Quote Originally Posted by purba View Post
Masalah stigma. KMP kelompok setan, KIH lingkaran setan, dan Jokowi malaikat. APBN harus dg persetujuan setan. Karena itu, berikanlah sesajen kepada setan (baca: jadikan BG sbg Kapolri). Sehingga loloslah APBN tsb dari belenggu setan. Begitulah kira-kira pola pikir antek-antek Jokowi dulu.

Padahal, belum tentu juga antara BG jadi Kapolri dan lolosnya APBN berhubungan. Kalo ente saja bisa bilang lebih penting APBN dibandingkan BG, apalah lagi dengan setan di Senayan? APBN lolos dari Senayan - ini dg asumsi mereka setan - lebih karena setan-setan tsb melihat peluang mengais pundi-pundi di APBN. Masa bodoh dg BG, apakah mau jadi Kapolri atau tidak, yg penting ada celah nih buat balik modal kampanye dulu dan setor ke partai. Begitulah setan di Senayan.

Kok stigma? It is about priority, bung! Ndak ada setan dan malaikat di sini. Semua campuran keduanya dengan kadar berbeda. Presiden targetnya APBNP karena tanpa itu ndak jalan pemerintahan. Lihat aja Ahok sampe sekarang masih berseteru dengan DPRD. Lambat diketok itu sangat berpengaruh dengan penyerapan anggaran dan handle yang telat2 itu ndak gampang. Perkara BG jadi sesajen dll mah adalah riak2 dalam pemerintahan. Biasa itu. Kalo adem ayem seperti zaman orde baru itu baru gue ngeri

Tapi sudahlah...kusudah mengerti prioritasmu
Kalo dibilang memang tak mesti ada hubungan antara APBNP dan BG pun pasti dirimu tetap ngotot ini dan itu.