Suka yang mana berikut plus-minusnya ?
AA Gym
Masa kejayaan telah berlalu. Jargon "Jagalah Hati"-nya dianggap pepesan
kosong. Dulu, ceramahnya sederhana, lebih berkisar ahlak daripada fikhi
(hukum).
Zainuddin MZ
Dai sejuta umat. Retorikanya baik. Menyegarkan tapi menurut saya tak berlebihan.
Kadang-kadang menyentil kristenisasi. Sempat berurusan dengan gosip wanita-wanita.
Lutfhia Sungkar
Ceramahnya tanpa tedeng aling-aling. Hitam-putih dan emosional.
Mama Dedeh
Kurang lebih mirip Ibu Lutfhia. Saya kurang menyimak.
Udje
Menurut saya gaya udje nge-pop, akhir-akhir ini kayaknya lebih diam
dan saya lebih suka dengan gayanya sekarang
Mansyur
Topik yang seolah jadi spesialisasi beliau adalah sedekah. Tapi saya
pribadi kurang nyaman sedekah seolah hitung-menghitung balasan.
Tapi saya salut beliau saat mengomentari Aa Gym : keliatan tidak
setuju dan kecewa soal perceraian AA tapi berusaha mengajarkan
kita harus berprasangka baik
Arifin Ilham
Yang saya tahu dari beliau ini soal majelis zikirnya yang disiarkan langsung.
Wijayanto
Tak terlalu mengikuti tapi kelihatan ceramahnya tenang, tidak menggebu-
gebu
Quraish Shihab
Beliau yang paling saya suka dan idealkan sebagai penceramah. Keliatan
lebih intelektual dan tak beraroma "pertunjukan ". Saya merasa Islam
sebaiknya dikaji dengan cara seperti beliau
Nur Maulana
Uztad baru dengan seruan "jamaah ooo jamaah"-nya. Pertunjukan banget.
Saya sering "bengong" dengan gayanya, tapi mungkin orang lain suka.
Itu aja yang saya ingat. Aslinya saya tidak begitu hobi dengar ceramah
agama di tv, kecuali Pak Quraish![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)



Reply With Quote









