Mas Agith dalam ajaran Islam segala ibadah itu akan bernilai ibadah kepada Allah bila ibadah itu semata karena Allah, termasuk ibadah sholat.

Kalau karena ada manfaat dalam gerak,adanya kesiapan batin dalam mengahadapi tugas dll maka sejauh itu memang terbukti secara akal , yg itu akan berhenti sampai kepada manfaat itu.

Mas Aqith lihat apakah tinjauan dalam artikel tersebut bertumpu pada analiasa hubungan :"niat amalan karena Allah" dengan diterimanya sholat sebagai ibadah kepada Allah ,-- manfaat dunia mungkin ya --, aspek akheratnya apakah jadi concern dlm uraian tsbt ? Rasanya tidak saya ketemukan mas Agith.
Nah kalau ibadah sholat itu hanya dimaknai seperti yg diuraikan itu --manfaat scara nalar-- itu menurut saya tidak salah , maka --uraian yg kliatannya menurut mas Agith dianggap filsafati-- saya berpendapat itu uraian tidak sesuai dengan kaidah keeIslaman , ajaran Islam , jadi ya sesat.

Niatan ibadah atau amalan yg hanya karena Allah lah yg men switch amalan duniawi yg dilakukan ,manjadi amalan yg juga berdampak akhirati , meskipun kita lihat secara phisik suatu amalan itu sama !

Jadi kalau mas Agith mempsting seperti in :
Jika filsafat adalah sesat menurut Islam,
maka seharusnya penjelasan seseorang dibawah ini juga sesat.
, ya jawabannya , benar , tidak sesuai dg ajaran Islam.