-
Chief Cook
Djudjuk Srimulat Meninggal

TEMPO.CO, Solo - Komedian asal Solo, Djudjuk Djuwariyah meninggal di salah satu rumah sakit di Yogyakarta, Jum'at, 6 Februari 2015. Istri pendiri kelompok Srimulat, Teguh Slamet Rahardjo alias Kho Tjien Tiong ini meninggal usai melawan sakit kanker yang diidapnya.
Salah satu menantunya, Quirinto mengatakan bahwa Djudjuk menjalani perawatan sejak Senin kemarin. "Sore ini beliau meninggal dunia," katanya saat dihubungi. Wanita dengan empat anak itu meninggal dalam usia 67 tahun.
Saat ini, jenazah masih berada di Yogyakarta untuk dimandikan. "Nanti akan segera dibawa ke Solo," katanya. Selama ini, Djudjuk tinggal di kawasan Sumber, tidak jauh dari kediaman Presiden Joko Widodo.
Djudjuk memang sudah cukup lama menderita penyakit tersebut. Pada 2012 lalu, dia pernah menjalani operasi di Singapura karena penyakit yang sama.
.
Selain Djudjuk, sejumlah anggota Srimulat lainnya sudah lebih dulu tutup usia. Pada 2014, Mamiek Prakoso meninggal dunia akibat sakit lambung. Dia dimakamkan di kampung halamannya di Desa Sidowayan, Ngawi, Jawa Timur. Pada 2007, Basuki juga tutup usia. Dia diduga terserang penyakit jantung setelah berolah raga futsal.
Srimulat didirikan pada 30 Agustus 1951 oleh Raden Ayu Srimulat, isteri pertama Teguh Slamet Rahardjo dengan nama Gema Malam Srimulat. Pada awalnya Gema Malam Srimulat adalah kelompok seni keliling yang melakukan pertunjukan dari satu kota ke kota lain dari Jawa Timur sampai Jawa Tengah.
Rombongan seni suara dan tari ini memulai lawakan pertama dengan menampilkan tokoh-tokoh dagelan Mataram seperti Wadino (Bandempo), Ranudikromo, Sarpin, Djuki, dan Suparni. Sejumlah tokoh lawak pernah menjadi anggota Srimulat seperti Tarzan, Kadir, Mamiek, dan lain-lain.
saus
Srimulat Berkibar di Tangan Djudjuk
TEMPO.CO, Solo -Dunia lawak kembali berduka. Satu komedian, Djudjuk Djuwariyah meninggal setelah beberapa tahun melawan penyakit kanker yang diderita, Jum'at 6 Februari 2015.
Djudjuk merupakan orang yang cukup penting dalam kelompok Srimulat. Dia merupakan istri dari pendiri Srimulat, Teguh Slamet Rahardjo alias Kho Tjien Tiong.
Teguh mendirikan kelompok dagelan itu pada 1950. Nama Srimulat diambil dari istri pertamanya, Raden Ayu Srimulat, putri dari seorang Wedana di Bekonang Sukoharjo. Djudjuk diperistri oleh Teguh Slamet Raharjo pada tahun 1970, beberapa tahun setelah istri pertamanya meninggal.
Sejak saat itu, Djudjuk mendampingi suaminya membesarkan Srimulat yang memiliki kru dan pemain hingga 300 orang tersebut. Srimulat sempat menguasai dunia panggung di empat kota , yaitu Solo, Surabaya , Jogjakarta dan Jakarta. Mereka mampu manggung di kota-kota itu dalam waktu bersamaan.
Djudjuk berperan cukup banyak dalam membesarkan kelompok itu saat suaminya mulai sakit-sakitan di era 80-an. Nama Srimulat kian berkibar saat Djudjuk mampu mendapat kontrak di salah satu televisi, sekitar era 95-an.
Sayang, kontrak-kontrak tersebut habis pada 2006. Setelah itu, nama Srimulat akhirnya redup. "Kalah dengan lawakan instant," kata Djujduk saat diwawancara oleh Tempo, enam tahun silam.
Dalam kiprahnya, kelompok dagelan itu berhasil melahirkan pelawak-pelawak besar. Beberapa diantaranya adalah Asmuni, Basuki, Gepeng hingga Tarzan, Tessy dan Tukul Arwana.
saus
RIP bu Jujuk,
Dunia Hiburan Indonesia telah kehilangan salah satu tokoh lama di dunia lawakan.
eniw,
... teman kita di Kopimaya ada pernah yang satu project dengan beliau di film Finding Srimulat beberapa waktu lalu.
Pasti memiliki kesan yang mendalam karena diberi kesempatan mengenal beliau secara langsung.
sekali lagi RIP ibu Jujuk.
Tags for this Thread
Posting Permissions
- You may not post new threads
- You may not post replies
- You may not post attachments
- You may not edit your posts
-
Forum Rules