Yang namanya kepercayaan sulit untuk diperdebatkan. Jadi kalo menurut mereka yang hidup itu belum tentu bernyawa/mempunyai roh. Entah bagaimana dasarnya tapi yang jelas mereka percaya hal seperti itu. Sebagai contoh misalnya kepercayaan akan adanya reinkarnasi. Nah yang bereinkarnasi itu kan nyawa. Jadi ada kemungkinan bereinkarnasi sebagai hewan karena hewan dianggap bernyawa. tapi jelas nggak mungkin bereinkarnasi sebagai tumbuhan karena tumbuhan, walaupun hidup, tetapi dianggap tidak bernyawa.
Last edited by Parameswara Li; 19-08-2012 at 11:37 PM.
Gw lebih suka memandang kasus ini bukan dari segi akidah, tetapi dari segi struktur dan realitas sosial yang berlaku.
Banyak umat Islam yang menginginkan agar umat Islam di negara-negara mayoritas non-muslim diperlakukan setara seperti umat non-muslim lainnya. Mereka juga menginginkan agar aturan-aturan Islam juga diperbolehkan untuk dipraktekkan oleh umat Islam di negara-negara mayoritas non-muslim. Tentu itu tidak salah. Hak mereka.
Tapi kalau kita refleksikan dengan cermin yang terbalik, apakah umat Islam di negara-negara mayoritas muslim dapat memperlakukan umat non-muslim secara setara pula?
Kalau mereka tidak bisa, artinya standar ganda. Dan itulah yang bisa menyebabkan mengapa semakin banyak non-muslim yang tidak menyukai umat Islam.
Ikut ngurusin, soalnya di Indonesia juga tidak diperkenankan adanya tempat ibadah orang atheis.![]()
loe bikin saja thread baru soal itu...
Yang pasti terkait sembelihan, komplen loe cuma
pepesan kosong
---------- Post Merged at 12:33 AM ----------
orang atheis memang ngga kreatif....
ibadah itu kata-kata orang beragama...
bikin istilah lain kek...
mendirikan tempat apa gitu
betewe, Indonesia itu negeri yang lahir atas berkat
rahmat Allah, Theis yang Maha Kuasa, kok bisa-bi
sanya loe sebagai atheis menuntut ini itu?
Ini tanah Theis, ngga ada tempat buat atheis disini
Orang atheis mau makan daging model apa aja kan ga masalah, jadi dia ga ribet kali
Muslim, yahudi punya aturan dalam menyembelih hewan hingga halal dimakan. Ya wajar sih kalo muslim yg hidup di negara non muslim memperjuangkan hal ini, karena ibaratnya mereka pengen halal mengkonsumsinya. Ya yang buat ga punya prinsip halal-haram kayak red princes mana mudeng![]()
masa metode ini dilarang?
---------- Post Merged at 07:06 AM ----------
dan ini dianjurkan?
Pernah dengar yang namanya chauvinisme budaya?
Mungkin orang-orang Eropa menganggap cara penyembelihan hewan seperti ini tidak beradab. Yang mereka anggap beradab hanyalah cara penyembelihan hewan yang bisa mereka lakukan. Padahal kalo lu pada liat film Earthlings, lu bakalan tau bahwa negara-negara barat menggunakan cara pembunuhan hewan yang lebih sadis lagi.
Tapi ya sekali lagi...chauvinisme budaya. Menganggap budayanya sendiri yang paling beradab.
Saking beradabnya, mereka merasa boleh menginvasi negara lain demi memperluas budaya itu.
Gak heran.![]()
Yg diperintahkan di agama islam kan masalah syariat. Belanda boleh merasa paling tinggi peradabannya. Tapi muslim punya syariat urusan penyembelihan. Kalo mereka bilang demokrasi itu segala2nya, mestinya ga masalah sama tata cara penyembelihan hewan ala muslim ato yahudi
IMO lebih baik di bius dulu sih, gw bukan mendukung secara agama.. tapi emang agak gak tega juga ngeliat hewan yg secara langsung ngerasain sakit pas disembelih
Brarti standart ganda dong, ga sesuai dengan liberalisme yg mereka agung2kan. Kalo ga sesuai dengan budaya mereka, dianggap salah?
Dibius justru menghambat peredaran darah dan daging yg dipotong tidak segar. Hewan yg disembelih itu yang dipotong langsung dan diputus lehernya dengan benar, aliran darah yg keluar jadi lancar dan dagingnya segarnya awet *kata babe yang dulu jadi kepala RPH
Lebih baik mati tanpa sakit daripada mati dengan rasa sakit.![]()
^ga ada mati tanpa sakit, meski sedikit pasti ada