Kesimpulan saya membaca jawaban2 Asum : Ia tidak mengharamkan filsafat, ok?
Bener gak ? (harus jawab biar posisi Anda nampak tegas, tidak usah pakai
anekdot oke)
Saya tertarik salah satu jawaban Anda di topik ini :
Saya sangat tidak setuju dengan ungkapan ini.Rasa-rasanya kita sebagai manusia yang disebut "hamba tuhan", tidak boleh mempertanyakan perintah dari tuhan, yang ada justru bahwa perintah tuhan tsb wajib dita'ati tanpa perlu mempertanyakan perintah tsb.
Apa salahnya seorang hamba bertanya?
Kalau seseorang beriman tanpa bertanya itu bukan taat namanya
tapi membeo
Seorang hamba harus tahu dan mengerti makna dan tujuan semua
perintah Tuhan. Pernyataan diatas ini seolah agama atau iman tak
memerlukan nalar (dengan catatan bahwa tidak semua bisa dijangkau
nalar dan dianggap hanya dimengerti secara imaniah)
Ya iya, kalau itu larangan atau ajaran yang jelas dengan gamblang.Dalam Islam, perintah dan larangan itu bertujuan untuk kebaikan manusia. Tidak ada perintah dan larangan tuhan yang bertujuan untuk mencelakakan hambanya.
La, dalam Islam itu ada ilmu tafsir yang berarti ada ayat-ayat yang
perlu penafsiran
Dan kegiatan menafsirkan (dan semua kegiatan keilmuan Islam) bukankah
bersumber dari kegiatan bertanya dan mempertanyakan ?
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



Reply With Quote
