post
    Serius ga tahu probabilitas?
    Udeh sampeyan jelasin aje ape tuh probabilitas?

    Lah masalah balas dendam kan dah gw bilang, kalo gw yakin aparat hukum bisa "membunuh" pembunuh keluarga gw, kemungkinan besar gw ga bakal membunuh pelakunya, tapi kalo hukuman mati dihilangkan maka gw 100% pasti mencari pelaku nya dan mungkin dalam membunuh pelakunya gw, terjadi colateral damage, masih belum ngerti juga
    Makanya 'rasa adil' yg sampeyan inginkan (dendam utk membunuh), gak perlu negara yg melakukan, tapi sampeyan sendiri saja yg melakukan.


  6. #6
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Udeh sampeyan jelasin aje ape tuh probabilitas?



    Makanya 'rasa adil' yg sampeyan inginkan (dendam utk membunuh), gak perlu negara yg melakukan, tapi sampeyan sendiri saja yg melakukan.

    Probabilitas yah perbandingan peluang terjadinya sesuatu, kalo dalam kasus ini yah, peluang terjadinya salah vonis mati, masih kurang ngerti
    Seingat gw probabilitas itu bahasa indo dah, kalo bahasa padanknya probability

    Lu bilang balas dendam, gw bilang keadilan

    ---------- Post Merged at 11:53 AM ----------

    Makanya kalo seluruh masyarakat ingin adil versi dia, yah bisa kaco dunia, seperti yg gw kasih contoh di tret ini, keluarga korban gak ikhlas kalo pembunuh di grasi jadi seumur hidup, walo alasannya dah tobat, kembali lagi menurut lu penting mana perasaan korban dan keluarganya, atau perasaan elu, yg takut salah vonis mati

  7. #7
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by purba View Post
    ....
    Makanya 'rasa adil' yg sampeyan inginkan (dendam utk membunuh), gak perlu negara yg melakukan, tapi sampeyan sendiri saja yg melakukan.

    Dan soal dendam. Ada yang kayak Kong Sur, pengen mati, ada yang kayak gue, yang pengennya suffering.
    Keberadaan hukuman mati dari negara, membantu melimit kemuan oarang2 kayak gue.

    Membantu melimit, nggak mengeliminasi.
    Dan sejauh mana melimitnya, angka statistiknya aja semua orang masih berdebat.
    A proud SpaceBattler now.

  8. #8
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by TheCursed View Post
    Dan soal dendam. Ada yang kayak Kong Sur, pengen mati, ada yang kayak gue, yang pengennya suffering.
    Keberadaan hukuman mati dari negara, membantu melimit kem[a]uan oarang2 kayak gue.
    Jadi negara harus 'melayani' mereka yg dendam atas nama keadilan?

    Saya tidak mendukung hukuman mati oleh negara utk menghindari salah hukuman mati. Negara punya kekuasaan yg besar. Jika itu disalahgunakan, akibatnya buruk buat negara tsb. Kalau sekedar salah hukum, bukan salah hukuman mati, masih bisa ditolerir karena masih ada kesempatan utk membatalkan salah hukum tsb. Sementara salah hukuman mati, tidak ada lagi kesempatan utk membatalkannya, orangnya sudah mati, tidak mungkin hidup lagi.

    Utk balas dendam, silakan saja balas dendam sesukanya. Entah langsung bunuh, entah suffering dulu. Entah tepat sasaran, entah tidak. Toh, negara akan menghukum orang yg melakukan kejahatan (membunuh maupun suffering tsb).

  9. #9
    pelanggan setia TheCursed's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    3,231
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Jadi negara harus 'melayani' mereka yg dendam atas nama keadilan?
    Kalo mau diterjemahkan kasar kayak gitu: EMANG IYA.
    Bahasa alusnya: "Mamuaskan rasa keadilan". For whatever stands for said 'justice'.

    Walaupun nggak cuma itu.
    Juga berguna buat 'Manusia Anjing Rabies' yang gue bilang tadi.

    Saya tidak mendukung hukuman mati oleh negara utk menghindari salah hukuman mati. Negara punya kekuasaan yg besar. Jika itu disalahgunakan, akibatnya buruk buat negara tsb. Kalau sekedar salah hukum, bukan salah hukuman mati, masih bisa ditolerir karena masih ada kesempatan utk membatalkan salah hukum tsb. Sementara salah hukuman mati, tidak ada lagi kesempatan utk membatalkannya, orangnya sudah mati, tidak mungkin hidup lagi.
    TRUE. SETUJU.
    Tapi juga diingat, selain negara, punya kekuasaan besar, negara juga punya resource yang jauh lebih besar daripada individu untuk menyelidiki secara tuntas apakah orang hukuman ini layak mati.
    Itu asumsi yang di gunakan hukum yang mendukung hukuman mati. Bahwa, seharusnya, walaupun aturan hukuman mati itu ada, namun sebisa mungkin di lakukan penyelidikan sehabis-habisnya dulu untuk menghindari hukuman tersebut.

    So, ya, basically, ini bedanya cara pandang sistem yang anti hukuman mati dan yang pro-hukuman mati. Yang satu bilang Lebih baik menyelamatkan sepuluh penjahat daripada membunuh satu orang nggak bersalah, dan yang lain, jujur aja, kebalikannya, lebih baik nggak sengaja ngebunuh 10 orang yang nggak ada kaitannya daripada melepas satu orang jahat.
    Dan mana yang lebih baik, IMHO, you gotta walk in their shoe first. Karena takaran 'penjahat' dan 'nggak tau apa2' itu buat tiap masyarakat beda2 juga.

    Dan terkait dengan 'pengalaman' masyarakat yang beda2, itu juga sebabnya pengadilan Internasional masih punya hukuman mati.
    Itu karena pengalaman dunia internasional, mereka banyak ketemu orang2 yang kayak gue bilang 'Manusia Anjing Rabies'.
    Last edited by TheCursed; 21-03-2015 at 10:48 PM.
    A proud SpaceBattler now.

  10. #10
    pelanggan sejati surjadi05's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Posts
    9,355
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Jadi negara harus 'melayani' mereka yg dendam atas nama keadilan?

    Saya tidak mendukung hukuman mati oleh negara utk menghindari salah hukuman mati. Negara punya kekuasaan yg besar. Jika itu disalahgunakan, akibatnya buruk buat negara tsb. Kalau sekedar salah hukum, bukan salah hukuman mati, masih bisa ditolerir karena masih ada kesempatan utk membatalkan salah hukum tsb. Sementara salah hukuman mati, tidak ada lagi kesempatan utk membatalkannya, orangnya sudah mati, tidak mungkin hidup lagi.

    Utk balas dendam, silakan saja balas dendam sesukanya. Entah langsung bunuh, entah suffering dulu. Entah tepat sasaran, entah tidak. Toh, negara akan menghukum orang yg melakukan kejahatan (membunuh maupun suffering tsb).
    Dari kemaren mikir yg belum pernah kejadian, yg mustahil, ya udah gw setuju ama lu deh ntar ya kalo ayam gw bertelor emas murni, kalo pohon jambu gw berdaun giok
    you meet someone
    you two get close
    its all great for awhile
    then someone stops trying
    Talk less, awkward conversations, the drifting
    No communication whatsoever
    Memories start to fade
    Then the person you know become the person u knew
    That how it goes. Sad isn't it?

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •